Arsip Materi

Radio Dakwah Online

Himbauan Para Ulama Perihal Boikot Syiah terhadap Dammaj

Himbauan Syaikh Robi’ bin Hadi al Madkholi hafizhahullah

Seruan kepada seluruh Ahlu Sunnah untuk menolong para saudara kita di Dammaj

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji hanya mililk Allah I semata, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah r, para keluarga beliau, para shahabat beliau, dan kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.

Adapun setelah itu,

Sungguh telah sampai berita kepada kami disertai rasa keprihatinan, yakni ulah yang diperbuat oleh orang-orang Rafidhah batiniyah, yang mana mereka itu adalah musuh Islam, musuh para shahabat yang mulia, yakni aksi pengepungan dan anacaman yang mereka lakukan terhadap saudara-saudara kita salafiyin di Dammaj dan di markaznya salafy sunni dilakukan dengan penuh kebencian dan penuh permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kami wasiatkan kepada para saudara-saudara kita di Dammaj untuk senantiasa istiqamah di atas sunnah dan untuk senantiasa sabar dan terus memohon pertolongan kepada Allah I dalam melawan kezaliman ini dan untuk melawan permusuhan orang-orang Rafidhah.

Dan hendaklah bagi saudara-saudara mereka dari kalangan Ahlu Sunnah untuk bangkit bersama saudaranya di Dammaj untuk menghadapi tindakan pelampauan batas ini dan untuk membasmi para pelakunya, dan untuk membersihkan negeri Yaman -dan negeri selainnya- dari kotoran yang bernama Rafidhah jika mereka sanggup untuk melakukan hal itu, Allah I berfirman:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hajj: 40)

Dan dalam surat lain Allah I berfirman:

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (126) لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ (127)

“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir , atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (Ali Imran: 126-127)

Sesungguhnya pertikaian yang terjadi antara Ahlu Sunnah dan Rafidhah batiniyah adalah sebagaimana pertikaian yang terjadi antara kekufuran dan Islam, maka hendaklah Ahlu Sunnah di seluruh tempat di Yaman dan selainnya agar memberikan pertolongan kepada suadara-saudara mereka, baik pertolongan itu dengan wujud tenaga ataupun harta; kami memohon kepada Allah I agar Dia memporak-porandakan makar orang-orang Rafidhah batiniyah dan makar seluruh musuh Islam di semua tempat.

Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha mendengarkan do’a para hamba-Nya.

Ditulis oleh:

Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkhali

4 Dzulhijjah 1432Hhttp://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187 )

Himbauan Syaikh ‘Ubaid Al-Jaabiri hafizhahullah

Beliau ? ditanya:Sebagaimana yang telah anda ketahui wahai syaikh, problema yang tengah dihadapi oleh Ahlu Sunnah di Dammaj, yang mana mereka sedang menghadapi Rafidhah, kelompok jelek nan jahat ini senantiasa berbuat kerusakan di muka bumi, kini mereka tengah mengepung saudara-saudara kita di sana sejak beberapa hari yang lalu dan mereka juga memusatkan aksi pengrusakan mereka di markas Asy-Syaikh Muqbil ?.

Maka apa nasihat dan petuah anda bagi para Ahlu Sunnah di Dammaj dan untuk para penduduk negeri Yaman secara umum dalam menghadapi konflik ini?

Beliau ? menjawab:

Bismillah,

Segala puji milik Allah I semata, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi kita Muhammad r, keluarga, dan para shahabat beliau semuanya.

Adapun setelah itu,

Di sini saya hanya akan menekankan apa yang telah disampaikan oleh saudaraku Syaikh Rabi’ bin Hadi حَفِظَهُ اللهُ -semoga Allah I senantiasa menjaganya- dan semoga Allah I senantiasa menunjukinya kepada jalan yang lurus, baik itu dalam perkataan-perkataan beliau, amal-amal beliau, dan seruan beliau untuk menolong Ahlu Sunnah di Dammaj dan daerah lain, baik seruan beliau yang bersifat global maupun seruan beliau yang bersifat spesifik.

