28 Dhul-Hijjah 1428 H

Tips Membina Rumah Tangga yang Sakînah

Penulis: Buletin Al Ilmu Jember

Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya, sehingga berbagai cara dan usaha ditempuh untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

Pembaca yang budiman, sesungguhnya sebuah kehidupan yang sakinah, yang dibangun diatas rasa cinta dan kasih sayang, tentu sangat berarti dan bernilai dalam sebuah rumah tangga. Betapa tidak, bagi seorang pria atau seorang wanita yang akan membangun sebuah rumah tangga melalui tali pernikahan, pasti berharap dan bercita-cita bisa membentuk sebuah rumah tangga yang sakinah, ataupun bagi yang telah menjalani kehidupan berumah tangga senantiasa berupaya untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

HAKEKAT KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG SAKINAH

Pembaca yang budiman, telah disebutkan tadi bahwasanya setiap pribadi, terkhusus mereka yang telah berumah tangga, pasti dan sangat berkeinginan untuk merasakan kehidupan yang sakinah, sehingga kita menyaksikan berbagai macam cara dan usaha serta berbagai jenis metode ditempuh, yang mana semuanya itu dibangun diatas presepsi yang berbeda dalam mencapai tujuan kehidupan yang sakinah tadi. Maka nampak di pandangan kita sebagian orang ada yang berusaha mencari dan menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya, karena mereka menganggap bahwa dengan harta itulah akan diraih kehidupan yang sakinah. Ada pula yang senantiasa berupaya untuk menyehatkan dan memperindah tubuhnya, karena memang di benak mereka kehidupan yang sakinah itu terletak pada kesehatan fisik dan keindahan bentuk tubuh. Disana ada juga yang berpandangan bahwa kehidupan yang sakinah bisa diperoleh semata-mata pada makanan yang lezat dan beraneka ragam, tempat tinggal yang luas dan megah, serta pasangan hidup yang rupawan, sehingga mereka berupaya dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan itu semua. Akan tetapi, pembaca yang budiman, perlu kita ketahui dan pahami terlebih dahulu apa sebenarnya hakekat kehidupan yang sakinah dalam sebuah kehidupan rumah tangga.

Sesungguhnya hakekat kehidupan yang sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) dari Allah subhanahu wata’ala Pencipta alam semesta ini. Yakni sebuah kehidupan yang dirihdoi Allah, yang mana para pelakunya/orang yang menjalani kehidupan tersebut senantiasa berusaha dan mencari keridhoan Allah dan rasulNya, dengan cara melakukan setiap apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya.

Maka kesimpulannya, bahwa hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi/penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata’ala. Karena memang hakekat ketenangan jiwa (sakinah) itu adalah ketenangan yang terbimbing dengan agama dan datang dari sisi Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana firman Allah (artinya):

“Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (Al Fath: 4)

BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHiDUPAN BERUMAH TANGGA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) yang patut dicontoh telah membimbing umatnya dalam hidup berumah tangga agar tercapai sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Bimbingan tersebut baik secara lisan melalui sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam maupun secara amaliah, yakni dengan perbuatan/contoh yang beliau shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan. Diantaranya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dalam hadits tersebut, kita melihat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing para suami untuk senantiasa mendidik dan menasehati isteri-isteri mereka dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan dalam menasehatinya. Hal ini ditunjukkan dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ

yakni “jika kalian para suami tidak menasehati mereka (para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok,” artinya tetap dalam keadaan salah dan keliru. Karena memang wanita itu lemah dan kurang akal dan agamanya, serta mempunyai sifat kebengkokan karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahkan ini dianjurkan bagi seorang isteri untuk memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang baik pula, karena nasehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja yang mampu hendaklah dilakukan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

“Agama itu nasehat.” (HR. Muslim no. 55)

Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.

DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH

1. Berdzikir

Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang.” (Ar Ra’d: 28)

Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:

أَسْتَغْفِرُالله ,

dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata’ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.

2. Menuntut ilmu agama

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ

“Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata’ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan).” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.

Pembaca yang budiman, demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk meraih dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu a’lam. Semoga kajian ringkas ini dapat kita terapkan dalam hidup berkeluarga sehingga Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Amiin, Ya Rabbal alamiin.

