22 Muharram 1429 H
Assalaamu `alaykum wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Insya’ Allah, berikut ini kami sampaikan jadwal kajian rutin di:
Masjid Darul Arqam
Perumahan Babatan Indah Jl. Raya Wiyung, Surabaya
Pengajar : Ustadz Hariyadi, Lc (alumni Universitas Islam Madinah)
Waktu : Ba’da Maghrib-`Isyaa’ Read the rest of this entry »
posted in Info & Pengumuman |
22 Muharram 1429 H
Penulis: Syaikh Shalih Bin Abdillah Al ‘Ashiimy
Muqaddimah
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam untuk nabi dan rasul yang termulia, juga untuk keluarga dan para shahabatnya semua. Amma ba’du.
Ini adalah sebuah bingkisan yang diberkahi terhadap kitab “Ats Tsalatsatu Ushul wa Adilatuha” milik Al Imam Al Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab (wafat th. 1206 H) Rahimahullah, yang telah ditulis oleh pena seorang yang alim Al Fadhil Muhammad At Thoyyib Al Anshori Al Madini (Wafat th. 1362H) Rahimahullah. Beliau menyusunnya dalam bentuk tanya jawab untuk mempermudah bagi para penuntut ilmu. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
22 Muharram 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-`Utsaimîn rahimahullâh
Pertanyaan:
Apa hukum ungkapan “Si fulan yang diampuni (al-maghfur lahu) atau “Si fulan yang dirahmati (almarhum)”?
Jawaban:
Sebagian orang mengingkari ungkapan-ungkapan ini dengan mengatakan bahwa kita tidak mengetahui apakah si mayit termasuk orang yang dirahmati dan diampuni atau bukan? Pengingkaran ini bisa benar jika orang yang berkata dengan ungkapan ini berkata dengan maksud mengabarkan bahwa si mayit telah dirahmati dan diampuni; karena kita tidak boleh mengabarkan bahwa si mayit telah dirahmati atau diampuni tanpa ilmu. Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama |
22 Muharram 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih Al-Utsaimîn rahimahullâh
Pertanyaan:
Apa hukum ungkapan “Dimakamkan di tempat tinggal terakhir”?
Jawaban:
Ungkapan ini adalah haram; karena jika kamu mengatakan di tempat tinggal terakhir, itu memberi pengertian bahwa kubur adalah akhir segalanya dan pengertian ini mengandung pengingkaran terhadap hari kebangkitan. Sebagaimana yang diketahui oleh seluruh kaum muslimin bahwa kubur bukanlah akhir segalanya, kecuali bagi orang yang tidak beriman kepada hari akhir.
Seorang Arab mendengar seseorang membaca firman Allah Ta’ala,
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١)حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk (berziarah) ke dalam kubur.” (At-Takatsur: 1-2) Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj, Fatwa Ulama |
22 Muharram 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi’î rahimahullâh
Yang perlu diperhatikan adalah apabila gambar binatang yang tidak ada kepalanya seperti bintang laut, maka bagaimana cara menghapus gambar tersebut? Penghapusannya adalah dengan kamu potong sehingga menjadi seperti pohon. Adapun menggambar binatang-binatang, maka hukumnya adalah harâm karena binatang termasuk yang mempunyai nyawa, walaupun asalnya memang tidak mempunyai kepala (seperti bintang laut, -pent).
Adapun pendapat yang membolehkan menggambar (memotret) penjahat (pelaku kriminal) adalah tidak ada landasan dalîl sama sekali, bahkan dengan ditegakkan hukuman had adalah sudah cukup untuk memperingatkan pelaku kriminal tersebut, karena Allâh dan Rasûl-Nya tidak mengatakan, “Apabila ada penjahat maka penjahat tersebut digambar!” Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama |
22 Muharram 1429 H
Alhamdulillah akan diadakan Daurah Islamiyyah untuk yang kedua kalinya di Indramayu.
Pada kali ini insya’ Allah akan dilaksanakan pada:
Hari : Sabtu dan Ahad
Tanggal : 2 dan 3 Februari 2008
Tempat : Masjid Al-Huda
Jl. Siliwangi No. 65 Paoman
Indramayu Kota
Waktu : Jam 10.00 – Zhuhur, disambung lagi 13.30 – Ashar
Bersama : Sabtu, Ustadz Muhammad Umar As-Sewed (Penasihat Majalah Asy-Syariah)
Ahad, Ustadz Fathurrohman (Alumni Yaman, di Kuningan)
Tema : Menggapai Kemurnian Tauhid dengan Ilmu Read the rest of this entry »
posted in Info & Pengumuman |
21 Muharram 1429 H
Penulis: Ummu Salamah As-Salafiyyah hafizhahallâh
Allâh عز وجل berfirman:
﴿وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا﴾ [النساء: ۱۹]
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allâh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisâ’: 19)
Al Hâfidz Ibnu Katsîr رحمه الله ketika menafsirkan ayat ini menyatakan:
“Yakni baguskan ucapan kalian terhadap para istri dan perbaiki perbuatan dan penampilan kalian sesuai kadar kemampuan kalian sebagaimana engkau suka dia melakukan hal tersebut, maka engkau pun melakukan yang semisalnya. Read the rest of this entry »
posted in Munakahat & Keluarga |