Dan aku hanya akan memberi sedikit catatan, dan sedikit tambahan terhadap permasalahan yang sedang memanas; yakni tentang berita ulah orang-orang Rafidhah, melihat kondisi mereka, menilik sejarah mereka yang kelam, melihat keburukan mereka, dan melihat makar-makar yang mereka lancarkan maka akan nampak secara gamblang bahwa mereka orang-orang Rafidhah tak akan rela sedikitpun, melainkan mereka senantiasa menganggap halal untuk menumpahkan darah Ahlu Sunnah, mereka beranggapan bolehnya merampas harta-harta dan kehormatan Ahlu Sunnah; walaupun hingga pemerintah suatu negara kaum muslimin turun tangan untuk memberikan keputusannya, dan walaupun pemerintah kaum muslimin berusaha menyelamatkan Ahlu Sunnah dari tindakan jahat mereka, tindakan jahat seperti itu adalah wujud ketidaksenangan mereka terhadap Ahlu Sunnah.

Bermula dari semua inilah, suara yang paling lantang menyerukan untuk memberi bantuan ke Dammaj adalah suara yang dikeluarkan oleh Asy-Syaikh Rabi’, dan aku mendukung pendapat beliau yang telah menyerukan para Ahlu Sunnah agar mereka bersemangat tuk menolong saudara-saudara mereka sesama Ahlu Sunnah di Dammaj, dan agar mereka bertindak secara serempak untuk menolong Ahlu Sunnah dan markas Ahlu Sunnah yang telah dibangun di atas sunnah sejak awal berdirinya, kami mengharap memang demikian perkaranya, dan Allah I lah yang akan memperhitungkan segala hal di zaman Asy-Syaikh Muqbil hingga hari ini. Walaupun Yahya bin Ali Al-Hajuri melakukan hal yang tidak sepantasnya di markas (Dammaj) ini, dan dia terhalangi oleh bid’ah dan perkara-perkara muhdats dari memahami kebenaran.

Namun hal ini tidak menghalangi kami untuk menyeru para Ahlu Sunnah di Yaman dan Ahlu Sunnah di luar Yaman agar mereka menolong saudara-saudaranya baik pertolongan itu dalam bentuk tenaga dan harta jika mereka mampu, dan pertolongan itu bisa dalam bentuk tenaga maupun uang yang terkoordinir manakala pertolongan ini berada dalam naungan pemerintah, yakni pemerintah Yaman yang dipimpin oleh seorang penguasa Yaman ataupun pihak yang diserahi mandat untuk menggantikan tugas tersebut. Dan bilamana negara tersebut tak mampu dan tak ada pihak yang diberi mandat untuk menjalankan tugas tersebut. Maka hendaklah seseorang tetap berusaha menolong Ahlu Sunnah di Dammaj bersama orang-orang menggabungkan diri untuk menolong Ahlu Sunnah guna membantu markas (Dammaj) tersebut dan dan membantu Ahlu Sunnah yang ada di sana. Maka hendaklah seseorang bersemangat hingga mereka bisa menyelamatkan markas tersebut, yakni markas Dammaj dan para Ahlu Sunnah yang ada di sana. Dan juga hingga mereka bisa menyelamatkan saudara-saudaranya dari kejahatan yang dilancarkan oleh orang-orang Rafidhah dan aliran kebatinan, yang mana mereka itu adalah musuh Islam dan musuh Sunnah.

