15 Rabbi al-Thanni 1430 H
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh rahimahullah
Tanya : Apa yang wajib dilakukan oleh seorang wanita muslimah ketika hendak keluar dari rumahnya ke pasar atau mesjid atau ketika menziarahi kerabatnya ?
Jawab : “Wajib atasnya untuk bertaqwa kepada Allah, menjauhi wangi-wangian, komitmen menjaga hijabnya, meninggalkan pakaian-pakaian yang ketat yang terkadang membentuk potongan-potongan tubuhnya. Dan hendaknya dia menutup dan menjaga dirinya, bersegera menunaikan keperluannya dan kembali (ke rumahnya) secepatnya. Dia tidak menjadikan pasar-pasar sebagai tempat berkeliling dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ,akan tetapi (yang wajib adalah) dia keluar untuk keperluannya, menunaikannya dan kembali secepatnya”. Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama, Muslimah |
08 Rabbi al-Thanni 1430 H
Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Saudariku muslimah…
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan. Seolah-olah obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”. Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.” Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Muslimah |
07 Rabbi al-Thanni 1430 H
Oleh: Ummu ‘Abdillah bintu Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’iyyah
Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu berkata (337/9):
Farwah bin Abil Maghra’ telah mengabarkan kepada kami, dia berkata: ‘Ali bin Mushir telah mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari bapaknya, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata:
خرجت سودة بنت زمعه ليلا، فرآها عمر؛ فعرفها فقال: إنَّك والله يا سودة ما تخفين علينا؛ فرجعت إلى النَّبيِّ صلّى الله عليه وعلى آله وسلّم فذكرت ذلك له وهو في حجرتي يتعشّى، وإنَّ في يده لعرقًا؛ فأنزل الله عليه فرفع عنه وهو يقول: قَدْ أَذِنَ اللهُ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَوَائِجِكُنَّ
“Pada suatu malam Saudah bin Zam’ah keluar. ‘Umar melihatnya dan mengenalinya. Dia berkata: ‘Demi Allah, sesungguhnya engkau wahai Saudah tidak tersamar bagi kami.’ Maka Saudah kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menyebutkan hal itu kepada beliau yang sedang makan malam di kamarku. Di tangan beliau ada tulang yang sebagian besar dagingnya telah diambil. Maka turunlah wahyu kepada beliau, lalu diangkatlah wahyu itu dari beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sungguh kalian telah diizinkan untuk keluar karena hajat kalian.’” Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj, Muslimah |
15 Rabbi al-Awwal 1430 H
Penulis: Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Tak sedikit wanita di masa ini yang telah menanggalkan rasa malunya. Dari caranya berbusana, bergaul, dan gaya hidup ‘modern’ lainnya, setidaknya memberikan gambaran fenomena dimaksud. Padahal, Islam telah menjadikan sifat malu ini sebagai sifat mulia, bahkan merupakan salah satu cabang keimanan. Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Muslimah, Untaian Nasehat |
07 Safar 1430 H
Penulis : Al-Ustadzah Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Cinta tak cukup untuk menyatukan dua manusia. Tatkala jalan telah berbeda, tak kan mungkin mereka saling bersama. Namun cahaya keimanan akan mempertemukan kembali yang telah terpisahkan sekian lama. Read the rest of this entry »
posted in Biografi & Sirah, Muslimah |
05 Safar 1430 H
Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein
Merupakan satu anugerah dari Allah, ketika seorang wanita dipertemukan dengan pasangan hidupnya dalam satu jalinan kasih yang suci. Hal ini sebagai satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Sang Khaliq. Read the rest of this entry »
posted in Akhlak & Adab, Aqidah & Manhaj, Munakahat & Keluarga, Muslimah |
01 Safar 1430 H
Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta`
Tanya: Sebagian wanita mengalami kesulitan dalam melahirkan kandungannya sehingga terpaksa dilakukan pembedahan yang berarti anak yang dilahirkan tidak melalui kemaluan. Apa hukumnya wanita yang mengalami kasus seperti ini dari sisi darah nifasnya? Dan apa hukum mandi mereka secara syar’i? Read the rest of this entry »
posted in Fatwa Ulama, Fiqh Ibadah, Muslimah |