<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Peran Wanita Dalam Membina Keluarga (Bag. 1)</title>
	<atom:link href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/</link>
	<description>Menggapai Kemuliaan Muslimah dengan Bimbingan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 07:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: admin</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/comment-page-1/#comment-6103</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 10:29:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/?p=2596#comment-6103</guid>
		<description>Selengkapnya insya Allah akan dimuat dalam majalah AKHWAT yang akan terbit akhir Maret ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selengkapnya insya Allah akan dimuat dalam majalah AKHWAT yang akan terbit akhir Maret ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu Harun</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/comment-page-1/#comment-6097</link>
		<dc:creator>Ummu Harun</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 05:44:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/?p=2596#comment-6097</guid>
		<description>Bismillah,
Untuk bagian 2 nya, ditunggu, ummu. Kapan ya.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,<br />
Untuk bagian 2 nya, ditunggu, ummu. Kapan ya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba Allah</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/comment-page-1/#comment-5930</link>
		<dc:creator>hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 01:17:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/?p=2596#comment-5930</guid>
		<description>Assaalaamualaykum...
Saya selalu tertarik dengan artikel yang ditulis di web ini, terutama tentang keutamaan wanita untuk tinggal di rumah..saya ibu dari 1 orang anak balita, bekerja dari pagi hingga sore, saya ingin sekali berhenti, tapi ibu saya melarang, bagaimana solusinya supaya saya bisa menjalankan fitrah saya sebagai wanita tapi tidak menyakiti perasaan ibu saya..wassalam..
jazakumullah khairan katsiron..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assaalaamualaykum&#8230;<br />
Saya selalu tertarik dengan artikel yang ditulis di web ini, terutama tentang keutamaan wanita untuk tinggal di rumah..saya ibu dari 1 orang anak balita, bekerja dari pagi hingga sore, saya ingin sekali berhenti, tapi ibu saya melarang, bagaimana solusinya supaya saya bisa menjalankan fitrah saya sebagai wanita tapi tidak menyakiti perasaan ibu saya..wassalam..<br />
jazakumullah khairan katsiron..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Abdil Halim</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/comment-page-1/#comment-5921</link>
		<dc:creator>Abu Abdil Halim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 02:33:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/?p=2596#comment-5921</guid>
		<description>Allah berfirman:

&quot;Dia berkata: &quot;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.&quot; (Q.S.27:34)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir rohimahullah berkata:

Berkata Ibnu Abbas: Berkata Bilqis: &quot;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina&quot;. Allah berkata: &quot;dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat&quot;. Selesai perkataan Ibnu Katsir.

Faidah: Allah mengutip perkataan Bilqis. Seorang perempuan. Yang saat itu seorang penyembah matahari. Kemudian Allah benarkan perkataannya itu dengan berkata: &quot;demikian pulalah yang akan mereka perbuat&quot;.

Rasulullah shollallahu&#039;alayhiwasallam bersabda:

&quot;Sebenar-benar perkataan yang diucapkan seorang penyair, ucapan Labid:

أَلاَ كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلاَ اللهَ بَاطِلُ

&quot;Ketahuilah bahwa segala sesuatu selain Allah itu batil&quot;

(Al Lu`lu Wa l Marjaan, kitab Syair, dari hadis Abu Huroiroh rodhiyallaahu&#039;anhu)

Faidah: Ucapan seorang penyair, yang ketika itu masih seorang yang musyrik, dibenarkan oleh Rasulullah shollallahu&#039;alayhiwasallam.

Wallaahu a&#039;lam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah berfirman:</p>
<p>&#8220;Dia berkata: &#8220;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.&#8221; (Q.S.27:34)</p>
<p>Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir rohimahullah berkata:</p>
<p>Berkata Ibnu Abbas: Berkata Bilqis: &#8220;Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina&#8221;. Allah berkata: &#8220;dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat&#8221;. Selesai perkataan Ibnu Katsir.</p>
<p>Faidah: Allah mengutip perkataan Bilqis. Seorang perempuan. Yang saat itu seorang penyembah matahari. Kemudian Allah benarkan perkataannya itu dengan berkata: &#8220;demikian pulalah yang akan mereka perbuat&#8221;.</p>
<p>Rasulullah shollallahu&#8217;alayhiwasallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Sebenar-benar perkataan yang diucapkan seorang penyair, ucapan Labid:</p>
<p>أَلاَ كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلاَ اللهَ بَاطِلُ</p>
<p>&#8220;Ketahuilah bahwa segala sesuatu selain Allah itu batil&#8221;</p>
<p>(Al Lu`lu Wa l Marjaan, kitab Syair, dari hadis Abu Huroiroh rodhiyallaahu&#8217;anhu)</p>
<p>Faidah: Ucapan seorang penyair, yang ketika itu masih seorang yang musyrik, dibenarkan oleh Rasulullah shollallahu&#8217;alayhiwasallam.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba Allah</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/munakahat-keluarga/peran-wanita-dalam-membina-keluarga-bag-1/comment-page-1/#comment-5920</link>
		<dc:creator>hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 16:54:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/?p=2596#comment-5920</guid>
		<description>bismillah..
&#039;afwan,Sayyid Quthb itu siapa yah?adakah biografinya?

&lt;blockquote&gt;
&lt;em&gt;Sayyid Quthb pengarang Fii Zhilalil Qur&#039;an, seorang yang telah jelas banyak diperingatkan ulama tentang penyimpangannya. Akan tetapi apa yang kami terjemahkan adalah apa yang ditulis oleh al &#039;allamah Syaikh Shalih Al Fauzan, demikian adanya kami tidak mungkin memotongnya karena amanah ilmiah penerjemahan. Kami meyakini bahwa apa yang beliau nukil bukanlah berarti tazkiyah beliau atas penyimpangan Sayyid Quthb. Kita berhusnudzhon mungkin disini ada alasan syar&#039;i atau sisi-sisi lain yang lebih diketahui oleh asy Syaikh. Pertanyaan antum lebih tepat ditanyakan langsung kepada beliau atau murid-murid beliau yang lebih mengetahui. Wallahu a&#039;lam.&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah..<br />
&#8216;afwan,Sayyid Quthb itu siapa yah?adakah biografinya?</p>
<blockquote><p>
<em>Sayyid Quthb pengarang Fii Zhilalil Qur&#8217;an, seorang yang telah jelas banyak diperingatkan ulama tentang penyimpangannya. Akan tetapi apa yang kami terjemahkan adalah apa yang ditulis oleh al &#8216;allamah Syaikh Shalih Al Fauzan, demikian adanya kami tidak mungkin memotongnya karena amanah ilmiah penerjemahan. Kami meyakini bahwa apa yang beliau nukil bukanlah berarti tazkiyah beliau atas penyimpangan Sayyid Quthb. Kita berhusnudzhon mungkin disini ada alasan syar&#8217;i atau sisi-sisi lain yang lebih diketahui oleh asy Syaikh. Pertanyaan antum lebih tepat ditanyakan langsung kepada beliau atau murid-murid beliau yang lebih mengetahui. Wallahu a&#8217;lam.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