Maka permusuhan mereka (orang-orang Rafidhah) tidak muncul hanya saat ini saja, tidak muncul di hari ini saja, tidak muncul di tahun ini saja, dan tidak muncul di abad ini saja; bahkan permusuhan mereka jauh-jauh hari telah muncul sejak di dapatinya Ibnu Saba` Al-Yahudi Al-Yamani yang telah menyatakan diri sebagai muslim namun hakikatnya dia adalah seorang munafik serta orang yang membuat makar terhadap Islam dan kaum muslimin. Dan hendaklah mereka (kaum muslimin) yakin  bahwa Allah I senantiasa bersama orang-orang bertakwa, Allah I akan senantiasa menyertai orang-orang yang menolong agama-Nya, dan Allah I akan senantiasa bersama orang yang bersungguh-sungguh meninggikan kalimat-Nya.

Allah I berfirman:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ (171) إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ (172) وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ (173)

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (Ash-Shaaffat: 171-173)

Dan Allah I berfirman:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (Ghaafir: 51)

Didiktekan oleh: Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Jaabiri pagi hari, ketika hari sabtu, hari ketika dilakukan wukuf, 9 dzulhijjah 1432, bersamaan dengan 11 Nopember 2011.

Allah I bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad r, keluarga, dan para shahabat beliau semuanya.

(sumber: http://alyamaany.com/fozy/up/download.php?id=1450)

Himbauan Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi hafizhahullah

Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali حَفِظَهُ اللهُ berkata:

“Dan ada pertanyaan yang berasal dari Yaman sebagaimana dikatakan oleh syaikh yang mulia, semoga Allah I senantiasa menjagamu dengan kebaikan yang akan terus muncul dengan sebab kemuliaan ilmu yang kalian miliki. Apa yang tengah dihadapi oleh saudara-saudara kita para Ahlu Sunnah yang berada di Dammaj berupa pengepungan berlapis yang dilakukan oleh kelompok Rafidhah, semoga Allah I menghinakan mereka orang-orang Rafidhah.

Maka apa wasiat dan petuah anda seputar kenyataan ini untuk para Ahlu Sunnah secara umum atau bagi Ahlu Sunnah yang berada di Dammaj?

Beliau syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali ? menjawab:

Pertama-tama kuucapkan Alhamdulillah -segala puji hanya milik Allah I semata-

Kelompok Rafidhah, mereka senantiasa menjadi musuh kaum muslimin sejak awal kemunculannya, mereka selalu menanti-nanti kapan kaum muslimin akan memperoleh bencana, semoga Allah I mengganjar mereka orang-orang Rafidhah dengan balasan setimpal. Dan musibah yang menimpa Ahlu Sunnah tidaklah terjadi melainkan ada andil mereka di dalamnya, sebagaimana runtuhnya daulah Abasiah adalah juga dari makar yang mereka perbuat, dan kejadian-kejadian lain yang menimpa umat Islam mayoritas disebabkan oleh ulah mereka, kita memohon kepada Allah I ampunan dan keselamatan.

Dan nasihatku bagi para saudaraku Ahlu Sunnah yang berada di Yaman secara umum agar mereka saling bantu-membantu dan bahu-membahu dalam menghadapi mereka orang-orang Rafidhah, yang mana mereka merupakan musuh Allah I, musuh Rasaul-Nya r, dan musuh agama yang hak ini (agama Islam). Inilah yang kami wasiatkan untuk kalian para Ahlu Sunnah, dan wasiat tersebut untuk menjelaskan jalannya orang-orang yang memijaki kebenaran dan agar menyebarluaskan wasiat tersebut di kalangan manusia, serta untuk menghinakan kelompok Rafidhah dengan ideologi ataupun paham mereka yang batil dan juga untuk membeberkan keburukan-keburukan mereka pada manusia; dan dalam rangka untuk menjelaskan kepada manusia akan penyimpangan kelompok ini, hingga mereka tahu berbagai keburukan yang ada pada Rafidhah.

