00 Rabbi al-Thanni 1429 H
Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Kakak memperkosa adik gara-gara sering melihat adegan mesra orang tuanya, memang bukan berita baru lagi. Namun satu hal yang pasti, itu semua jelas membuat kita prihatin. Sudah demikian rusakkah moral anak-anak kita? Atau jangan-jangan kita tidak pernah menyadari, bahwa kita sendiri juga turut “menciptakan” fantasi kotor anak-anak kita, selain tentu saja film atau klip porno melalui VCD atau handphone?
Mendidik dan membesarkan anak tentu penuh liku-liku dan punya seluk-beluk tersendiri. Sehingga, orang tua mesti memiliki andil dalam berbagai sisi kehidupan si anak. Mulai pemeliharaan kesehatan badannya, menanamkan akidah yang benar, membiasakan akhlak yang mulia, hingga menjaga kebersihan jiwa seorang anak.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan kepada hamba-hamba-Nya, karena Islam adalah agama yang bersih, yang menjaga agar angan-angan, akal, hati dan lisan anak senantiasa dalam keadaan bersih. Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Permata Hati |
29 Rabbi al-Awwal 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah
Tanya:
Pada usia berapa anak sudah harus saya ajarkan tentang perkara agama?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah menjawab, “Pengajaran terhadap anak sudah harus dimulai ketika mereka telah mencapai usia tamyiz1. Tentunya dimulai dengan tarbiyah diniyah (pendidikan agama), berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.”2 Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama, Permata Hati |
26 Rabbi al-Awwal 1429 H
Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari. Beliau berkata kepadaku, “Wahai anak, sesungguhnya aku akan ajari engkau beberapa kalimat:
1.
اِحْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ،
“Jagalah Allah niscaya Allah menjagamu”
Yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya, Allah akan menjaga dunia dan akhiratmu. Read the rest of this entry »
posted in Permata Hati, Untaian Nasehat |
24 Safar 1429 H
Penulis: Salim Rasyid Asy-Syibli, Muhammad Khalifah Muhammad Rabaah
Telah pasti di dalam banyak hadits tentang disyari’atkannya khitan, di antaranya:
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْفِرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَاْلاِسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ اْلأَظْفَارِ وَنَتْفُ اْلآبَاطِ
“Fitrah itu ada lima, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.”
Hadits shahih, dikeluarkan oleh Imam Bukhari (6297-Al-Fath, Imam Muslim (3/27- Imam Nawawi), Imam Malik di dalam Al-Muwattha’ (1927), Imam Abu Dawud (4198), Imam Tirmidzi (2756), Imam Nasa’i (I/14-15), Imam Ibnu Majah (292), Imam Ahmad di dalam Al-Musnad (2/229) dan Imam Baihaqi (8/323). Read the rest of this entry »
posted in Permata Hati |
23 Safar 1429 H
Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah Bintu ‘Imran
Usai sudah penantian panjang nan melelahkan. Harapan dan kecemasan akhirnya tergantikan sukacita saat buah hati telah lahir. Ucapan selamat pun mengalir mengiringi kebahagiaan.
Sebagaimana lazimnya, kehadiran anak selalu dinanti-nantikan oleh ayah ibunya, bahkan seluruh keluarganya. Tatkala si bayi lahir, berduyun-duyun orang dengan segala bentuk ungkapan turut bersuka cita dan pernyataan kegembiraan.
Namun syariat Islam adalah syariat yang sempurna. Dalam hal ini pun didapati pengajaran yang berharga, hingga perlu kiranya disimak kembali, apa yang ada dalam syariat ini serta tuntunan salafush shalih berkenaan dengan ungkapan kegembiraan saat lahirnya seorang anak. Read the rest of this entry »
posted in Permata Hati |
16 Safar 1429 H
Penulis : Al-Ustâdzah Ummu ‘Abdirrahmân bintu ‘Imrân
Salah satu “bentuk” pendidikan orangtua kepada anak-anak adalah memberikan makanan atau suapan yang halal kepada mereka. Karena, disadari atau tidak, pemenuhan kebutuhan hidup yang bersumber dari yang haram, bisa membentuk kejelekan pada diri sang anak.
Mungkin tak akan asing lagi di telinga setiap orang bila kita katakan bahwa salah satu kewajiban orangtua adalah memberikan nafkah kepada anak-anaknya. Segala yang dibutuhkan si anak menjadi kewajiban orangtua untuk memenuhinya sesuai dengan kemampuannya. Makanan dan minuman sehari-hari, pakaian, biaya untuk keperluan sekolah, dan segala tetek-bengek yang diperlukan oleh anak menjadi tanggungan orangtua. Read the rest of this entry »
posted in Munakahat & Keluarga, Permata Hati |
12 Safar 1429 H
Penulis: Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Shalat adalah ibadah utama seorang muslim. Baik buruknya shalat seseorang akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan akhiratnya. Namun di masa kini, betapa banyak orang yang tidak mengerjakan amalan ini. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang memang malas untuk mengerjakan shalat, tidak tahu pentingnya shalat, dan tersibukkan dengan urusan dunia. Uraian berikut mencoba untuk membimbing seorang anak sedini mungkin untuk mengerjakan shalat sehingga ketika dewasa ia senantiasa menjunjung tinggi kewajiban ini.
Adzan berkumandang. Anak-anak itu tetap tak beranjak dari depan TV, tempat bermain atau pembaringannya, bahkan hingga akhir waktu shalat datang menjelang. Orang tua mereka pun tak pernah ambil pusing dengan itu semua. Betapa mengherankan! Sementara mereka begitu perhatian dan semangat membangunkan anak-anaknya atau memanggil mereka pulang dari bermain agar tidak terlambat sekolah, atau terlambat masuk les ini dan itu. Read the rest of this entry »
posted in Permata Hati |