29 Ramadhan 1430 H
Oleh : Abu ‘Amr Ahmad
‘Id atau Hari Raya dalam Islam hanya ada 3, yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adh-ha, kemudian yang ketiga adalah Hari Jum’at.
Tidak ada hari raya lain dalam Islam selain ketiga hari tersebut. Maka jika ada hari lain yang diklaim sebagai hari raya, maka bukanlah Hari Raya yang diakui oleh syari’at
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menegaskan bahwa penentuan Hari Raya merupakan wewenang syari’at, tidak bisa ditetapkan kecuali oleh syari’at.
Dinamakan ‘Id yang bermakna kembali atau berulang, karena memang hari raya tersebut senantiasa kembali dan berulang setiap tahunnya. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
17 Shaban 1430 H
Penulis: Al Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin
Kedelapan belas : Menghabiskan waktu di bulan Ramadhan dengan perbuatan dan perkataan sia-sia
Sebagaimana hadits dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu dikeluarkan oleh Imam Bukhary dan lainnya Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
17 Shaban 1430 H
Penulis: Al Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin
Kedua belas : Anggapan bahwa bersuntik membatalkan puasa Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
15 Shaban 1430 H
Penulis: Al Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin
Ketujuh : Tidak berniat dari malam hari
Juga termasuk sangkaan yang salah dari sebagian kaum muslimin bahwa berniat untuk berpuasa Ramadhan hanyalah pada saat makan sahur saja, padahal yang benar dalam tuntunan syari’at bahwa waktu berniat itu bermula dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
14 Shaban 1430 H
Penulis: Al Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin
Ketiga : Meninggalkan makan sahur
Meninggalkan makan sahur merupakan kesalahan dan menyelisihi sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi kesepakatan para ‘ulama tentang disunnahkannya makan sahur. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
14 Shaban 1430 H
Penulis: Al Ustadz Abul Fadhl Shobaruddin
Sebagai orang yang ingin beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan mendapatkan pahala serta ridho-Nya, maka tentunya sebagaimana yang kami ketahui haruslah ibadah tersebut benar, sesuai dengan tuntunan Al-Qur`an dan Sunnah, dan bebas dari adanya kesalahan pada ibadah tersebut. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |
22 Jumada al-Thanni 1430 H
Penulis: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata. Hanya kepada-Nya kita senantiasa memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunan. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa dan keburukan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tak akan ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, tak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Read the rest of this entry »
posted in Fiqh Ibadah |