Inilah juga yang hendaknya dan seharusnya bagi manusia untuk bersungguh-sungguh agar menyebarkan dakwah yang shahih dan menyebarkan sunnah dan juga untuk menolong sunnah. Adapun mengenai saudara-saudara kita di Dammaj maka marilah kita berdo’a pada Allah I untuk kebaikan mereka, dan aku berdo’a kepada Allah I yang Maha  Agung,, yang mana bila Dia diminta dengan nama-Nya Yang Mulia tersebut Dia akan memberi, dan bila Dia dimohon dengan nama-Nya Yang Mulia Dia akan mengabulkan. Dan aku juga berdo’a kepada Allah I agar Dia menghancurkan mereka orang-orang Rafidhah yang carut-marut, najis lagi kotor; dan agar Dia memporak-porandakan makar yang mereka lakukan, agar Dia mencabut mereka orang-orang Rafidhah hingga ke akar-akarnya, agar Dia menyudutkan mereka, agar Dia mencerai-beraikan barisan mereka, dan agar Dia I melemahkan mereka orang-orang Rafidhah.

Dia lah sebaik-baik Dzat untuk dimintai. Dan kami juga mewasiatkan para Ahlu Sunnah di Dammaj untuk bersabar dan memohon kepada Allah I, dan berusaha berjuang sekuat tenaga. Dan tiada perkara yang lebih penting dari pada berdo’a dan memohon dengan segenap hati kepada Allah I, dan agar seorang hamba menolong agama-Nya, dan meninggikan kalimat-Nya.

Do’a merupakan senjata yang sangat ampuh yang dilupakan banyak manusia, yang mana mereka lebih mementingkan hal-hal yang bersifat materi sebagai senjatanya, dan manusia sekarang tergiring untuk melalaikan senjata maknawi yang sangat agung, yakni sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Allah swt: “Jika Allah I menolong kalian, maka tidak akan ada yang bisa mengalahkan kalian, dan jika Allah I tidak menolong kalian, maka siapa lagi yang bisa menolong kalian setelah itu?”

Maka yang harus dilakukan para Ahlu Sunnah di Dammaj sekarang ini adalah berdo’a dan segenap hati memasrahkan diri pada Allah I, serta memohon dengan merendahkan diri pada-Nya agar Allah I melenyapkan musibah yang tengah melanda mereka. Dan aku wasiatkan juga untuk mereka agar terus tabah dan menjauhkan diri mereka dari berbuat zalim dan menganjurkan para Ahlu Sunnah untuk berbuat dengan kadar yang mereka mampui supaya menolong saudara-saudara kita para Ahlu Sunnah di Dammaj.

Maka kita katakan bahwa inilah yang telah diajarkan oleh agama Islam, meskipun kita telah membantah Yahya Al-Hajuri atau kita telah membantah si fulan, maka membantah dan menjelaskan al-haq -kebenaran- merupakan satu bab, adapun menolong sunnah dan Ahlu Sunnah merupakan bab lain yang terpisah. Maka bagi para Ahlu Sunnah yang berada pada garis terdekat dengan Dammaj, lalu yang lebih dekat lagi, kemudian yang lebih dekat lagi wajib untuk menolong saudara-saudara mereka dan untuk merapatkan barisan dalam satu shaf dengan mereka, serta untuk menolong mereka dalam menghadapi orang-orang zalim dan aniaya.

Agar seorang Ahlu Sunnah yang berada pada batas terdekat untuk berperang bersama para Ahlu Sunnah di Dammaj, wajib hukumnya untuk berjihad bersama mereka guna menghadapi mereka orang-orang Rafidhah. Yang terdekat, kemudian yang lebih dekat lagi.

Maka janganlah seseorang menduga dengan dugaannya jikalau kami telah membantah Yahya Al-Hajuri di Dammaj lantas kami akan mengorbankan sunnah, مَعَاذَ اللهِ -kita berlindung kepada Allah I – dari tindakan demikian.

Ahlu Sunnah, mereka semua adalah saudara-saudara kita, kerabat kita, dan mereka adalah orang-orang yang harus kita muliakan di semua tempat dan di sepanjang zaman. Kita marah kepada mereka, kita senang dengan kesenangan yang sedang mereka rasakan, dan kita ikut merasakan sakit sebagaimana sakit yang tengah mereka alami.