Sumber: http://www.assalafy.org/artikel.php?kategori=akhlaq=8

This entry was posted on Tuesday, January 8th, 2008 at 12:06 am and is filed under Akhlak & Adab, Munakahat & Keluarga. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There are currently 16 responses to “Tips Membina Rumah Tangga yang Sakînah”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On January 14th, 2008, nanik said:

    TIPS BAGI CALON SUAMI ISTRI YANG AKAN MENIKAH

    Reply

    etika intan sari reply on February 1st, 2008:

    Ass wr.wb, makasih banget atas tips yang udah dikasih di atas tadi. Kirimin lagi dunk, cara-cara menjadi seorang istri yang baik. Makasih sebelumnya. Wass.

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Ukhtî fillâh, hendaklah kita menghindari untuk menyingkatkan penulisan salâm. Silakan baca tentang Fatwa `Ulamâ’ tentang Penyingkatan Salâm dan Shalawat di kategori Fatwa Ulama, in syâ’ Allâh.

    Alhamdulillâh, senang artikel ini dapat bermanfaat bagi Ukhtî. Silakan click di kategori, in syâ’ Allâh, untuk artikel-artikel yang berkaitan, dan sering-sering berkunjung ke sini untuk up-to-date articles.

    Jazâkillâhu khayran wa bârakallâhu fîki.

    Reply

  2. 2 On June 27th, 2008, blademaster said:

    Assalaamualaikum,

    Alhamdulillah, artikel bagus. jadi kepingin cepet-cepet akad nikah.

    Reply

  3. 3 On March 20th, 2009, qq,, said:

    Assalamualaikum,mudah-mudahan suamiku mau membaca artikel ini,on terus ya,, Barakallohu fikum

    Reply

  4. 4 On May 29th, 2009, rani said:

    assalamu’alaikum
    bagaimana hukumnya istri meninggalkn rumah karena merasa tidak dioerhatika oleh suami?

    Reply

    Anonymous reply on January 1st, 2010:

    Walaikumsalam….. menurut hukum dalam agama Islam Itu hukum nya Nusuj (ga di perbolehkan) kecuali suami tersebut sudah meninggalkan kewajibanya seperti nafkah lahir dan batin maka di perbolehkan bagi seorang istri menuntut haknya. Wassalam… Insan Dhoif.

    Reply

  5. 5 On December 1st, 2009, RETNO ARUM SARI said:

    alhamdulilah,,, akhirnya sya akkan melepaskan masa lajang bula desember 2009 nanti. suami yang setia, taat beribadah, mapan pula yang saya dpatkan. semoga dengan tips membina rumah tangga yag sakinah saya bisa memiliki keluarga yang sakinah amin

    Reply

  6. 6 On December 10th, 2009, hadi samodra said:

    asslm allkm wrwb? dngn adny ini q bsa tau makna hidup berrumah tangga.

    Reply

  7. 7 On January 7th, 2010, linda setyawati said:

    sy mau btanya, rumah tangga kami baik-baik sj. Tetapi ada hal yang membuat hati saya kecewa, suami saya dingin sekali kepada saya. Tak pernah ada ucapan sayang, atau kata-kata mesra. Tapi suami saya tidak berselingkuh atau melakukan perbuatan yang tidak benar. Dia seperti itu karena, dia lahir dan besar dikeluarga yang penuh dengan aturan. Sehingga dia terbiasa dengan sikap dingin semacam itu. Dan tidak terbiasa diperlakukan semacam itu. Yang saya tanyakan, salahkah saya bila menjalin hubungan dengan pacar saya dulu yang lebih sayang dan lebih mesra kepada saya ? karena sebenarnya hubungan itu sudah saya jalani 6 bulan yang lalu dan suami saya tidak tahu ?

    Reply

  8. 8 On January 13th, 2010, frans said:

    saya mw brtnya pa dlam rmh tngga slalu ada hkum krma/trhdp psangannya?krna rmah tngga saya slalu dlam mslah,dan slalu brbeda pndpt?sdngkan sya slalu menasehti istri sya,tpi yng sya dpt slalu prlwanan?jdi sya hrus gmana gar rmh tngga sya sakinh.

