24 Jumada al-Thanni 1430 H
Oleh: Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy
3. Begitu juga Rasulullah Shollallahu `alaihi wa Sallam misalnya; sebelum diutus sebagai Rasul Shollallahu `alaihi wa Sallam, beliau sangat dikenal dikalangan bangsa `Arab pada masa itu dengan julukan al Amin (yang sangat jujur).Akan tetapi tatkala beliau mulai menyeru kaumnya untuk mentauhidkan Allah Subhaana wa Ta`aala, mengikhlashkan seluruh bentuk per`ibadatan kepada-Nya, serta menda`wahi mereka agar meninggalkan apapun yang di`ibadahi selain Allah Subhaana wa Ta`aala, sebagaimana dilakukan oleh nenek moyang mereka, seketika itu juga lupalah mereka dengan sifat jujur dan amanah Nabi kita Muhammad Shollallahu `alaihi wa Sallam, bahkan mereka tuduhkan kepada beliau julukan-julukan seperti ahli sihir, pendusta, dan sebagainya. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
10 Jumada al-Thanni 1430 H
Penulis : Al Ustadz Qomar Suaidi, Lc
Allah mengancam dengan keras orang-orang yang berani membantah ajaran Nabi-Nya. Tidak saja diancam dengan adzab akhirat, namun banyak yang disegerakan hukumannya di dunia. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
08 Jumada al-Thanni 1430 H
Oleh : Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy
2. Selanjutnya datanglah para Rasul `Alaihimus Sholaatu was Salaam sesudah Nabi Nuh `Alaihis Sallam, yang mereka tetap menyeru kaumnya untuk ber`ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta`aala saja, dan meninggalkan seluruh bentuk per`ibadatan dalam bentuk peng-agungan, pensucian dan pengkultusan selain kepada Allah Jalla wa `Alaa. Padahal seluruh bentuk makhluq tersebut tidak pantas untuk di`ibadati, dimana al Quraan telah menjelaskan kepada kita dalam surat al A’raaf : (65). Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
03 Jumada al-Thanni 1430 H
Oleh : Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy
Pertempuran atau perseteruan antara at Tauhid dengan asy syirik diantara al Haq dan al bathil telah terjadi sejak lama, sejak zaman Nabi Nuh `Alaihis Sholaatu was Sallam ketika menyeru kaumnya untuk ber`ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta`aala saja dan meninggalkan seluruh bentuk per`ibadatan yang diperuntukkan selain kepada Allah Jalla wa `Alaa; apakah kepada berhala-berhala, jin, kuburan orang orang sholih yang meninggal atau para wali yang mereka keramatkan kuburan-kuburan mereka dan sejenisnya. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
20 Jumada al-Ula 1430 H
Penulis: Al-Ustadz Abdurrahman Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi
Dakwah merupakan ibadah yang agung. Sayangnya, dakwah telah banyak disalahgunakan untuk membungkus kampanye politik dalam rangka mencari pengikut, merekrut simpatisan dan kader partai, atau sekedar mencari dunia. Di sisi lain, ada da’i yang mengkhususkan pada persoalan-persoalan politik hingga melupakan hal-hal mendasar dalam Islam. Lalu bagaimanakah sesungguhnya dakwah Rasulullah itu? Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
18 Jumada al-Ula 1430 H
Oleh: Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Tema ini masih berkaitan dengan pembahasan hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang lalu mengenai orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Salah satu sifat mereka adalah bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata. Barangkali sebagian muslimin beranggapan bahwa berobat dapat mengikis kesempurnaan tauhid. Alasannya bahwa berobat merupakan penggunaan sebuah sebab yang berlawanan dengan tawakkal kepada Allah. Sehingga seorang yang bertawakkal tidak butuh untuk berobat bila sakit. Jika Allah menginginkan kesembuhannya maka dia akan sembuh tanpa perlu berobat. Benarkah menjalani sebuah sebab berlawanan dengan tawakkal kepada Allah? Marilah kita simak tulisan berikut ini. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |
16 Jumada al-Ula 1430 H
Oleh: Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani
Pada edisi sebelumnya kita telah memaparkan beberapa ciri orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab. Ciri-ciri mereka adalah tidak meminta diruqyah, tidak meminta dikay, tidak melakukan tathayyur dan hanya bertawakkal kepada Allah. Kita telah menjelaskan ciri yang pertama dengan rinci. Sekarang kita akan memperinci keterangan tentang ciri-ciri yang berikutnya. Read the rest of this entry »
posted in Aqidah & Manhaj |