Maka wajib bagi Ahlu Sunnah di Yaman secara umum agar menolong saudaranya dan hendaknya ia merapatkan barisan bersama para Ahlu Sunnah di Dammaj untuk menghadapi orang-orang Rafidhah sang penumpah darah dan untuk menghadapi orang-orang zalim. Dan mereka (orang-orang Rafidhah) menyangka bahwa mereka bakalan bisa menggayang Ahlu Sunnah. Sekali lagi hendaknya bagi saudara-saudara kita Ahlu Sunnah agar menyelamatkan saudara-saudaranya di Yaman secara umum dan agar menyelamatkan saudara-saudara mereka di Dammaj, dan hendaklah mereka menggempur orang-orang Rafidhah dari belakang, dan hendaklah ada kelompok lain di sekitar mereka jika orang-orang Rafidhah sedang mengepung Dammaj, kemudian kelompok ini ganti mengepung orang-orang Rafidhah dan memotong bantuan ataupun bahan logistik yang akan tertuju pada mereka.

Inilah yang kami wasiatkan kepada para Ahlu Sunnah saudara-saudara kami di Yaman untuk menolong saudara-saudara mereka Ahlu Sunnah di Dammaj dengan segala yang mereka mampui.

Wallahu a’lam.

Allah I bershalawat, salam, dan melimpahkan barakahnya pada hamba dan Rasul-Nya Nabi kita Muhammad r, kepada keluarga beliau dan para shahabat beliau seluruhnya dan segala puji hanya milik Allah I semata Rabb semesta alam.”

Diterjemahkan oleh tim naskah Al-Ilmu Islami Group (Majalah Akhwat, Majalah Asy-Syifa’, Majalah Bisnis Muslim, Majalah Abatatsa)

11 comments to Himbauan Para Ulama Perihal Boikot Syiah terhadap Dammaj

  • Wiratno

    Allahu Akbar…
    Tentara Allah pasti menang
    Allahu Akbar…

  • Wiratno

    Allahu Akbar…
    Tentara Allah pasti menang
    Tentara syaithan pasti terhinakan
    Allahu Akbar…

  • Ummu Habiba

    Bismillah, Assalamu’alaykum warahmatullah.

    Wajibkah salafiyyun di Indonesia berjihad ke yaman? Apakah Yahya Al Hajuri masih merupakan ulama salafy? sepertinya kalo di lihat dari fatwa di atas sepertinya para masyaikh masih menganggap Yahya Al Hajuri masih masuk ke dalam golongan ulama salaf? bagaimana tanggapan para asatidz tentang hal ini ? barakallahufiik atas informasinya. wassalam.

    Admin:
    Wa’alaykumussalaam warahmatullah, silahkan simak dengan baik seruan ulama kita di atas, insya Allah sudah dgn jelas menjawab yg ditanyakan.
    - tidak ada pernyataan wajib berjihad ke yaman
    - ya tentu saja beliau ulama salafy, siapa yang telah mengeluarkannya dari ahlussunnah? di atas sangat jelas bahwa para ulama lain masih mengakui Syaikh Yahya adalah ulama salafy, silahkan baca atau dengarkan sendiri.
    - tanggapan asatidz tentang ini ya silahkan tanya langsung ke asatidz, tapi tentunya asatidzah tidak keluar dari bimbingan para ulama ahlussunnah di atas.

    • Ummu Raihana

      Setuju sekali dengan penjelasan Admin, Syaikh Yahya tetap seorang ulama Ahlus Sunnah. Terlepas dari siapa yg salah dan siapa yg benar dalam masalah fitnah di kalangan salafiyyin. Alangkah lebih baik sebagai orang yang ilmunya jauh dari kapasitas ulama tidak bersikap taqlid dan tergesa2 memvonis ulama, apalagi hanya karena pengaruh sebuah blog, situs atau pendapat seorang ustadz saja. Wallahu a’lam.

