19 Safar 1429 H
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Jabbar
Kebagusan amalan anggota badan seorang hamba tergantung pada kebagusan qalbunya. Apabila qalbunya salim (sehat), tidak ada di dalamnya melainkan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan kepada apa yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, takut kepada-Nya, takut terjatuh pada apa yang dibenci oleh-Nya, akan baguslah seluruh amalan anggota badannya. Akan tumbuh pula pada dirinya perasaan untuk menghindarkan diri dari segala perkara yang haram dan syubhat.
Namun apabila qalbunya rusak, dikuasai oleh hawa nafsunya, mencari apa yang diinginkan hawa nafsunya meski dalam perkara yang Allah Subhanahu wa Ta’ala benci, akan rusaklah seluruh amalan anggota badannya. Selain itu, akan menyeret pula kepada segala bentuk kemaksiatan dan syubhat, sesuai dengan kadar penguasaan hawa nafsu terhadap qalbunya. Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
13 Safar 1429 H
Oleh: Syaikh Abû`Umar Sâlim Al-`Ajmî hafizhahullâh
Seorang wanita ketika keluar dari rumah keluarganya atau rumah suaminya hendaknya selalu ingat bahwa dia sedang memikul harga dirinya dan harga diri suaminya. Oleh karena itu janganlah sekali-kali dia menyia-nyiakan harta simpanan yang sangat mulia ini, hanya karena rayuan syaithon. Dan selayaknya juga kalau dia tidak melakukan perbuatan apapun yang akan mencoreng nama baik ini.
Kenyataan ini bukanlah suatu hal yang tidak diketahui oleh kebanyakan wanita, akan tetapi sebagian mereka berpura-pura lalai atau berpura-pura tidak tahu akan kenyataan ini. Sehingga tidaklah dia dirayu oleh para penyeru kenistaan dari kalangan pemuja pacaran kecuali dia langsung hanyut bersama mereka. Dia lupa akan satu hal penting, yaitu selalu adanya korban yang berjatuhan di jalan ini, dan korbannya adalah dia. Dia selalu mendengar janji untuk menikahinya, janji yang selalu dia dengar dari bibir pacarnya, yang pada hakikatnya tidak lain kecuali hanya sekedar umpan, hal ini ia lakukan karena kepolosan sang gadis dan dalam rangka mencapai keinginan lelaki tersebut. Read the rest of this entry »
posted in Muslimah, Untaian Nasehat |
13 Safar 1429 H
Penulis: Azhari Asri dan Redaksi
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad: 15) Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Muslimah, Untaian Nasehat |
11 Safar 1429 H
Penulis: Al-Ustadz Zainul Arifin
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata:
“Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 158)
Beliau rahimahullahu juga berkata:
“Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih besar daripada menahan al-hilm (kesantunan) di kala marah dan menahan kesabaran ketika ditimpa musibah.” (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 62) Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
06 Safar 1429 H
Penulis: Mazin bin Abdul Karim Al Farih
Berikut ini sepuluh wasiat untuk wanita, untuk istri, untuk ibu rumah tangga dan ibunya anak-anak yang ingin menjadikan rumahnya sebagai pondok yang tenang dan tempat nan aman yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, ketenangan dan kelembutan.
Wahai wanita mukminah!
Sepuluh wasiat ini aku persembahkan untukmu, yang dengannya engkau membuat ridla Tuhanmu, engau dapat membahagiakan suamimu dan engkau dapat menjaga tahtamu.
Wasiat Pertama: Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat
Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah!!
Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncangkan kerajaan. Read the rest of this entry »
posted in Munakahat & Keluarga, Muslimah, Untaian Nasehat |
01 Safar 1429 H
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِي اْلآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)
Bacalah berulang kalam dari Rabb yang mulia di atas berikut maknanya… Setelahnya, apa yang kamu pahami dari kehidupan dunia? Read the rest of this entry »
posted in Untaian Nasehat |
26 Muharram 1429 H
Ummu `Abdillâh bintu Asy-Syaikh Muqbil bin Hâdî Al-Wâdi`î
Pernah membaca buku Nasehati lin Nisa? Buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Nasehatku bagi Para Wanita ini ditulis oleh seorang aalimah (ulama wanita) dari negeri Yaman yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah. Beliau hafizhahallah adalah putri dari ulama ahlul hadits di masa kita, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah.
Ummu Abdillah adalah seorang aalimah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut Al-Ustadz Muhammad Barmim dalam biografi Syaikh Muqbil, Ummu Abdillah mengajar di madrasah nisa’ (khusus wanita) dan memiliki beragam karya tulis ilmiyah. Read the rest of this entry »
posted in Permata Hati, Untaian Nasehat |