17 Dhul-Qadah 1429 H

Pilar-pilar Kekafiran

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Pilar kekafiran ada empat: sombong, dengki, amarah, dan syahwat (keinginan jiwa). Kesombongan menghalangi seseorang untuk tunduk. Dengki menghalanginya untuk menerima nasihat dan memberikannya. Amarah menghalanginya untuk bersikap adil, dan syahwat (keinginan jiwa) menghalanginya untuk konsentrasi dalam ibadah.

Apabila pilar kesombongan tumbang maka akan mudah baginya untuk tunduk.
Apabila pilar kedengkian tumbang maka akan mudah baginya menerima nasihat atau menyampaikannya.
Apabila pilar amarah tumbang akan mudah baginya bersikap adil dan tawadhu’.
Dan apabila pilar syahwat (keinginan jiwa) tumbang maka akan mudah baginya untuk sabar, menjaga kehormatan, dan beribadah.

Dan sungguh, bergesernya gunung dari tempatnya lebih mudah dari bergesernya empat perkara tersebut dari orang yang terjangkitinya. Terlebih bilamana keempatnya telah menjadi bangunan yang kokoh, karakter serta sifat yang mapan. Jika demikian maka amalnya tidak akan tegak sama sekali selama sifat itu menyertainya, tidak pula jiwanya akan suci selama ia menyandangnya.

Setiap kali ia sungguh-sungguh dalam beramal maka keempatnya akan merusaknya, dan seluruh problem itu lahir dari keempatnya. Jika yang demikian telah mapan dalam kalbu, itu akan memperlihatkan kepadanya kebatilan dalam penampilan yang benar dan sebaliknya kebenaran dalam penampilan kebatilan, yang baik dalam penampilan yang mungkar dan yang mungkar dalam penampilan yang baik. Dunia pun mendekatinya dan akhirat menjauhinya.

Apabila engkau perhatikan kekafiran umat-umat terdahulu, engkau akan dapati bahwa itu bermula darinya dan atas dasar itu pula azab menimpa. Ringan dan kerasnya azab pun tergantung kepada ringan ataupun kuatnya keempat perkara tersebut. Maka barangsiapa membuka peluang untuknya berarti ia telah membuka segala pintu kejelekan, cepat maupun lambat. Dan barangsiapa tidak memberinya peluang untuk dirinya berarti ia telah menutup pintu-pintu kejelekan atas dirinya. Karena keempatnya menghambat dari keikhlasan, ketundukan, taubat, menerima kebenaran, memberi nasihat untuk muslimin serta tawadhu’ kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala meskipun makhluk.

Sumber keempatnya adalah kebodohan seseorang terhadap hakikat dirinya. Karena sesungguhnya bila dia tahu Rabbnya dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan-Nya serta tahu tentang dirinya dengan berbagai kekurangan dan cacatnya, tentu dia tidak akan marah demi jiwanya dan tidak akan iri kepada seorangpun atas apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala karuniakan kepadanya. Karena sejatinya dengki adalah salah satu bentuk permusuhan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab dia tidak menyukai nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seorang hamba padahal Allah menyukainya. Ia suka bila nikmat tersebut hilang dari hamba itu sementara Allah Subhanahu wa Ta’ala membencinya. Berarti, ia menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala pada qadha dan qadar-Nya serta pada kecintaan serta kebencian-Nya. Oleh karenanya iblis adalah musuh-Nya yang sebenar-benarnya, karena dosanya disebabkan sombong dan dengki.

Maka mencabut dua sifat ini adalah dengan cara mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mentauhidkan-Nya, ridha kepada-Nya, dan kembali kepada-Nya. Sedang mencabut sifat amarah adalah dengan cara mengenal hakikat dirinya dan bahwasanya dirinya tidak punya hak dibela dengan kemarahan, tidak pantas membalas dendam demi dirinya. Karena yang demikian berarti mengutamakan jiwanya dengan rasa ridha kepadanya, marah demi jiwanya yang mengalahkan hak pencipta-Nya.

Dan cara yang termanjur untuk menepis cacat ini adalah dengan cara membiasakan jiwanya marah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ridha karena-Nya. Sehingga sedikit saja dari kemarahan atau ridha karena Allah Subhanahu wa Ta’ala masuk kepadanya maka ia bertindak dengannya sebagai ganti kemarahan dan keridhaan demi jiwanya.

Adapun syahwat (keinginan jiwa) maka obatnya adalah ilmu yang benar serta menyadari bahwa memenuhi syahwatnya merupakan salah satu sebab terhambatnya dia dari kesenangan jiwanya. Dan pembelaannya terhadap syahwatnya termasuk sebab terbesar tersambungnya sebab itu dengan segala keinginan jiwanya. Sehingga setiap kali engkau membuka pintu syahwat pada jiwamu berarti engkau sedang berusaha menghambat jiwamu dari kesenangan jiwamu yang (hakiki). Dan setiap kali engkau tutup pintu tersebut artinya engkau sedang mengantarkannya kepada kesenangan jiwa dengan sesempurna-sempurnanya.

Adapun amarah itu sesungguhnya bagaikan binatang buas. Jika sang pemilik melepaskannya maka ia akan memakannya. Sementara syahwat itu bagaikan api, bila pemiliknya menyalakannya maka akan membakarnya. Sombongmu itu bagaikan merebut kerajaan dari seorang raja, bila si raja tidak membunuhmu maka dia akan mengusirmu dari kerajaannya. Dan hasad bagaikan memusuhi orang yang lebih kuat darimu. Orang yang bisa mengalahkan syahwat dan amarahnya maka setan akan takut walaupun dari bayangannya. Namun barangsiapa dikalahkan oleh syahwat dan amarahnya, dia akan takut dengan khayalannya.

(diterjemahkan oleh Qomar ZA dari kitab Al-Fawa`id hal. 177-178)

Sumber: Majalah Asy-Syariah No. 31/III/1428H/2007, Katagori: Oase, hlm 63 s.d. 64, Dicopy dari: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=470

This entry was posted on Monday, November 17th, 2008 at 9:58 pm and is filed under Aqidah & Manhaj, Untaian Nasehat. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

  • Komentar

    • admin: wa'alaykumussalaam warahmatullahi wabara...
    • oviena: Assalamualaikum, ustd mohon saran bagi s...
    • infeksi saluran pernafasan akut: terimkasih banyk sudah mau berbagi ilmun...
    • eka: Assalamualaikum ... Mohon izin copy p...
    • Rabi'ah: Assalamualaikum warohmatullahi wabarakat...
    • zuhroh: iya harus menikah lagi karena wanita dal...
    • tiwi: ustadz, apakah arti nama fahri itu berba...
    • zain: Ijin share yah di blog ana... Syukron!!!...
    • via: assalamualaykum wrahmatullahi wbarakatuh...
    • indah: asss....saya mau tanya "tadi malam saya ...
    • Mardiana: Assalaamualaykum. Afwan ana hendak bert...
    • diana: terima kasih atas inspirasinya....
    • sari: alhamdulillah ana menemukan web yang ana...
    • admin: Disini ma'had salafy. semua santriwati j...
    • sandy: Assalamu'alaikum warohmatullahi wabaroka...
    • Khumaira: Insya ALLAH, syukron atas info'a..ana sa...
    • ummu nabila: jazakillah khair ummu, artikelnya penyej...
    • purnia el nadir: Aku sangat kagum dengan kemulian wanita ...
    • arsy rosian: saya suka dengan smua penjellasan penjel...
    • arman: BISMILLAH....ASSALAMU'ALAIKUM..Al'afwu a...
  • Pencarian


  • --Mutiara Ilmu--

    Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata "... Allah tidak akan menambah kepada orang yang pemaaf kecuali kemuliaan. Tidaklah orang yang merendahkan diri kepada Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya"
    - HR Muslim
    • Arsip Bulan Ini

    • May 2012
      M T W T F S S
      « Apr    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
    • Arsip Bulanan





    Akhwat Muslimah Salafiyah
    Majalah AKHWAT -Jurnal Muslimah dan Keluarga Sakinah-
    SALAFY WEBSITE START PAGE










    corel 2000

    corel 2000 serial

    cs5 serialz

    cs5 serialz free

    serial winzip 11

    serial winzip 11 key

    corel dvd moviefactory 6

    corel dvd moviefactory 6 downloads

    serial corel draw 11

    serial corel draw 11 serials

    free corel photoshop download

    free corel photoshop download keygen

    free winrar download for xp

    download winrar for xp for free

    winrar 3 download

    winrar 3 download freedownload

    download winrar free windows 7

    download winrar free windows 7 crack

    free corel downloads

    free corel downloads cracked