    Reply

  9. 9 On January 14th, 2010, via said:

    wahai saudariku ukhti linda, ijinkan saya memberi masukan kepadamu. sungguh, saya hanya mencoba mengingatkan, karena engkau saudariku dan karena aku sayang padamu.
    Tidak benar dan suatu kesalahan besar jika ukhti linda menjalin hubungan dengan pacar yang dulu. itu sebuah penghianatan seorang istri kepada suaminya, juga merupakan bentuk penghianatan kepada Alloh Ta’ala.
    saudariku yang terkasih, apa yang kau lakukan dengan menjalin hubungan dengan lelaki lain bukan mahrahmnu (mantan pacar), adalah hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. sungguh, tidak akan ada kerahmatan, kesakinahan dan keberkahan didalamnya, meski lelaki itu mesra dan sayang padamu. sungguh, hanya akan ada kemungkaran jika diteruskan dan berlarut-larut.
    saudariku, segera bertaubat itu jalan terbaik. putuskan hubungan dengan lelaki yg katamu sayang padamu (karena sungguh ini musibah, godaan dri syaithan).
    saudariku, ingatlah semua kebaikan suamimu. ia adalah pemimpinmu, ayah dari anak2mu. jika ia kurang mesra, komunikasikanlah hal ini kepada dia. bicaralah dari hati ke hati. tetaplah bersikap lemah lembut dan berusaha memberi pengertian padanya tentang semua keinginanmu. insya Alloh dengan petunjuk Alloh ta’ala, suamimu akan belajar untuk lebih bisa mengekspresikan rasa sayangnya padamu. mungkin saja kau tak pernah tahu, bahwa suamimu sering mendoakanmu dalam shalat-shalat nya.
    saya turut mendoakanmu, dan maafkanlah saya jika ada kata2 yang kurang berkenan di hatimu. afwan ya ukhti..
    wallahu’alam.
    semoga alloh memberikan kerahmatan pada kami semua. barakallahufiikum.

    Reply

  10. 10 On January 14th, 2010, Sania said:

    Teriring salam untukmu wahai saudariku … Wajahmu belum pernah menatap diriku, tapi aku yakin kata hati kita sering bersua .. Karena hati kita bersemikan iman kepada Rabb semesta alam. Diriku tahu “tak kenal maka tak sayang”, akan tetapi sungguh aku telah terlanjur menyayangimu sebelum mengenalmu … Karena tali imanlah yg mengikat kasih diantara kita saudariku ..

    Reply

  11. 11 On January 17th, 2010, ummu lutfi said:

    artikelnya bagus banget

    Reply

    Anonymous reply on January 17th, 2010:

    alhamdullilah ana tersentuh dg artikelnya mudah2an dpt ana praktekan dlm rumah tangga ana.

    Reply

  12. 12 On January 19th, 2010, Safaraz said:

    Alhamdulillah ana sgt bersyukur se x bs d bri ksmptan untuk membaca artikel ini,mudah2an bermanfaat tuk kt smua,khususny zauji agar sll d beri hidayah oleh allah swt,tuk zauji, ak mhon jd lah suami dn ayah to imam yg baik,dan ingat ak mntup aurat krn ni perintah allah,jd ak mhon ridhoi ak..amin

    Reply

  13. 13 On May 18th, 2010, kania said:

    izin share ya ustad…

    Reply

Leave a Reply

  • Komentar

    • heny: alhamdullilah.... saya dapat belajar dar...
    • Ney: Tlg di jwb yah, ketika nifas 20 hri, dn ...
    • admin: Insya Allah akhir Ramadhan kami umumkan....
    • yuli: bismillah afwan kapan pengumuman yang d...
    • dina: 'afwan, mungkin karena hanya sedikit wan...
    • dina: Assalamu'alaikum warahmatullah, 'afwan,...
    • Mawar (nama samaran): Pak ustad saya mau nanya,saya ini wanita...
    • Ukhty ghumaisha': Bismillaah.. Assalaamu'alaykum.. 'afwaa...
    • Ummu abdillah: Bismillah Assalamu'alaykum warohmatull...
    • ummu muthmainnah: subhanalloh...ana cemburu pada ukhti,cem...
    • abu shiddiq: Assalamu'alaikum ustadz ana mau izin ...
    • Ummu Ahmad: Bismillaah... Assalamu'alaykum Warohmat...
    • ummu izza: assalaamu'alaikum.... saya sangat terta...
    • rifqi: afwan mau tanya, cara mendengarkan dauro...
    • Ummu Syafiq: Jazakillahu khair.. ana udah mendownload...
  • Pencarian


  • --Mutiara Ilmu--

    "Islam adalah Assunnah dan Assunnah adalah Islam." (Syarhus Sunnah)
    - Al-Imam Al Barbahari
    • Arsip Bulan Ini

    • July 2010
      M T W T F S S
      « Jun    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
    • Arsip Bulanan



    MLM Darussunnah

    Akhwat Muslimah Salafiyah
    Majalah AKHWAT -Jurnal Muslimah dan Keluarga Sakinah-
    SALAFY WEBSITE START PAGE