12 Muharram 1429 H
Ma’had Darus Salaf Al-Islami
-Bagian Ma’had ‘Ilmi lin-Nisaa’-
Masjid Ibnu Taimiyyah, Jln Ciptonegaran, Sanggrahan Grogol, Sukoharjo, Surakarta telp. 0271-722357
Membuka pendaftaran Santriwati Baru Tahun Ajaran 1429-1432H
Syarat Pendaftaran:
1. Wanita Muslimah usia minimal 16 tahun (kecuali mustami’ah)
2. Sehat jasmani dan rohani, berakhlak karimah
3. Memiliki kemauan belajar yang kuat
4. Sanggup mengikuti pendidikan selama 3 tahun
5. Memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik
6. Memiliki kemampuan membaca dan menulis Arab dan lain-lain
7. Mengisi formulir pendaftaran Read the rest of this entry »
posted in Info & Pengumuman |
12 Muharram 1429 H
Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan
berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang
paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui
batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat. Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
12 Muharram 1429 H
Penulis: Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Memasuki umur tujuh hari, orang tua dituntunkan melakukan aqiqah bagi anaknya yang baru lahir. Bersamaan dengan itu, dicukurlah rambut si kecil dan diberi nama.
Si kecil menikmati buaian bersama guliran waktu. Sosoknya masih begitu mungil tak berdaya, begitu mengharap segala kebaikan dan uluran tangan ayah dan ibunya. Kini, usianya telah mencapai hitungan tujuh hari.
Banyak yang ingin dilakukan oleh orang tua untuk memperingati usia ketujuh buah hatinya. Bubur “dwi warna” pun diolah dan dibagi-bagikan ke tetangga kiri-kanan, atau membuat tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya untuk disajikan pada para tamu undangan, ataupun berbagai acara lainnya yang tabu bila tak diselenggarakan.
Namun tak boleh dilupa, itu semua bukanlah ajaran Islam. Read the rest of this entry »
posted in Munakahat & Keluarga, Permata Hati |
11 Muharram 1429 H
Penulis: Al Ustadz Qomar Suaidi
Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!
Dewasa ini banyak sekali ‘jalan’ yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
11 Muharram 1429 H
Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washobi
Salah seorang ulama Ahlus Sunnah dari negeri Yaman, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washabi, menulis dalam kitab beliau yang ringkas “Al-Qaulul Mufid fi Adillati At-Tauhid”, sepuluh sebab yang menyebabkan batalnya keislaman seseorang. Tidak seperti batalnya jenis-jenis ibadah lain di dalam Islam yang tidak mengeluarkan seseorang dari agama, batalnya keislaman berakibat fatal kepada pelakunya di dunia dan di akhirat.
Sepuluh Pembatal Keislaman itu ialah:
1. Syirik
2. Murtad
3. Tidak mengkafirkan orang kafir
4. Meyakini kebenaran hukum thaghut Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
10 Muharram 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jâbirî حفظه الله
Pertanyaan:
Saya membaca beberapa riwâyat mengenai Ummahâtul Mu’minîn رضي الله عنهن bahwa mereka dahulu memakai hijâb dan jilbâb yang berwarna kuning dan merah, maka apakah boleh bagi saya untuk memakai warna-warna tersebut?
Jawaban:
Wahai putriku, warna-warna yang dikenakan oleh wanita pada masa itu adalah warna-warna yang telah dikenal dan yang sudah lazim. Maksud disebutkannya di dalam riwâyat-riwayat ini bukanlah warna-warna yang mengalihkan perhatian seseorang, namun tentu saja yang memiliki kemiripan dengan warna merah atau hitam, atau sebagai contoh, suatu campuran atau kombinasi dari warna merah, hitam dan hijau. Jadi jangan membayangkan bahwa Ummahâtul Mu’minîn dan para shahâbiyât رضي الله عنهن atau Tâbi’iyât رحمهن الله dahulu memakai jilbâb atau khimar untuk memalingkan perhatian laki-laki asing ke arah mereka.
Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama |
10 Muharram 1429 H
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman
Hal-hal ghaib dan keimanan senantiasa berjalan seiring. Karena butuh “pupuk” keimanan untuk meyakininya. Hal ini memang tidak bisa tidak. Dalam syariat Islam, kita memang dihadapkan pada sejumlah hal ghaib yang sulit dicerna oleh akal kita yang terbatas, sukar ditelaah oleh indera kita yang lemah, bahkan yang sedikit pun tak terbetik di benak.
Kewajiban taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sesuatu yang telah dipahami oleh segenap kaum muslimin. Hal ini bisa diketahui melalui bermacam bentuk ibadah yang mereka lakukan, baik yang ada tuntunannya ataupun tidak, dengan alasan taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga dari berbagai bentuk shalawat yang mereka kumandangkan baik yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau yang tidak dituntunkan oleh beliau. Mereka pun mengatakan beriman, dan cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |