Apa Itu Salafiyyah

Hakikat Dakwah Salafiyah

Penulis: Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Pertanyaan:

Berkembangnya dakwah Salafiyyah di kalangan masyarakat dengan pembinaan yang mengarah kepada perbaikan ummat di bawah tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alahi wa alihi wa sallam adalah suatu hal yang sangat disyukuri. Akan tetapi di sisi lain, orang-orang menyimpan dalam benak mereka persepsi yang berbeda-beda tentang pengertian Salafiyah itu sendiri sehingga bisa menimbulkan kebingunan bagi orang-orang yang mengamatinya, maka untuk itu dibutuhkan penjelasan yang jelas tentang hakikat Salafiyah itu. Mohon keterangannya!

Jawab (Cukup mewakili untuk membantah tuduhan bahwa dakwah salaf, salaf adalah muhdats, red):

Salafiyah adalah salah satu penamaan lain dari Ahlussunnah Wal Jama’ah yang menunjukkan ciri dan kriteria mereka.

Salafiyah adalah pensifatan yang diambil dari kata سَلَفٌ (Salaf) yang berarti mengikuti jejak, manhaj dan jalan Salaf. Dikenal juga dengan nama سَلَفِيُّوْنَ (Salafiyyun). Yaitu bentuk jamak dari kata Salafy yang berarti orang yang mengikuti Salaf. Dan juga kadang kita dengar penyebutan para ‘ulama Salaf dengan nama As-Salaf Ash-Sholeh (pendahulu yang sholeh).

Dari keterangan di atas secara global sudah bisa dipahami apa yang dimaksud dengan Salafiyah. Tapi kami akan menjelaskan tentang makna Salaf menurut para ‘ulama dengan harapan bisa mengikis anggapan/penafsiran bahwa dakwah Salafiyah adalah suatu organisasi, kelompok, aliran baru dan sangkaan-sangkaan lain yang salah dan menodai kesucian dakwah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa alihi wa sallam ini.

Kata Salaf ini mempunyai dua definisi; dari sisi bahasa dan dari sisi istilah.

Definisi Salaf secara bahasa

Berkata Ibnu Manzhur dalam Lisanul ‘Arab: “Dan As-Salaf juga adalah orang-orang yang mendahului kamu dari ayah-ayahmu dan kerabatmu yang mereka itu di atas kamu dari sisi umur dan keutamaan karena itulah generasi pertama dikalangan tabi’in mereka dinamakan As-Salaf Ash-Sholeh.”

Berkata Al-Manawi dalam At-Ta’arif jilid 2 hal.412: “As-Salaf bermakna At-Taqoddum (yang terdahulu). Jamak dari salaf adalah أََسْلاَفٌ (aslaf).”

Masih banyak rujukan lain tentang makna salaf dari sisi bahasa yang ini dapat dilihat dalam Mauqif Ibnu Taimiyyah minal ‘asya’irah jilid 1 hal.21.

Jadi arti Salaf secara bahasa adalah yang terdahulu, yang awal dan yang pertama. Mereka dinamakan Salaf karena mereka adalah generasi pertama dari ummat Islam.

Definisi Salaf secara Istilah

Istilah Salaf dikalangan para ‘ulama mempunyai dua makna; secara khusus dan secara umum.

Pertama: Makna Salaf secara khusus adalah generasi permulaan ummat Islam dari kalangan para shahabat, Tabi’in (murid-murid para Shahabat), Tabi’ut Tabi’in (murid-murid para Tabi’in) dalam tiga masa yang mendapatkan kemulian dan keutamaan dalam hadits mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary, Muslim dan lain-lainnya dimana Rasulullah shallallahu ‘alahi wa alihi wa sallam menyatakan:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian generasi setelahnya kemudian generasi setelahnya.”

Makna khusus inilah yang diinginkan oleh banyak ‘ulama ketika menggunakan kalimat Salaf dan saya akan menyebutkan beberapa contoh dari perkataan para ‘ulama yang mendefinisikan Salaf dengan makna khusus ini atau yang menggunakan istilah Salaf dan mereka inginkan dengannya makna Salaf secara khusus.

Berkata Al-Bajury dalam Syarah Jauharut Tauhid hal.111: “Yang dimaksud dengan salaf adalah orang-orang yang terdahulu dari para Nabi dan para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka”.

Berkata Al-Qolasyany dalam Tahrirul Maqolah Syarah Ar-Risalah: “As-Salaf Ash-Sholeh yaitu generasi pertama yang mapan di atas ilmu, yang mengikuti petunjuk Nabi shollahu ‘alahi wa alihi wa sallam lagi menjaga sunnah-sunnah beliau. Allah memilih mereka untuk bersahabat dengan Nabi-Nya dan memilih mereka untuk menegakkan agama-Nya dan mereka itulah yang diridhoi oleh para Imam ummat (Islam) dan mereka berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad dan mereka mencurahkan (seluruh kemampuan mereka) dalam menasehati ummat dan memberi manfaat kepada mereka dan mereka menyerahkan diri-diri mereka dalam menggapai keridhoan Allah”.

Dan berkata Al-Ghazaly memberikan pengertian terhadap kata As-Salaf dalam Iljamul ‘Awwam ‘An ‘ilmil Kalam hal.62: “Yang saya maksudkan dengan salaf adalah madzhabnya para shahabat dan Tabi’in”.

Lihat Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy hal.31 dan Bashoir Dzawisy Syaraf Bimarwiyati Manhaj As-Salaf hal.18-19.

Berkata Abul Hasan Al-Asy’ary dalam Kitab Al-Ibanah Min Ushul Ahlid Diyanah hal.21: “Dan (diantara yang) kami yakini sebagai agama adalah mencintai para ‘ulama salaf yang mereka itu telah dipilih oleh Allah ‘Azza Wa Jalla untuk bershahabat dengan Nabi-Nya dan kami memuji mereka sebagaimana Allah memuji mereka dan kami memberikan loyalitas kepada mereka seluruhnya”.

Berkata Ath-Thahawy dalam Al-‘Aqidah Ath-Thohawiyah: “Dan ulama salaf dari generasi yang terdahulu dan generasi yang setelah mereka dari kalangan Tabi’in (mereka adalah) Ahlul Khair (ahli kebaikan) dan Ahli Atsar (hadits) dan ahli fiqh dan telaah (peneliti), tidaklah mereka disebut melainkan dengan kebaikan dan siapa yang menyebut mereka dengan kejelekan maka dia berada di atas selain jalan (yang benar)”.

Dan Al-Lalika`i dalam Syarah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah Wal Jama’ah jilid 2 hal.334 ketika beliau membantah orang yang mengatakan bahwa Al-Qura dialah yang berada di langit, beliau berkata: “Maka dia telah menyelisihi Allah dan Rasul-Nya dan menolak mukjizat Nabi-Nya dan menyelisihi para salaf dari kalangan Shahabat dan tabi’in dan orang-orang setelahnya dari para ‘ulama ummat ini”.

Berkata Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman jilid 2 hal.251 tatkala beliau menyebutkan pembagian ilmu, beliau menyebutkan diantaranya: “Dan mengenal perkataan-perkataan para salaf dari kalangan shahabat, Tabi’in dan orang-orang setelah mereka”.

Dan berkata Asy-Syihristany dalam Al-Milal Wa An-Nihal jilid 1 hal.200: “Kemudian mengetahui letak-letak ijma’ (kesepakatan) shahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in dari Salafus Sholeh sehingga ijtihadnya tidak menyelisihi ijma’ (mereka)”.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Bayan Talbis Al-Jahmiyah jilid 1 hal.22: “Maka tidak ada keraguan bahwasanya kitab-kitab yang terdapat di tangan-tangan manusia menjadi saksi bahwasanya seluruh salaf dari tiga generasi pertama mereka menyelesihinya”.

Dan berkata Al-Mubarakfury dalam Tuhfah Al-Ahwadzy jilid 9 hal.165: “…Dan ini adalah madzhab Salafus Sholeh dari kalangan shahabat dan Tabi’in dan selain mereka dari para ‘ulama -mudah-mudahan Allah meridhoi mereka seluruhnya-”.

Dan hal yang sama dinyatakan oleh Al-’Azhim Abady dalam ‘Aunul Ma’bud jilid 13 hal.7.

Kedua: Makna salaf secara umum adalah tiga generasi terbaik dan orang-orang setelah tiga generasi terbaik ini, sehingga mencakup setiap orang yang berjalan di atas jalan dan manhaj generasi terbaik ini.

Dan berkata Al-’Allamah Muhammad As-Safariny Al-Hambaly dalam Lawami’ Al-Anwar Al-Bahiyyah Wa Sawathi’ Al-Asrar Al-Atsariyyah jilid 1 hal.20: “Yang diinginkan dengan madzhab salaf yaitu apa-apa yang para shahabat yang mulia -mudah-mudahan Allah meridhoi mereka- berada di atasnya dan para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik dan yang mengikuti mereka dan para Imam agama yang dipersaksikan keimaman mereka dan dikenal perannya yang sangat besar dalam agama dan manusia menerima perkataan-perkataan mereka…”.

Berkata Ibnu Abil ‘Izzi dalam Syarah Al ‘Aqidah Ath-Thohawiyah hal.196 tentang perkataan Ath-Thohawy bahwasanya Al-Qur`an diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Yakni merupakan perkataan para shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dan mereka itu adalah Salafus Sholeh”.

Dan berkata Asy-Syaikh Sholeh Al-Fauzan dalam Nazharat Wa Tu’uqqubat ‘Ala Ma Fi Kitab As-Salafiyah hal.21: “Dan kata Salafiyah digunakan terhadap jama’ah kaum mukminin yang mereka hidup di generasi pertama dari generasi-generasi Islam yang mereka itu komitmen di atas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan shahabat Muhajirin dan Anshor dan yang mengikuti mereka dengan baik dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati mereka dengan sabdanya: “Sebaik-baik manusia adalah zamanku kemudian zaman setelahnya kemudian zaman setelahnya….”

Dan beliau juga berkata dalam Al-Ajwibah Al-Mufidah ‘An As`ilah Al-Manahij Al-Jadidah hal.103-104: “As-Salafiyah adalah orang-orang yang berjalan di atas Manhaj Salaf dari kalangan Shahabat dan tabi’in dan generasi terbaik, yang mereka mengikutinya dalam hal aqidah, manhaj, dan metode dakwah”.

Dan berkata Syaikh Nashir bin ‘Abdil Karim Al-‘Aql dalam Mujmal Ushul I’tiqod Ahlus Sunnah Wal Jama’ah hal.5: “As-Salaf, mereka adalah generasi pertama ummat ini dari para shahabat, tabi’in dan imam-imam yang berada di atas petunjuk dalam tiga generasi terbaik pertama. Dan kalimat As-Salaf juga digunakan kepada setiap orang yang berada pada setelah tiga generasi pertama ini yang meniti dan berjalan di atas manhaj mereka”.

Asal Penamaan Salaf Dan Penisbahan Diri Kepada Manhaj Salaf

Asal penamaan Salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putrinya Fathimah radihyallahu ‘anha:

فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ

“Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya.” Dikeluarkan oleh Bukhary no.5928 dan Muslim no.2450.

Maka jelaslah bahwa penamaaan salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah perkara yang mempunyai landasan (pondasi) yang sangat kuat dan sesuatu yang telah lama dikenal tapi karena kebodohan dan jauhnya kita dari tuntunan syari’at yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka muncullah anggapan bahwa manhaj salaf itu adalah suatu aliran, ajaran, atau pemahaman baru, dan anggapan-anggapan lainnya yang salah.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa jilid 4 hal 149 : “Tidak ada celaan bagi orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbahkan diri kepadanya dan merujuk kepadanya, bahkan wajib menerima hal tersebut menurut kesepakatan (para ulama). Karena sesungguhnya madzhab salaf itu adalah tak lain kecuali kebenaran”.

Berikut ini saya akan memberikan beberapa contoh untuk menunjukkan bahwa penggunaan nama salaf sudah lama dikenal.

Berkata Imam Az-Zuhry (wafat 125 H) tentang tulang belulang bangkai seperti bangkai gajah dan lainnya: “Saya telah mendapati sekelompok dari para ulama salaf mereka bersisir dengannya dan mengambil minyak darinya, mereka menganggap (hal tersebut) tidak apa-apa.” Lihat: Shohih Bukhary bersama Fathul Bary jilid 1 hal.342.

Tentunya yang diinginkan dengan ‘ulama salaf oleh Az-Zuhry adalah para shahabat karena Az-Zuhry adalah seorang Tabi’i (generasi setelah shahabat).

Dan Sa’ad bin Rasyid (wafat 213 H) berkata: “Adalah para salaf, lebih menyenangi tunggangan jantan karena lebih cepat larinya dan lebih berani”. Lihat : Shohih Bukhary dengan Fathul Bary jilid 6 hal.66 dan Al-Hafizh menafsirkan kata salaf: “Yaitu dari shahabat dan setelahnya”.

Berkata Imam Bukhary (wafat 256 H) dalam Shohihnya dengan Fathul Bary jilid 9 hal.552: “Bab bagaimana para ‘ulama salaf berhemat di rumah-rumah mereka dan di dalam perjalanan mereka dalam makanan, daging dan lainnya.”

Imam Ibnul Mubarak (wafat 181 H) berkata: “Tinggalkanlah hadits ‘Amr bin Tsabit karena ia mencerca para ‘ulama salaf.” Baca: Muqoddimah Shohih Muslim jilid 1 hal.16.

Tentunya yang diinginkan dengan kata salaf oleh Imam Bukhary dan Ibnul Mubarak tiada lain kecuali para shahabat dan tabi’in.

Dan juga kalau kita membaca buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan nasab, akan didapatkan para ’ulama yang menyebutkan tentang nisbah Salafy (penisbahan diri kepada jalan para ‘ulama salaf), dan ini lebih memperjelas bahwa nisbah kepada manhaj salaf juga adalah sesuatu yang sudah lama dikenal dikalangan para ‘ulama.

Berkata As-Sam’any dalam Al-Ansab jilid 3 hal.273: “Salafy dengan difathah (huruf sin-nya) adalah nisbah kepada As-Salaf dan mengikuti madzhab mereka”.

Dan berkata As-Suyuthy dalam Lubbul Lubab jilid 2 hal.22: “Salafy dengan difathah (huruf sin dan lam-nya) adalah penyandaran diri kepada madzhab As-Salaf.”

Dan saya akan menyebutkan beberapa contoh para ‘ulama yang dinisbahkan kepada manhaj (jalan) para ‘ulama salaf untuk menunjukkan bahwa mereka berada diatas jalan yang lurus yang bersih dari noda penyimpangan:

1. Berkata Imam Adz-Dzahaby dalam Siyar A’lam An-Nubala` jilid 13 hal.183 setelah menyebutkan hikayat bahwa Ya’qub bin Sufyan Al-Fasawy rahimahullah menghina ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu: “Kisah ini terputus, Wallahu A’lam. Dan saya tidak mengetahui Ya’qub Al-Fasawy kecuali beliau itu adalah seorang Salafy, dan beliau telah mengarang sebuah kitab kecil tentang As-Sunnah”.

2. Dan dalam biografi ‘Utsman bin Jarzad beliau berkata: “Untuk menjadi seorang Muhaddits (ahli hadits) diperlukan lima perkara, kalau satu perkara tidak terpenuhi maka itu adalah suatu kekurangan. Dia memerlukan: Aqal yang baik, agama yang baik, dhobth (hafalan yang kuat), kecerdikan dalam bidang hadits serta dikenal darinya sifat amanah”.

Kemudian Adz-Dzahaby mengomentari perkataan tersebut, beliau berkata: “Amanah merupakan bagian dari agama dan hafalan bisa masuk kepada kecerdikan. Adapun yang dibutuhkan oleh seorang hafizh (penghafal hadits) adalah: Dia harus seorang yang bertaqwa, pintar, ahli nahwu dan bahasa, bersih hatinya, senantiasa bersemangat, seorang salafy, cukup bagi dia menulis dengan tangannya sendiri 200 jilid buku hadits dan memiliki 500 jilid buku yang dijadikan pegangan dan tidak putus semangat dalam menuntut ilmu sampai dia meninggal dengan niat yang ikhlas dan dengan sikap rendah diri. Kalau tidak memenuhi syarat-syarat ini maka janganlah kamu berharap.” Lihat dalam Siyar A’lam An-Nubala` jilid 13 hal.280.

3. Dan Adz-Dzahaby berkata tentang Imam Ad-Daraquthny: “Beliau adalah orang yang tidak akan pernah ikut serta mempelajari ilmu kalam (ilmu mantik) dan tidak pula ilmu jidal (ilmu debat) dan beliau tidak pernah mendalami ilmu tersebut, bahkan beliau adalah seorang salafy.” Baca Siyar A’lam An-Nubala` jilid 16 hal.457.

4. Dan dalam Tadzkirah Al-Huffazh jilid 4 hal.1431 dalam biografi Ibnu Ash-Sholah, berkata Imam Adz-Dzahaby: “Dan beliau adalah seorang Salafy yang baik aqidahnya.” Dan lihat: Thobaqot Al-Huffazh jilid 2 hal.503 dan Siyar A’lam An-Nubala` jilid 23 hal.142.

5. Dalam biografi Imam Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Isa bin ‘Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al-Maqdasy, Imam Adz-Dzahaby berkata: “Beliau adalah seorang yang terpercaya, tsabt (kuat hafalannya), pandai, seorang Salafy….” Baca Siyar A’lam An-Nubala` jilid 23 hal.18.

6. Dan dalam Biografi Abul Muzhoffar Ibnu Hubairah, Imam Adz-Dzahaby berkata: “Dia adalah seorang yang mengetahui madzhab dan bahasa arab dan ilmu ‘arudh, seorang salafy, atsary.” Baca Siyar A’lam An-Nubala` jilid 20 hal.426.

7. Berkata Imam Adz-Dzahaby dalam biografi Imam Az-Zabidy: “Dia adalah seorang Hanafy, Salafy.” Baca Siyar A’lam An-Nubala` jilid 20 hal.316.

8. Dan dalam Biografi Musa bin Ibrahim Al-Ba’labakky, Imam Adz-Dzahaby berkata: “Dan demikian pula beliau seorang perendah hati, seorang Salafy.” Lihat: Mu’jamul Muhadditsin hal.283.

9. Dan dalam biografi Muhammad bin Muhammad Al-Bahrony, Imam Adz-Dzahaby Berkata: “Dia seorang yang beragama, orang yang sangat baik, seorang Salafy.” Lihat: Mu’jam Asy-Syuyukh jilid 2 hal.280 (dinukil dari Al-Ajwibah Al-Mufidah hal.18).

10. Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolany dalam Lisanul Mizan Jilid 5 hal.348 dalam biografi Muhammad bin Qasim bin Sufyan Abu Ishaq: “Dan Ia adalah Seorang yang bermadzhab Salafy.”

Penamaan-Penamaan Lain Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Sebelum terjadi fitnah bid’ah perpecahan dan perselisihan dalam ummat ini, ummat Islam tidak dikenal kecuali dengan nama Islam dan kaum muslimin, kemudian setelah terjadinya perpecahan dan munculnya golongan-golongan sesat yang mana setiap golongan menyerukan dan mempropagandakan bid’ah dan kesesatannya dengan menampilkan bid’ah dan kesesatan mereka di atas nama Islam, maka tentunya hal tersebut akan melahirkan kebingungan ditengah-tengah ummat. Akan tetapi Allah Maha Bijaksana dan Maha Menjaga agama-Nya. Dialah Allah yang berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (Q.S. Al Hijr ayat 9).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu.”

Maka para ‘ulama salaf waktu itu yang merupakan orang-orang yang berada di atas kebenaran dan yang paling memahami aqidah yang benar dan tuntunan syari’at Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang murni yang belum ternodai oleh kotoran bid’ah dan kesesatan, mulailah mereka menampakkan penamaan-penamaan syari’at diambil dari Islam guna membedakan pengikut kebenaran dari golongan-golongan sesat tersebut.

Berkata Imam Muhammad bin Sirin rahimahullah:

لَمْ يَكُوْنُوْا يَسْأَلُوْنَ عَنِ الْإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوْا سَمّوْا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلاَ يُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ

“Tidaklah mereka (para ‘ulama) bertanya tentang isnad (silsilah rawi). Tatkala terjadi fitnah mereka pun berkata: “Sebutkanlah kepada kami rawi-rawi kalian maka dilihatlah kepada Ahlus Sunnah lalu diambil hadits mereka dan dilihat kepada Ahlil bid’ah dan tidak diambil hadits mereka.””

Maka Ahlus Sunnah Wal Jama’ah selain dikenal sebagai Salafiyah, mereka juga mempunyai penamaan lain yang menunjukkan ciri dan kriteria mereka.

Berikut ini kami akan mencoba menguraikan penamaan-penamaan tersebut dengan ringkas.

1. AL-FIRQOH AN-NAJIYAH

Al-Firqoh An-Najiyah artinya golongan yang selamat. Penamaan ini diambil dari apa yang dipahami dari hadits perpecahan ummat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

افْتَرَقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَإِنَّ أُمَّتِيْ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلاَّ وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَ فِيْ رِوَايَةٍ : مَا أَنَا عَلَيْهِ الْيِوْمَ وَأَصْحَابِيْ.

“Telah terpecah orang–orang Yahudi menjadi tujuh puluh satu firqoh (golongan) dan telah terpecah orang-orang Nashoro menjadi tujuh puluh dua firqoh dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firqoh semuanya dalam neraka kecuali satu dan ia adalah Al-Jama’ah dalam satu riwayat: “Apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya sekarang ini.” Hadits shohih, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Dzilalil Jannah dan Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain rahimahumullah.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Minhaj As-sunnah jilid 3 hal.345: “Maka apabila sifat Al-Firqoh An-Najiyah mengikuti para shahabat di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan itu adalah syi’ar (ciri, simbol) Ahlus Sunnah maka Al-Firqoh An-Najiyah mereka adalah Ahlus Sunnah”.

Dan beliau juga menyatakan dalam Majmu’ Al Fatawa jilid 3 hal.345: “Karena itu beliau (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) menyifati Al-Firqoh An-Najiyah bahwa ia adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan mereka adalah jumhur yang paling banyak dan As-Sawad Al-A’zhom (kelompok yang paling besar)”.

Berkata Syaikh Hafizh Al-Hakamy: “Telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -yang selalu benar dan dibenarkan- bahwa Al-Firqoh An-Najiyah mereka adalah siapa yang di atas seperti apa yang beliau dan para shahabatnya berada di atasnya, dan sifat ini hanyalah cocok bagi orang-orang yang membawa dan menjaga sifat itu, tunduk kepadanya lagi berpegang teguh dengannya. mereka yang saya maksud ini adalah para imam hadits dan para tokoh (pengikut) Sunnah.” Lihat Ma’arijul Qobul jilid 1 hal.19.

Maka nampaklah dari keterangan di atas asal penamaan Al-Firqoh An-Najiyah dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam.

Diringkas dari: Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Min Ahli Ahwa`i Wal Bid’ah jillid 1 hal.54-59.

Dan Berkata Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wad’iy rahimahullah setelah meyebutkan dua hadits tentang perpecahan ummat: “Dua hadits ini dan hadits-hadits yang semakna dengannya menunjukkan bahwa tidak ada yang selamat kecuali satu golongan dari tujuh puluh tiga golongan, dan adapun golongan-golongan yang lain di Neraka, (sehingga) mengharuskan setiap muslim mencari Al-Firqoh An-Najiyah sehingga teratur menjalaninya dan mengambil agamanya darinya.” Lihat Riyadhul Jannah Fir Roddi ‘Ala A’da`is Sunnah hal.22.

2. ATH-THOIFAH AL MANSHUROH

Ath-Thoifah Al-Manshuroh artinya kelompok yang mendapatkan pertolongan. Penamaan ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu.” Dikeluarkan oleh Muslim dari hadits Tsauban dan semakna dengannya diriwayatkan oleh Bukhary dan Muslim dari hadits Mughiroh bin Syu’bah dan Mu’awiyah dan diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bin ‘Abdillah. Dan hadits ini merupakan hadits mutawatir sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Iqtidho` Ash-Shirath Al-Mustaqim 1/69, Imam As-Suyuthy dalam Al-Azhar Al-Mutanatsirah hal.216 dan dalam Tadrib Ar-Rawi, Al Kattany dalam Nazhom Al-Mutanatsirah hal.93 dan Az-Zabidy dalam Laqthul `Ala`i hal.68-71. Lihat: Bashoir Dzawisy Syaraf Bimarwiyati Manhaj As-Salaf.

Berkata Imam Bukhary tentang Ath-Thoifah Al-Manshuroh: “Mereka adalah para ‘ulama”.

Berkata Imam Ahmad: “Kalau mereka bukan Ahli Hadits saya tidak tahu siapa mereka.”

Al-Qodhi Iyadh mengomentari perkataan Imam Ahmad dengan berkata: “Yang diinginkan oleh (Imam Ahmad) adalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan siapa yang meyakini madzhab Ahlul Hadits.” Lihat: Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah 1/59-62.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Muqoddimah Al ‘Aqidah Al Washitiyah: “Amma ba’du; Ini adalah i’tiqod (keyakinan) Al Firqoh An-Najiyah, (Ath-Thoifah) Al-Manshuroh sampai bangkitnya hari kiamat, (mereka) Ahlus Sunnah.”

Dan di akhir Al ‘Aqidah Al Washitiyah ketika memberikan definisi tentang Ahlus Sunnah, beliau berkata: “Dan mereka adalah Ath-Thoifah Al-Manshuroh yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mereka: “Terus menerus sekelompok dari ummatku diatas kebenaran manshuroh (tertolong) tidak membahayakan mereka orang yang menyelisihi dan mencerca mereka sampai hari kiamat” mudah-mudahan Allah menjadikan kita bagian dari mereka dan tidak memalingkan hati-hati kita setelah mendapatkan petunjuk.”

Lihat: Bashoir Dzawisy Syaraf Bimarwiyati Manhaj As-Salaf hal. 97-110.

3. AHLUL HADITS

Ahlul Hadits dikenal juga dengan Ashhabul hadits atau Ashhabul Atsar. Ahlul hadits artinya orang yang mengikuti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan istilah Ahlul hadits ini juga merupakan salah satu nama dan kriteria Salafiyah atau Ahlus Sunnah Wal Jama’ah atau Ath-Thoifah Al-Manshurah.

Berkata Ibnul Jauzi: “Tidak ada keraguan bahwa Ahlun Naql Wal Atsar (Ahlul Hadits) yang mengikuti jejak-jejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam mereka di atas jalan yang belum terjadi bid’ah.”

Berkata Al-Khathib Al-Baghdady dalam Ar-Rihlah Fii Tholabil Hadits hal.223: “Dan sungguh (Allah) Rabbul ‘alamin telah menjadikan Ath-Thoifah Al-Manshurah sebagai penjaga agama dan telah dipalingkan dari mereka makar orang-orang yang keras kepala karena mereka berpegang teguh dengan syari’at (Islam) yang kokoh dan mereka mengikuti jejak para shahabat dan tabi’in.”

Dan telah sepakat perkataan para ‘ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah bahwa yang dimaksud dengan Ath-Thoifah Al-Manshurah adalah para ‘ulama Salaf Ahlul Hadits. Hal ini ditafsirkan oleh banyak Imam seperti ‘Abdullah bin Mubarak, ‘Ali bin Madiny, Ahmad bin Hambal, Bukhary, Al-Hakim dan lain-lainnya. Perkataan-perkataan para ‘ulama tersebut diuraikan dengan panjang lebar oleh Syaikh Robi’ bin Hady Al-Madkhaly dan juga Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah hadits no.270.

Lihat: Haqiqitul Bid’ah 1/269-272, Mauqif Ibnu Taymiyah 1/32-34, Ahlul Hadits Wa Ath-Thoifah Al-Manshurah An-Najiyah, Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy, Bashoir Dzawisy Syaraf Bimarwiyati Manhaj As-Salaf dan Al-Intishor Li Ashhabil Hadits karya Muhammad ‘Umar Ba Zamul.

4. Al-Ghuraba`

Al-Ghuraba` artinya orang-orang yang asing. Asal penyifatan ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah riwayat Muslim No.145:

بَدَأَ الْإِسْلاَمُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam mulai muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya maka beruntunglah orang-orang asing itu”. Dan hadits ini adalah hadits yang mutawatir.

Berkata Imam Al-Ajurry dalam Sifatil Ghuraba` Minal Mu’minin hal.25: “Dan perkataan (Nabi) shallallahu ‘alaihi wa sallam “Dan akan kembali asing” maknanya Wallahu A’lam sesungguhnya hawa nafsu yang menyesatkan akan menjadi banyak sehingga banyak dari manusia tersesat karenanya dan akan tetap ada Ahlul Haq yang berjalan diatas syari’at islam dalam keadaan asing di mata manusia, tidakkah kalian mendengar perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Akan terpecah ummatku menjadi 73 golongan semuanya masuk neraka kecuali satu, maka dikatakan siapa mereka yang tertolong itu? Maka kata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Apa-apa yang saya dan para shahabatku berada di atasnya pada hari ini.””

Berkata Imam Ibnu Rajab dalam Kasyful Kurbah fi washfi hali Ahlil Ghurbah hal 22-27: “Adapun fitnah syubhat (kerancuan-kerancuan) dan pengikut hawa nafsu yang menyesatkan sehingga hal tersebut menyebabkan terpecahnya Ahlul Qiblah (kaum muslimin) dan menjadilah mereka berkelompok-kelompok, sebagian dari mereka mengkafirkan yang lainnya dan mereka menjadi saling bermusuhan, bergolong-golongan dan berpartai-partai setelah mereka dulunya sebagai saudara dan hati-hati mereka diatas hati satu orang (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) sehingga tidak akan selamat dari kelompok-kelompok tersebut kecuali satu golongan yang selamat. Mereka inilah yang disebut dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Terus menerus ada diantara ummatku satu kelompok yang menampakkan kebenaran, tidak mencelakakan mereka orang-orang yang menghinakan dan membenci mereka sampai datang ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala (hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan tersebut.” Mereka inilah al-Ghuraba` di akhir zaman yang tersebut dalam hadits-hadits ini.…”

Demikianlah penamaan-penamaan syari’at bagi pengikut Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan pemahaman para ‘ulama salaf, yang apabila dipahami dengan baik akan menambah keyakinan akan wajibnya mengikuti jalan para ‘ulama salaf dan kebenaran jalan mereka serta keberuntungan orang-orang yang mengikuti jalan mereka.

Cukuplah sebagai satu keistimewaan yang para salafiyun berbangga dengannya bahwa penamaan-penamaan ini semuanya dari Islam dan menggambarkan Islam hakiki yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tentunya hal ini sangat membedakan salafiyun dari ahlu bid’ah yang bernama atau dinamakan dengan penamaan-penamaan yang hanya sekedar menampakkan bid’ah, pimpinan atau kelompok mereka seperti Tablighy nisbah kepada Jama’ah Tabligh yang didirikan oleh Muhammad Ilyas, Ikhwany nisbah kepada gerakan Ikhwanul Muslimin yang dipelopori oleh Hasan Al-Banna, Surury nisbah kepada kelompok atau pemikiran Muhammad Surur Zainal ‘Abidin, Jahmy nisbah kepada Jahm bin Sofwan pembawa bendera bid’ah keyakinan bahwa Al-Qur`an adalah makhluk. Mu’tazily nisbah kepada kelompok pimpinan ‘Atho` bin Washil yang menyendiri dari halaqah Hasan Al-Bashry. Asy’ary nisbah kepada pemikiran Abu Hasan Al-Asy’ary yang kemudian beliau bertobat dari pemikiran sesatnya. Syi’iy nisbah kepada kelompok Syi’ah yang mengaku mencintai keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan masih ada ratusan penamaan lain, sangat meletihkan untuk menyebutkan dan menguraikan seluruh penamaan tersebut, maka nampaklah dengan jelas bahwa penamaan Salafiyun-Ahlus Sunnah Wal Jama’ah-Ath-Thoifah Al-Manshurah-Al-Firqoh An-Najiyah-Ahlul Hadits adalah sangat berbeda dengan penamaan-penamaan yang dipakai oleh golongan-golongan yang menyimpang dari beberapa sisi:

Satu: Penamaan-penamaan syari’at ini adalah nisbah kepada generasi awal ummat Islam yang berada di atas tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka penamaan ini akan mencakup seluruh ummat pada setiap zaman yang berjalan sesuai dengan jalan generasi awal tersebut baik dalam mengambil ilmu atau dalam pemahaman atau dalam berdakwah dan lain-lainnya.

Dua: Kandungan dari penamaan-penamaan syari’at ini hanyalah menunjukkan tuntunan Islam yang murni yaitu Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikit pun.

Tiga: Penamaan-penamaan ini mempunyai asal dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Empat: Penamaan-penamaan ini hanyalah muncul untuk membedakan antara pengikut kebenaran dari jalan para pengekor hawa nafsu dan golongan-golongan sesat, dan sebagai bantahan terhadap bid’ah dan kesesatan mereka.

Lima: Ikatan wala’ (loyalitas) dan baro’ (kebencian, permusuhan) bagi orang-orang yang bernama dengan penamaan ini, hanyalah ikatan wala’ dan baro’ di atas Islam (Al-Qur`an dan Sunnah) bukan ikatan wala’ dan baro’ karena seorang tokoh, pemimpin, kelompok, organisasi dan lain-lainnya.

Enam: Tidak ada fanatisme bagi orang-orang yang memakai penamaan-penamaan ini kecuali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena pemimpin dan panutan mereka hanyalah satu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berbeda dengan orang-orang yang menisbahkan dirinya ke penamaan-penamaan bid’ah fanatismenya untuk golongan, kelompok/pemimpin.

Tujuh: Penamaan-penamaan ini sama sekali tidak akan menjerumuskan ke dalam suatu bid’ah, maksiat maupun fanatisme kepada seseorang atau kelompok dan lain-lainnya.

Lihat: Hukmul Intima` hal 31-37 dan Mauqif Ahlus Sunnah wal Jama’ah 1/46-47.

Wallahu Ta’ala A’lam.

(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain, judul asli Hakikat Dakwah Salafiyah. URL Sumber http://www.an-nashihah.com/isi_berita.php?id=39)

Sumber: http://www.an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=29

There are currently 43 responses to “Apa Itu Salafiyyah”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On March 20th, 2008, ikhwanfillah_mks said:

    Assalamu Alaikum
    Wah tulisannya bagus sekali ustadzs….bisa nambah ilmu kita yg suka gabung di web ini. Dan andai saja semua bisa punya pemahaman dan pengertian seperti ini, maka insya Allah ummat islam bisa bersatu kembali.

    Ikhwan di bumi Allah

    Reply

  2. 2 On April 24th, 2008, nieda said:

    Assalamu’alaikum
    Alhamdullilah,jujur selama ini saya bingung mencari sesuatu yang menurut saya cocok untuk saya.Saya selama ini ingin lepas dari keterikatan satu golongan.Saya tidak mau diri saya di klaim dlm satu golongan yang mementingkan bid’ah,hawa nafsu,parpol dll.
    Terima kasih Ya Allah Engkau beri aku jalan.

    Wa ‘alaykissalâm wa rahmatullâhi wa barakâtuhu.

    Reply

  3. 3 On June 21st, 2008, irma said:

    Assalamualaikum……

    Alhamdulillah….ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya yang masih dalam taraf belajar..jujur saya juga bingung dengan ajaran2 islam yang semakin banyak ini…Syukur Alhamdulillah semoga ini sebaik-baiknya jalan menuju Ridho NYA… amin

    mohon ijin untuk mengcopy…..

    Hamba mu yang fakir ilmu wa amal

    Reply

  4. 4 On August 15th, 2008, Sigit said:

    Assalamu’alaykum warahmtaullah wabarakaatuh

    Artikel simple yang menjelaskan secara detail manhaj kita.
    Minta ijin untuk mengcopy artikel ini di blog ana yaa..
    Syukron

    Reply

  5. 5 On November 26th, 2008, ukh_tee said:

    Assalamu’alaikum..wr.wb

    Alahamdulillah, akhirnya kutemukan site baru yang bisa menambah wawasanku tentang Islam..

    Nice writing, I like it.. So far i just heard about salafi but i dont really understand bout it.. After reading it, Alhamdulillah i got something that really usefull for me who wants to know more and more about Islam..
    Pray for me also so I can Keep on Istiqomah..

    Jazakillah..

    Assalamu’alaikum..wr.wb

    Reply

    anshoruttauhid reply on March 30th, 2009:

    keep…..istiqomah on this manhaj, ukh_tee fillaah, than Alloh subhanahu wata’ala will be save us..
    right.?

    see u lather..(ilal liqoo’..)

    akhukum fillah

    Reply

    Tamam reply on October 22nd, 2011:

    Senang sekali bisa membaca ulasan ini, sekarang jadi jelas apa arti sebenarnya salafi. terima kasih ustaz.

    Reply

  6. 6 On December 20th, 2008, an_nida said:

    Assalamu’alaikum..wr..wb..
    Saya adalah orang awam yang ingin sekali belajar dan terus belajar tentang Islam…
    Saya harap dapat belajar dari website ini…
    Jazakillah…

    Wassalamu’alaikum..Wr..wb

    Reply

  7. 7 On January 4th, 2009, ummu zaid said:

    assalamu’alaikum warahmatullahiwabarokatu
    subhanallah,menambah keyakinan saya yang baru beberapa bulan mengenal salafy.mohon ijin untuk mengkopi ya.semoga tetap istiqomah.jazakallah

    Reply

  8. 8 On January 5th, 2009, abbas said:

    asalamu’alaikum wr.wb. alhamdulillah ana banyak membaca artikel dari web ini. sungguh luar biasa saya mendapatkan wawasan yang luas, yang sebelunya saya masih awam kurang informasi dan masih taraf belajar mengaji. pemaparan ustz sangat bagus, lugas dan gamblang sehingga mudah untuk dipahami.
    saya ingin bertanya ustaz….,
    1. tentang sistem yang sedang berlaku di negara kita (indonesia) ini, dimana dalam penegakkan hukum sepertinya sangat jauh sekali dengan syari’at islam. selain orang2 yang ada disana masih perlu dipertanyakan keislamannya itu sendiri, bagaimana sikap kita dan islam memandang hal ini menurut ust.?
    2. tentang partai politik ustaz, sekarang ini banyak parpol yang islam. tapi bagaimana untuk menilai bahwa mereka benar2 berideologi islam dan berjuang untuk islam? salah satunya PKS, yang selama ini byk kalangan yg mengatakan adalah satu2nya parpol yg teguh menjalankan syari’at islam dn dikenal bersih. tapi banyak juga orang islam sendiri yg tidak ngedukung bahkan menjauhi PKS.(saya masih kuliah semester 3, byk sekali pertyaan2 yang dibenak saya ttg permasalahan islam.selain saya dianggap ekxklusif dan keras oleh temen2). Mohon jawaban dan nasehatnya ustaz atas pertanyaan dan permasalahan ini. kalo boleh saya minta, jawaban itu bisa dikirim ke http://www.agusabbas@ymai.com , karena terus terang saya jarang ke internet, karena tempat jauh dari kota. syukron sebelumnya ustaz. wassalamu’alaikum wr.wb.

    Reply

  9. 9 On January 13th, 2009, husnaa Syahida said:

    assalamualaikum
    salam ukhuwah….

    Reply

  10. 10 On January 24th, 2009, Rahma said:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh…
    Subhanallah walhamdulillah,,,akhirnya saya bisa juga mendapatkan penjelasan yang begitu simpele namun sangat mudah untuk difahani tentang ma’na salaf yang slama ini saya pertanyakan, semoga saya bisa beramal sesuai para salaf…

    Ijin mengcopy artikel ini ya ukhtie…

    wassalamu’alaiki…

    Reply

  11. 11 On February 2nd, 2009, Ummu Fadhl said:

    Alhamdulillah..
    Alloh menghendaki kebaikan untuk kita..Alloh memberikan kemudahan untuk kita dalam menerima manhaj yang haq ini. Karena tidak sedikit, ikhwah kita yang juga setidaknya sudah mengetahui tentang manhaj ini tetapi hatinya masih tertutup.  Masih sulit untuk menerima karena memperturutkan hawa nafsunya dan persangkaan baiknya terhadap amalan-amalan bid’ahnya. Ya Alloh berikanlah kami petunjuk dan ketaqwaan.  Barokallohufiikum. Salam untuk semuanya dari ikhwah di Majalengka.

    Reply

  12. 12 On March 26th, 2009, Fathmah said:

    Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatuhu

    Jazakumuloh atas tulisannya menjadikan ana paham akan arti salafy..

    Reply

    anshoruttauhid reply on March 30th, 2009:

    semoga Alloh azza wajalla memberikan kita ketetapan diatas manhaj yang haq ini..
    aamien…

    Reply

  13. 13 On March 28th, 2009, Ummu Hanif said:

    Assalamualaikum, salam kenal unt smua muslimah yg sdh lebih dl gabung disni. Alhamdulilah akhirnya sy bisa mengikuti kajian dirumah sendiri meskipun harus malam hari ketika suami dan anak2  sy sudah tidur, krn waktu luang sy setelah sholat isya dan anak2 sudah tidursaat ini waktunya komputer ngangur & jd jatah saya.  Sy seorang ibu dgn 4 anak, Hanif 11th, Husna 9th, Harits 5th, dan sikecil Haura 3th.  Sudah lama sy  berusaha belajar ttg agama hanya melalui buku2 dan majalah2 islam serta buletin dahwah yg didpt suami saat jumatan.  Sy pernah tarbiah dgn akhwat PKS itu tdk lm hy beberapa minggu. ini kesalahan sy krn sibuk dgn urusan rmh tg dan anak membuat sy malas keluar rumah . saat ini pengetahuan ttg agama minim sekali . sy juga tdk memiliki teman yg pengetahuan agamanya bagus . lingkungan tempat saya tinggal pun mereka masing2  tdk ada komunikasi ,kalaupun ada hanya sekedar say helo at tersenyum sekedarnya. alhamdulilah  sy dan suami saat ini sedang belajar mengenai salaf . Suami sy mulai mengikuti kajian 2minggu sekali, tp tdk dng saya.  Alhamdulilah sy menemukan web ini, smoga ini merupakan hidayah yg Alloh berikan kpd sy. wahai saudara2 seiman bantulah sy untuk menjadi wanita yg sholeha menjadi ibu ygbaik bagi anak2. dan istikomah dijalan Alloh . Terima kasih kepada Darusunnah

    Reply

    ummu zagh reply on April 15th, 2009:

    Um, salafy bukan parpol lo um, salafy bukan PKS

    Reply

  14. 14 On March 29th, 2009, IBnu Hafidz Assalafiy said:

    SAlafiyah Only!!!!!!!

    Reply

  15. 15 On March 30th, 2009, Fatimah said:

    Assalamu Alaiakum Warahmatullahi Wabarakatuhu

    Salam ukhuwah semuanya..
    Teramat indah hidup ini dalam berpegang teguh pada ajaran AlQuran Dan Sunah..

    Reply

  16. 16 On March 31st, 2009, nurul said:

    Alhamdulillah akhirnya nemu juga web site yg bermutu buat kaum hawa.Jazakumullah khoir ya..smoga tetap istiqomah..salam dari kami di Yogya

    Reply

  17. 17 On March 31st, 2009, Fatimah said:

    Assalamu alaikum warahmatulahi wabarakatuhu..

    Rekan ana agak sedikit terheran ketika ana menyatakan rasa salut pada Akhwat salafaiyah dan ana ingin banyak ingin belajar dari sini.
    oh iyah komentar ana ada dua,dengan nama yg lainnya fathma,secara tidak sengaja kala menuliskan nama kurang hurup ..
    Ana kebetulan tinggal di negri yang mayoritasnya budha,adapun majelis yang ada disini,justru jauh dari tuntunan ajaran yang benar..ketika acara ulang tahun rekan dirayakan ditaklim,acara maulidan diiringi reban dan musik lainnya.apakah hal ini benar.?
    hingga ana putuskan ingin meninggalkan majelis dan kembali mengkaji lewat radio Assunah dan site Salafiyah..

    Jazakillah khairant katsiran.

    Reply

  18. 18 On April 12th, 2009, windi said:

    knp orgtua ana tak suka salafiyyah?
    bgnmcarax menjelaskan pd mrk spy paham??
    krn sedikitnya ilmu, diri ini tak sanggup membela diri  mencela ana yg berusaha meniti manhaj salaf insya allah
    apa ada saran ut ana?
    ana kdg brtengkar dg orgtua. kdg ana cm diem krn ga mw ribut terus

    Reply

    ummu zagh reply on April 15th, 2009:

    Bismillh,
    bekalilah diri dengn ilmu ukht, tmbh kesbrn,bnyk ber-do’a,

    Reply

  19. 19 On April 15th, 2009, ummu zagh said:

    perbaiki amalan ibdah, buktikn bhwa dengan manhaj ini anti benar2 mempunyai akhlk dan amln ibdh yang lebih bagus, lbh baik dari sebelumnya
    semoga tetap istiqomah,,buat seluruh akhowat salaf yang baru menganal salafy

    Reply

  20. 20 On July 28th, 2009, bambang irawan said:

    kita hanya berharap manhaj ini tidak hanya sekedar tulisan yang renyah dibaca namun apalah arti jika sebuah realitanya berbeda dengan yang termaktub, tetap semangat!!

    Reply

  21. 21 On December 25th, 2009, Darma said:

    Saya tahu Salaf bukan Parpol, saya juga sangat kagum dengan manhaj Salaf, pertanyaan saya bagaimana jika aktifis parpol juga mengamalkan ajaran Salaf, apakah dia bisa di sebut pengikut salaf?

    Terima kasih,

    Wassalamualakum

    Reply

  22. 22 On December 25th, 2009, Umi 'Azmah said:

    Afwan, saya sering mendengar kata Syumuliyatul Islam. Yang ingin saya tanyakan apakah makna terminologi ini dalm skala micro dan makro.

    Wassalam

    Reply

  23. 23 On January 26th, 2010, kiki halim said:

    Sebenarnya saya pernah datang ke kajian salaf mengenai akhlak, tauhid tetapi tdk begitu sering datang ke kajian tsb karena setiap kali saya datang ke kajian salaf, gaya berpakaian dari saya yg masih memakai celana panjang walaupun atasannya tdk ketat tetap saja saya punya perasaan aneh dan risih.Saya suka banget dgn kajian salaf tsb karena sesuai dengan yg saya butuhkan selama ini.

    Reply

  24. 24 On February 12th, 2010, Muslim said:

    sebuah nasehat tidak selalu di abaikan bahkan di tolak mentah-mentah, akan tetapi semua butuh introspeksi diri, hanya orang-orang yang jujur kepada Allah lah yang dapat menapaki manhaj salaf.. Amieen

    Reply

  25. 25 On February 15th, 2010, awang said:

    assalamu’alaikum ustadz…
    saya orang yang baru saja belajar islam dan masih mencari-cari mana yang lebih mendekati kebenaran (karena kebenaran yang hakiki adalah Allah), dan saya melihat artikel-artikel di situs ini sangat bermanfaat… untuk itu saya minta rekomendasi. syaikh siapa saja yang masih lurus dan bisa dirujuk ilmunya…jazamullah..
    (karena email gak pernah di pakai -kemungkinan experd- mohon jawabannya dipublish disini sekalian saya berkunjung untuk menikmati makalah yang ada)
    terimakasih ustadz

    Reply

  26. 26 On May 12th, 2010, ummu taqiya said:

    assalamualykum
    ijin copas link dan artikel ke web saya, untuk dakwah dan sebagai bahan pembelajaran saya, syukron

    Reply

  27. 27 On June 18th, 2010, yrenza said:

    Terima kasih atas ilmu nya

    Reply

  28. 28 On June 18th, 2010, yrenza said:

    Terima kasih atas ilmu nya
    salam ukhuwah….

    Reply

  29. 29 On November 3rd, 2010, ummu jafar said:

    bismillah, assalamualaikum, minta izin copy tulisanya ya ,untuk disebarkan ke kaum muslimin&muslimat yg lain. barokallohu fiik…

    Reply

  30. 30 On February 4th, 2011, khaerunnisaa said:

    bismillah. izin copas artikelnya di blog ana

    Reply

  31. 31 On April 7th, 2011, ida musaadah said:

    assalamu’alaikum wr wb
    ustadz trimakasih ilmu sekaligus penjelasanya,,,minyimak dan masih belajar

    Reply

  32. 32 On April 20th, 2011, Ummu Rufaidah said:

    Assalamu’alaikum …
    Afwan Ustadz, ana izin COPAS. Jazakumullah Khairon

    Reply

  33. 33 On April 26th, 2011, mecoba belajar said:

    alhmdulillah saya selalu dikelilingi muslim dgn berbagai macam karakter,suku,kelompok dll saya sekolah di sd muhammadiyah krn kebetulan sekolah itu murah dan dekat dgn rumah,kemudian smp dikalangan PKS gitu.di sma kalangan NU,di kuliah kalangan salafi,dari sinilah saya temukan setiap mereka pasti punya kelebihan dan kekurangan dan saya mencoba untuk mengambil kebaikan dari setiap mereka dan tidak pernah ingin membenci atau memperolok-olok mereka,selalu mengedepankan husnudzon dan tabayun.. saya muslim cinta damai

    Admin:
    Jika antum membaca dan memahami tulisan di atas dengan baik, maka akan tau makna dan hakikat dari dakwah salafiyah, oleh karena itu jelaslah bahwa segala kebaikan agama ini sudah tercakup dalam manhaj salaf sebagaimana kebaikan islam di jaman salaf, ini mutlak sifatnya, sedangkan orang per orang maka itu tergantung orangnya. Adapun selain manhaj salaf maka padanya ada kebenaran dan kebatilan, yang benar kita katakan benar dan yang batil kita nyatakan batil.

    Reply

  34. 34 On May 3rd, 2011, chichu said:

    Assalamu’alaykum
    ana masih bingung…mw mengikuti yang mana…??? ana takut dibilang ekstrim…
    ana ada pertanyaan…
    “bukannya islam itu harus ada di segala bidang yaa??? kenapa salafy tidak berkecimpung di segala bidang…???
    “ana lihat org2 salafy bnyak yang memakai cadar…naahh…ana kan hdup di lingkungan sekolah teknik nih,tentu klo ana tampil dengam cadar,jgnkan untuk berdakwah…ngedeketin ana pun merka akan takut…”
    mohon pencerahannya…

    Reply

  35. 35 On May 4th, 2011, admin said:

    Wa’alaykumussalaam warahmatullah.
    Kita mengikuti agamanya Rasulullah dan para salafush shalih, pasti tidak bingung. Ini adalah prinsip setiap muslim.

    “bukannya islam itu harus ada di segala bidang yaa??? kenapa salafy tidak berkecimpung di segala bidang…???”

    Pernyataan anti di atas ini hanya kesimpulan anti sendiri, karena mungkin masih bingung dalam memahami Islam yang benar, padahal hakikatnya tidak demikian.
    Sesuai prinsip tadi, bahwa kita mengikuti agamanya Rasulullah dan salafus shalih, maka kita ada di seluruh bidang yang Rasulullah dan salaf ada di bidang itu, dan kita membatasi di dibidang yang Rasulullah membatasi disitu. Kita mengutamakan bidang yang Rasulullah utamakan bidangnya, dan kita mengakhirkan bidang yang Rasulullah akhirkan. Akan tetapi sebagian orang berpikir dengan pemahamannya yang dangkal sehingga menyangka apa yang dimasukinya itu adalah utama, padahal Rasulullah tidak mengutamakannya. Sedangkan sebagian orang lainnya karena kebodohannya telah meremehkan sesuatu, padahal Rasulullah telah mementingkannya. Adapun manhaj salaf menempatkan segala sesuatu di atas bimbingan ilmu. Dengan mengikuti semurni-murninya agama para salaf kita yang shalih maka kita akan selamat, hanya dengan cara ini kita tidak bingung dalam agama, juga hanya dengan cara inilah kita akan sampai ke tempat yang para salafus shalih telah sampai padanya. Jika kita tidak mengikuti mereka dengan murni, maka siapa yang dapat menjamin kita akan berada di tempat yang sama dengan mereka di akhirat kelak? Apakah mereka kelak akan berada dalam neraka? tidak mungkin Rasulullah dan salafus shalih kita masuk neraka, karena Allah telah menjamin surga untuk Rasulullah dan sekian shahabatnya, juga Rasulullah telah menjamin bahwa sebaik-baik generasi adalah salafus shalih 3 generasi awal. Oleh karena itu siapa lagi yang paling patut untuk diikuti dalam beragama ini, tidak lain dan tidak bukan kita hanya mengikuti mereka.
    Ini semua hanya dapat kita ketahui jika kita belajar Islam dengan benar.

    “ana lihat org2 salafy bnyak yang memakai cadar…naahh…ana kan hdup di lingkungan sekolah teknik nih,tentu klo ana tampil dengam cadar,jgnkan untuk berdakwah…ngedeketin ana pun merka akan takut…”

    Adapun masalah ini, hendaknya anti pahami bahwa kita beribadah dan menaati perintah Allah bukan karena untuk penilaian manusia. Apakah dengan alasan mau berdakwah untuk orang lain lantas anti akan melanggar yang Allah haramkan atas anti? Islam tentu tidak begitu, tidak mungkin Allah perintahkan suatu ketaatan namun dengan cara bermaksiat kepada-Nya. Oleh karena itu kekhawatiran anti tidak ada dasarnya sama sekali, itu hanya tipuan dari syaitan agar anti meninggalkan ketaatan kepada Allah. Dalam hal ini yang seharusnya anti lebih pentingkan bukan masalah dakwah itu tapi adalah bagaimana diri anti bertakwa kepada Allah, karena Allah perintahkan “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” yang maknanya bahwa diri kita kemudian keluarga lebih kita utamakan dalam agama ini. Jika anti risau ingin berdakwah kepada teman-teman, anti harus lebih risau ketika diri anti malah meninggalkan perintah Allah dan bermaksiat kepada Allah karena alasan kepedulian dakwah kepada teman. Wallahu a’lam.

    Reply

  36. 36 On August 19th, 2011, indra said:

    assalamu’alaikum

    ana amat gmbira dgn situs AKHWAT.WEB ini,krn penulis nya adlah ustadz yg sya kagumi,ana slma ini tlah mncri2 situs nya bliau,akhir nya ana mnmukan nya jga..

    jazakallahu khoiron

    wassalam

    Reply

  37. 37 On August 19th, 2011, indra said:

    assalamu’alaikum
    afwan,ana ndak tw kalaw ini situs khusus buat akhwat,
    ana ndak akn buka situs2 ini lgi krn situs ini adlh khusus
    afwan jiddan
    wassalam

    admin:
    wa’alaykumussalaam, ikhwan boleh buka karena tidak ada larangannya…

    Reply

  38. 38 On October 13th, 2011, Raihanah said:

    Bismillah,

    Izin share ya….
    Jazakunnalaahu khoir…

    Reply

Leave a Reply

  • Komentar

    • Abu Rafi: Assalaamu 'alaikum, Afwan mau tanya dul...
    • anis: na'am..afwan..yg penerimaan Santriwati B...
    • ummu ibrohim: bismillah. Assalamu'alaykum warohmatull...
    • Honeymoon Bali: Informasi yang sangat bermanfaat. Senang...
    • anis: Assalamu'alaykum warohmatullohi wabaarka...
    • anis: Assalamu'alaykum warohmatullohi wabaarak...
    • sarah: assalamualaikum, kantor majalah akhwat i...
    • Shafira: something interesting ... appropriate fo...
    • Al Miftah: Berdosa kah orang yang berhijab namun ti...
    • ahmad: apa hukumnya seorang laki-laki yang meni...
    • minie: sangat setuju..Alhamdulillah jika kita s...
    • rara: ass,wr,wb saya mau tanya, di dalam h...
    • ukhti anggie: jazakillah khairan , ilmu yang bermanfaa...
    • dewi: Assalamu alaikum warohmatullahi wabaroka...
    • Hamba Allaah: MaasyaAllaah... Jazaakunnallaahu Khayran...
    • Mas To: Assalamu'alaikum... Dlm bina kluarga aq...
    • abu al-jabir: harga itu sdh termasuk bangunannya atau ...
    • Ainiy: Subhanallah ,sangat bermanfaat .. Ana i...
    • Ashar: Bgmn kalo mau komentar di slh satu artik...
    • iza: assalamu'alaykum...afwan ana izin share,...
  • Pencarian


  • --Mutiara Ilmu--

    قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ

    “Katakanlah (wahai Nabi) kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…”
    - Al-Qur'an, An-Nuur : 31
    • Arsip Bulan Ini

    • February 2012
      M T W T F S S
      « Jan    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      272829  
    • Arsip Bulanan





    Akhwat Muslimah Salafiyah
    Majalah AKHWAT -Jurnal Muslimah dan Keluarga Sakinah-
    SALAFY WEBSITE START PAGE










    corel 2000

    corel 2000 serial

    cs5 serialz

    cs5 serialz free

    serial winzip 11

    serial winzip 11 key

    corel dvd moviefactory 6

    corel dvd moviefactory 6 downloads

    serial corel draw 11

    serial corel draw 11 serials

    free corel photoshop download

    free corel photoshop download keygen

    free winrar download for xp

    download winrar for xp for free

    winrar 3 download

    winrar 3 download freedownload

    download winrar free windows 7

    download winrar free windows 7 crack

    free corel downloads

    free corel downloads cracked