      • Ummu Raihana

        Karena masalah bantah membantah di kalangan ulama adalah hal yg wajar, dan tidaklah mereka membantah suatu permasalahan melainkan di atas ilmu. Sedangkan kita ?, terkadang tak mau terima dengan kritikan, bantahan yg bisa jadi itu suatu nasehat.. Adapun ulama jika salah dalam berijtihad mereka dapat 1 pahala atas usahanya,sedangkan kita ?..
        Jangan gegabah mengeluarkan seorang ulama dari lingkup ahlus sunnah jika kita tak paham masalahnya. Coba tengok ibnu Hajar, Imam Nawawi bahkan ibnu taimiyyah pun pernah melakukan kesalahan dalam masalah aqidah, tapi apakah lantas dgn tergesa2 para ulama ahlus sunnah masa kini mengeluarkannya dari lingkup ahlus sunnah?

  • rusi

    assalamu’alaykum biar lebih ilmiah url-nya dicantumkan

    Wa’alaykumussalaam warahmatullah, url sumber asli sudah sangat jelas tercatum di atas.
    - http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187
    - http://www.reeem.info/upload/download.php?id=965
    - http://alyamaany.com/fozy/up/download.php?id=1450

  • abu zur'ah

    bismillah, akhy fillah..sepertinya ada kesalahan penerjemahan fatwa ubed al jabiry..ubed dlm fatwa nya menyatakan syekh yahya وملأه بدعا ومحدثاتاهـ inilah keganjilan fatwa ubed..mohon ikhwah perhatikan,jgn sampe tertipu!salafiyin di dammaj sdg hujan peluru dan krisis pangan tp tetap tegak menuntut ilmu syar’i pagi siang malam, apakah benar dan cocok fatwa ubed diatas?tolonglah ubed dgn (minimal) tdk menyebar fatwanya yg dholim diatas

    Admin:
    Demikian adanya diterjemah dari rekaman tsb, silahkan dengarkan sendiri dan dikoreksi jika ada salah terjemah. Yang demikian adalah pendapat dari pendapat-pendapat yang setiap kita berhak mengikuti mana yg dilihatnya lebih dekat pada kebenaran, namun vonis-vonis bukan suatu hal yang pantas bukan pula penting bagi kita karena bukan kedudukan kita utk menilai. karena tidak ada yg suci dari kesalahan sekalipun ulama, maka adalah hal biasa dan tidak ada cela jika di antara para ulama saling menasehati dalam bentuk bantahan yg ilmiah, tapi secara umum mereka semua tetap di atas manhaj ahlussunnah insya Allah. yang demikian ini juga mengajarkan pada kita utk bagaimana selalu menjaga adab, menyadari kapasitas diri, bersikap di atas ilmu dan tidak tergesa-gesa apalagi dalam masalah fitnah. Wallahu a’lam.

  • kanz

    semoga ALLAH jalla wa’ala memberikan kemnangn…aamiiin

  • ummu mushab

    bismillaah…
    ana berharap salafiyin di seluruh dunia bersatu dan tidak berpecah>amin.
    semoga Alloh menolong dan memuliakan dienul islam ..

  • Abdul Rahman Almakassary

    Bismillah…
    Anan doakan mdh2han Ahlus Sunnah/Salafiyyin dberikan k sabaran dan ktabahan iman dlm mghadapi musibah yg sedang d alami d dammaj terkhusus dan d yaman scara umum.dan ana doakan pula mdh2han Allah Subhana wata’ala mmpersatukan Ahlussunnah U/melawan musuh2 Islam & Sunnah sep Rafhidah Jitziy,baik d yaman maupun dr selainnya.dan kita sbgai penuntut ilmu hendaknya menuntut ilmu agama dn bersabar d atasnya dn jgn tergesa2 dlm mghukumi/mmbid’ahkan ssuatu yg pd akhirnya memecahkan barisan AhluSunnah.

Leave a Reply

  

  

  


7 − seven =

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>