10 Muharram 1429 H
Insya Allah akan diadakan Dauroh sehari di Yogyakarta
Judul : “Tragedi Bagi Penghamba Dunia“
Pemateri : Ustadz Abdurrohman (Lombok)
Waktu : Ahad, 27 Januari 2008
Pukul : 8.00-15.00
Tempat : Masjid Kampus UGM Yogyakarta
Insya Allah – daurah ini disiarkan langsung via Paltalk oleh account kami “salafiyyin” di Room Religion & Spirituality – Islam – Salafiyyin. Petunjuk penggunaan Paltalk, simak di http://www.salafy.or.id/upload/paltalk.zip Read the rest of this entry »
posted in Info & Pengumuman |
10 Muharram 1429 H
Penulis: Al-Ustadz Muslim Abu Ishaq Al-Atsari
Bolehkah seseorang yang tengah junub membaca Al Qur’an, masuk masjid, dan berdzikir? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini bisa jadi sering muncul di tengah masyarakat kita. Lalu apa jawabnya? Simak kajian berikut!
Dalam edisi yang lalu telah kita ketahui bahwa di antara hal-hal yang mewajibkan mandi adalah keluar mani, baik karena jima’ atau selainnya (ihtilam), dalam keadaan jaga ataupun tidur, dan bertemunya khitan seorang lelaki dan khitan seorang wanita, baik keluar mani (inzal) ataupun tidak. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas permasalahan yang berkaitan dengan janabah ataupun junub.
Junub secara bahasa merupakan lawan dari qurb dan qarabah yang bermakna dekat, sehingga junub artinya jauh. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
09 Muharram 1429 H
Oleh: Al-Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ تَعَالَى وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ . وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . أَمَّا بَعْدُ:
فَيَقُوْلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا).
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَاب اللهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ .
Wahai para hamba Allah, sidang jum’at yang dimuliakan oleh Allah . . .
Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara, seakan-akan di atas kepala mereka ada burung. Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal. Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
08 Muharram 1429 H
Oleh: Samâhatusy Syaikh ‘Abdul ‘Azîz ibn ‘Abdullâh ibn Bâz رحمه الله
Apa keutamaan bershalawat untuk Nabi صلى الله عليه وسلم? Bolehkah kita menyingkat ucapan shalawat tersebut dalam penulisan, misalnya kita tulis Muhammad SAW atau dengan tulisan Arab صلعم, singkatan dari صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم?
Jawab:
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz رحمه الله menjawab:
“Mengucapkan shalawat untuk Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan perkara yang disyariatkan. Di dalamnya terdapat faedah yang banyak. Di antaranya menjalankan perintah Allah عز وجل, menyepakati Allah سبحانه وتعال dan para malaikat-Nya yang juga bershalawat untuk Nabi صلى الله عليه وسلم. Allah عز وجل berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al-Ahzab: 56) Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama |
07 Muharram 1429 H
Oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani
Di antara kita mungkin banyak yang belum paham bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki banyak nama dan sifat. Namun tentu saja nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala berbeda dengan nama dan sifat makhluk-Nya, karena tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Di antara perbedaannya, nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala penuh dengan kesempurnaan, sedangkan nama dan sifat makhluk mengandung banyak kekurangan. Pemahaman yang benar tentang nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi dampak yang besar terhadap keimanan seseorang. Sebaliknya, pemahaman yang keliru bisa menyebabkan seseorang kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
07 Muharram 1429 H
Di dalam kitab beliau “Ar-Radd ‘alal Rafidhah”, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab menukilkan ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan juga Syaikhul Islam Ibnul Qayyim berkenaan dengan sikap ahlussunnah terhadap wafatnya Al-Husain, cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di hari Asyura.
Asy-Syaikh Ibnu Taimiyyah Al-Hambali Al-Harrani rahimahullah berkata,
“Ketahuilah, semoga Allah memberikan taufik-Nya kepadaku dan kepada engkau, bahwa kesyahidan yang menimpa Al-Husain radhiyallahu ‘anhu di hari Asyura merupakan karamah dari Allah ‘azza wa jalla yang dengannya Allah muliakan beliau, (merupakan) tambahan keberuntungan dan pengangkatan derajat di sisi Rabbnya, menggabungkan beliau ke derajat ahli baitnya yang suci, serta agar menjadi hina orang yang menzhalimi dan berbuat aniaya kepada beliau. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
06 Muharram 1429 H
Oleh: Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân
Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân ditanya:
Apakah boleh seorang wanita yang sedang haid membaca Alqur’ân dengan hafalan, jika hal ini tidak boleh maka apakah berdosa jika mengajari Alqurân kepada anak-anaknya khususnya jika mereka berada di madrasah dalam keadaan haid? Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah |