Arsip Materi

Radio Dakwah Online

Hampir Saja Aku Terperosok!

Oleh: Syaikh Salim al ‘Ajmiy hafizhohullaahu ta’aalaa.

Salah seorang pemuda bercerita padaku dan berkata:

“Saya pernah memiliki seorang teman. Dia termasuk playboy dan termasuk anak muda yang sering menjalin hubungan ilegal dengan perempuan. Dan saya ingat bahwa setelah selesai sekolah, saya duduk-duduk di rumah untuk beberapa saat. Pada suatu hari sekolah (bukan hari libur -pent), kawan ini datang kepada saya di pagi hari -yaitu di waktu jam sekolah- maka aku mempersilahkannya duduk dan saya ke belakang untuk membuatkan teh. Ketika aku melihat keluar, aku tidak mendapatkan mobilnya. Maka aku katakan: “Hei fulan, di mana mobilmu?

Dia berkata: “Aku sembunyikan di samping rumahmu”.

Aku merasa aneh dengan perbuatannya ini. Dan aku berkata: “Kenapa tidak langsung kamu parkir di depan rumahku saja?”.

Dia berkata: “Aku punya teman perempuan baru!!”

Aku katakan: “Kenapa kamu datang bersamanya kemari?”

Dia berkata: “Dia itu seorang siswi sekolah. Aku menjemputnya di awal jam pelajaran. Dan aku menunggu sampai tiba waktu pulang dan lonceng berdering, untuk aku turunkan dia di depan sekolah, kemudian dia naik bis seolah-olah dia telah keluar dari sekolah.

Pemuda ini berkata:

“Maka aku minta izin kepadanya seolah aku hendak masuk ke rumah, kemudian aku keluar dari arah lain menuju mobilnya. Ternyata di dalamnya ada seorang gadis belia, belum sampai umur 15 tahun!! Maka aku katakan padanya -karena kasihan dengan keadaannya yang masih sangat muda, dan kebodohannya atas apa yang diinginkan darinya di balik permainan rendahan ini: “Apa yang menyebabkanmu datang kemari?”

Dia berkata: “Si fulan itu mencintaiku dan berjanji akan menikahiku”.

Aku katakan padanya: “Perhatikan baik-baik apa yang aku katakan: meskipun dia ini adalah temanku dan di antara kami ada tali persahabatan, tapi itu tidak menghalangiku untuk menyampaikan nasehat. Kalau kamu terima, (syukur -pent) kalau tidak ya terserah. Ingatlah kepercayaan yang diberikan orangtuamu kepadamu, dan bahwa mereka tidak mengetatkan pengawasan mereka terhadapmu. Dan ingatlah keburukan perkara yang kamu kerjakan ini, dan ketahuilah bahwa kamu sedang dalam bahaya. Temanku itu tidak sedikitpun berpikir untuk menikahimu. Karena kami para pemuda kalau menemukan perempuan sepertimu, kami tidak berpikir untuk menjadikannya seorang istri. Karena perempuan yang keluar bersama seorang pemuda asing dan melubangi tirai keluarganya, tidaklah pantas untuk dijadikan seorang istri. Bahkan mungkin perempuan itu juga melakukan perbuatan tersebut dengan orang lain. Renungkanlah kata-kata ini dengan baik dan selanjutnya terserah kamu”.

Pemuda ini berkata:

“Setelah beberapa waktu, kejadian itu terulang kembali. Kawanku mendatangiku dan aku berkata: “Sekarang dia bersamamu juga?”.

Dia berkata: “Ya”.

Maka aku keluar menemui gadis itu dan aku katakan: “Sesungguhnya kamu ini belum juga mengerti apa yang aku katakan pertama kali. Aku ingatkan kamu lagi untuk terakhir kalinya tentang jalan yang sedang kamu tempuh. Sesungguhnya kamu sedang berada dalam bahaya. Dan kalau sekarang kamu selamat dari pacarmu itu, maka tidak akan ada lagi keselamatan pada kali yang lain. Dia akan mengambil apa yang dia inginkan darimu dan kamu akan ia buang di pinggir jalan. Kamu akan mengaduh kesakitan, terampas kehormatan dan diliputi kehinaan yang akan menjadi pakaianmu seumur hidup.

Gadis itu berkata: “Dia itu mencintaiku dan akan menikahiku”.

Aku katakan: “Kamu ini bodoh. Dan kamu tidak pantas menjadi seorang istri. Akan kamu ingat (kata-kataku ini -pent)!!”.

Pemuda ini berkata:

“Setelah beberapa lama dari kejadian itu, dan aku telah melupakan si gadis, bahkan aku sudah lupa sama sekali dengan soal tersebut. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi padanya setelah pertemuan itu. Pada suatu hari, seorang anak tetangga kami mendatangiku dan berkata: ini ada surat yang dibawa saudariku dari seorang temannya di bis. Teman saudariku itu berkata: berikan ini kepada si fulan. Terus terang, aku terkejut dengan perbuatan si pengirim surat dan aku tidak menyukai sikapnya. Hanya saja, hilanglah keterkejutanku ketika aku membuka surat. Ternyata itu adalah surat si gadis. Dalam suratnya, ia berkata:

“Sesungguhnya aku berterima kasih atas nasehat mahal yang kamu berikan padaku. Memang benar, hampir saja ia mendapatkan apa yang telah kamu katakan padaku. Pada kesempatan terakhir, ketika aku keluar bersama orang brengsek itu, ia berusaha mengambil milikku yang paling berharga. Maka aku menangis dan memohon kepadanya untuk mengembalikanku. Setelah terus meminta dan menangis serta berkali-kali memohon, ia mengembalikanku ke sekolah tempat ia menjemputku. Ya, hampir saja aku kehilangan kehormatanku. Dan hampir saja aku terperosok menjadi korban permainan rendah itu dan meletakkan kepalaku dan kepala anggota keluargaku di dalam lumpur. Namun Allah telah memberikan keselamatan.”

(Diterjemahkan redaksi AKHWAT.WEB.ID Dari kitab “Dhohiyyatu Mu’aakasah”)

14 comments to Hampir Saja Aku Terperosok!

  • raihannah

    maha suci ALLAH..
    ana copas ya..cz insya ALLAH ana mau kasih siswa-siswi ana di t4 ngajar ana.syukron jazilan.
    wassalamu’alaykum

  • setiawan al-bantuli

    alhamdulillah, sekarang sudah ada rubrik pembahasan tentang masalah pemuda… ana pikir itu suatu hal yang bagus, mungkin dengan adanya pembahasan seperti contoh di atas bisa lebih meningkatkan dan menyadarkan para kawula muda, kaum muslim muda khususnya. yang pasti tolong diperbanyak lagi pembahasan tentang masalah2 pemuda, seperti di atas,… jazakumullahu khoiron ….

  • Umi kharisah

    Jazakalloh. Skrg sy sedang bth bgt kiat2 atau cara untuk mengingatkan siswa siswi saya tentang bahaya pacaran. Mereka msh SMP dan mulai memasuki masa2 puber.

  • Ukhti Risqy

    assalamu’alaykum
    ana izin copas ya, utk di sharekpd teman2 ana. jazakillah khoyr…
    Wassalamu’alaykum

  • Ndah

    Buku tsb sdh d terjemahkan k bhs indonesia blm?

  • Ukhti ukhti

    assalamualaikum,,
    mau saran aja,,sangat penting mengingatkan pemuda,,mungkin cara penjelasan yg diberikan sedapat mungkin mendekati “iklim” pemuda pemudi yg sedang gandrung2 nya mencoba dan penasaran,,sangat sangat setuju adanya peringatan dini yang lebih mudah masuk dan diterima oleh kecenderungan remaja yg polos tetapi suka hal baru,,
    mungkin dengan bahasa yg lebih funky,,penuturan kisah yg lebih “catchy” sesuai dengan benak pemuda pemudi kita,,
    semoga kita semua terhindar dari hal2 yang tidak baik menurut Allah SWT
    amin

  • Ummu khansa'

    MasyaALLOH… Memang sperti itulah laki2.. Srigala berbulu domba.. Kecuali orang2 yg dirahmati o ALLOH TA’ALA…

  • abu abdillah

    ana re-post di pelakukesalahan.wordpress.com

  • vie

    bissmillah, jgn trtpu oleh ryuan cnt busuk.. pr gadis2 aplg mrk yg msh muda.. smg Alloh mnjg pr gds2 dr busuknya cinta busuk smta.. amien..

  • safriyansa

    Bismillah, teruslah berdkwah di jlan Allah, karena pada zaman sekarang banyak orang yang tidak memperhatikan agama ini. dan ingat selalau apabilah orang mendapat hidayah melalui kita, maka itu lebih baik dari onta yang berwarna merah, yang pada saat itu merupakan onta yang paling mahal. jangan pernah menyerah untuk menyiarkan agama Allah… syukran

  • ummu asiyah

    masya Alloh….smoga Alloh memberkahi smua pemuda dn pemudi yang masih menjaga kehormatan diri dan keluarganya..

  • Wiwi

    Sgalapuji bagi Allah..
    Sbaik2 t4 wanita ialh di rumahny,

  • abu abdillah heri

    ijin copas ya

Leave a Reply to vie Cancel reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>