27 Dhul-Hijjah 1430 H
Oleh: Syaikh Jamal Al Haritsiy hafizhohullaah.
Dan ambillah teladan, wahai muslimah, dari kisah berikut ini. Karena kisah ini bertutur kepada ibu yang penuh ketulusan terhadap putrinya. Ia juga bertutur kepada para anak perempuan yang cerdas sebagaimana ia juga bertutur kepada setiap wanita yang sudah menikah. Dan karena kisah inilah sebuah perumpamaan arab dibuat. Yaitu perumpamaan “maa waroo`aka ya ‘ishoom?” (apa yang ada di belakangmu hai ‘Ishom?). Abul Fadhl an Naysaabuuriy dalam kitabnya “Majma’ul Amtsaal” berkata: “Maa waroo`aka yaa ‘Ishoom?” Al Mufadhdhol berkata: orang yang pertama kali mengucapkan perkataan ini adalah Al Haarits bin ‘Amr, raja Kandah. Yaitu ketika ia mendapatkan kabar tentang kecantikan, kesempurnaan dan kecerdasan putri ‘Auf bin Mahlim asy Syaybaaniy, ia memanggil seorang wanita dari Kandah yang dipanggil dengan nama ‘Ishoom; seorang wanita yang cerdas, pandai berbicara, serta tinggi budi bahasa dan sastranya. Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
26 Dhul-Hijjah 1430 H
Oleh: Syaikh Jamal Al Haritsiy hafizhohullaah
Kepada setiap wanita yang sudah bersuami, atau yang sedang akan membina rumah tangga, aku katakan: hendaknya engkau mengetahui hak suamimu dan hak orangtuamu dan janganlah engkau mencampuradukkan dua kewajiban tersebut. Karena terhadap masing-masing dari suami dan orangtua, ada kewajbannya sendiri-sendiri. Dan hak suami itu lebih wajib. Rasulullah shollallahu’alayhiwasallam bersabda:
“Kalau saja aku boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku akan menyuruh para wanita untuk bersujud kepada suami mereka. Seorang wanita itu belumlah memenuhi seluruh hak Allah terhadapnya sampai ia memenuhi seluruh hak suaminya terhadapnya. Yaitu kalau suaminya menginginkan dirinya sedang ia berada di atas pelana, maka ia akan memenuhi keinginan suaminya itu.” Dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan yang lain dengan lafaz yang mirip. Dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam “Ash Shohiihah” 1203. Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
20 Dhul-Hijjah 1430 H
Oleh: Syaikh Jamal Al Haritsiy hafizhohullaah
Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang tiada lagi nabi sesudahnya. Amma ba’du.
Ini adalah beberapa patah kata ringkas yang aku alamatkan kepada akhwat muslimah di setiap tempat – melalui jaringan internet – apalagi jaringan internet seperti ini sudah menjadi sarana yang paling cepat dan bermanfaat untuk menyebarkan dakwah yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah sesuai dengan manhaj As Salafush Sholeh -semoga Allah merahmati mereka. Dan aku telah menyusunnya dalam beberapa poin dan beberapa potongan ringkas. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shollallaahu’alayhiwasallam. Ini adalah isyarat dariku bahwa di beberapa bagian, aku akan mencukupkan diri dengan menyebutkan beberapa ayat yang menjelaskan suatu perkara.
Dari risalah “Secara tulus untuk setiap muslimah”.
Aku katakan wa billaahit tawfiiq: Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
20 Dhul-Hijjah 1430 H
Oleh: Syaikh Salim al ‘Ajmiy hafizhohullaahu ta’aalaa.
Setiap perempuan haruslah mengetahui bahwa ketika dirinya keluar dari rumah keluarganya atau rumah suaminya, sesungguhnya ia keluar membawa kehormatan diri dan keluarganya. Oleh karena itu dia tidak boleh lalai menjaga karunia berharga ini hanya demi hasrat syaitoniy, dan juga ia tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang akan mencoreng kehormatan tersebut. Read the rest of this entry »
posted in Lain-lain |
19 Dhul-Hijjah 1430 H
Oleh: Syaikh Salim al ‘Ajmiy hafizhohullaahu ta’aalaa.
Salah seorang pemuda bercerita padaku dan berkata:
“Saya pernah memiliki seorang teman. Dia termasuk playboy dan termasuk anak muda yang sering menjalin hubungan ilegal dengan perempuan. Dan saya ingat bahwa setelah selesai sekolah, saya duduk-duduk di rumah untuk beberapa saat. Pada suatu hari sekolah (bukan hari libur -pent), kawan ini datang kepada saya di pagi hari -yaitu di waktu jam sekolah- maka aku mempersilahkannya duduk dan saya ke belakang untuk membuatkan teh. Ketika aku melihat keluar, aku tidak mendapatkan mobilnya. Maka aku katakan: “Hei fulan, di mana mobilmu? Read the rest of this entry »
posted in Lain-lain |
30 Dhul-Qadah 1430 H
بسم الله الرحمن الرحييم
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Dalam Tanzil-Nya yang mulia, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab |
26 Dhul-Qadah 1430 H
بسم الله الرحمن الرحيم
Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Pembicaraan seputar ikhtilath atau bercampur baur antara laki-laki dan perempuan dengan tanpa hijab/tabir penghalang sudah pernah kita singgung. Namun karena banyaknya penyimpangan kaum muslimin dalam perkara ini dan adanya sisi-sisi permasalahan yang belum tersentuh maka tak ada salahnya kita bicarakan dan kita ingatkan kembali. Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Muslimah |