Arsip Materi

Radio Dakwah Online

Tips Membina Rumah Tangga yang Sakînah

Penulis: Buletin Al Ilmu Jember

Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya, sehingga berbagai cara dan usaha ditempuh untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

Pembaca yang budiman, sesungguhnya sebuah kehidupan yang sakinah, yang dibangun diatas rasa cinta dan kasih sayang, tentu sangat berarti dan bernilai dalam sebuah rumah tangga. Betapa tidak, bagi seorang pria atau seorang wanita yang akan membangun sebuah rumah tangga melalui tali pernikahan, pasti berharap dan bercita-cita bisa membentuk sebuah rumah tangga yang sakinah, ataupun bagi yang telah menjalani kehidupan berumah tangga senantiasa berupaya untuk meraih kehidupan yang sakinah tersebut.

HAKEKAT KEHIDUPAN RUMAH TANGGA YANG SAKINAH

Pembaca yang budiman, telah disebutkan tadi bahwasanya setiap pribadi, terkhusus mereka yang telah berumah tangga, pasti dan sangat berkeinginan untuk merasakan kehidupan yang sakinah, sehingga kita menyaksikan berbagai macam cara dan usaha serta berbagai jenis metode ditempuh, yang mana semuanya itu dibangun diatas presepsi yang berbeda dalam mencapai tujuan kehidupan yang sakinah tadi. Maka nampak di pandangan kita sebagian orang ada yang berusaha mencari dan menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya, karena mereka menganggap bahwa dengan harta itulah akan diraih kehidupan yang sakinah. Ada pula yang senantiasa berupaya untuk menyehatkan dan memperindah tubuhnya, karena memang di benak mereka kehidupan yang sakinah itu terletak pada kesehatan fisik dan keindahan bentuk tubuh. Disana ada juga yang berpandangan bahwa kehidupan yang sakinah bisa diperoleh semata-mata pada makanan yang lezat dan beraneka ragam, tempat tinggal yang luas dan megah, serta pasangan hidup yang rupawan, sehingga mereka berupaya dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan itu semua. Akan tetapi, pembaca yang budiman, perlu kita ketahui dan pahami terlebih dahulu apa sebenarnya hakekat kehidupan yang sakinah dalam sebuah kehidupan rumah tangga.

Sesungguhnya hakekat kehidupan yang sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) dari Allah subhanahu wata’ala Pencipta alam semesta ini. Yakni sebuah kehidupan yang dirihdoi Allah, yang mana para pelakunya/orang yang menjalani kehidupan tersebut senantiasa berusaha dan mencari keridhoan Allah dan rasulNya, dengan cara melakukan setiap apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah dan rasulNya.

Maka kesimpulannya, bahwa hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi/penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho Allah subhanahu wata’ala. Karena memang hakekat ketenangan jiwa (sakinah) itu adalah ketenangan yang terbimbing dengan agama dan datang dari sisi Allah subhanahu wata’ala, sebagaimana firman Allah (artinya):

“Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (Al Fath: 4)

BIMBINGAN RASULULLAH DALAM KEHiDUPAN BERUMAH TANGGA

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) yang patut dicontoh telah membimbing umatnya dalam hidup berumah tangga agar tercapai sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Bimbingan tersebut baik secara lisan melalui sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam maupun secara amaliah, yakni dengan perbuatan/contoh yang beliau shalallahu ‘alaihi wasallam lakukan. Diantaranya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dalam hadits tersebut, kita melihat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membimbing para suami untuk senantiasa mendidik dan menasehati isteri-isteri mereka dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan dalam menasehatinya. Hal ini ditunjukkan dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ

yakni “jika kalian para suami tidak menasehati mereka (para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok,” artinya tetap dalam keadaan salah dan keliru. Karena memang wanita itu lemah dan kurang akal dan agamanya, serta mempunyai sifat kebengkokan karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat.

Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahkan ini dianjurkan bagi seorang isteri untuk memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang baik pula, karena nasehat sangat dibutuhkan bagi siapa saja. Dan bagi siapa saja yang mampu hendaklah dilakukan. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

“Agama itu nasehat.” (HR. Muslim no. 55)

Maka sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.

DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH

1. Berdzikir

Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah). Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):

“Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang.” (Ar Ra’d: 28)

Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal:

أَسْتَغْفِرُالله ,

dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup/meliputi segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah subhanahu wata’ala, seperti sholat, shoum (puasa), shodaqoh, dan lain-lain.

2. Menuntut ilmu agama

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ

“Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Qur`an dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wata’ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan).” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shohih, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Qur`an (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membaca maupun dengan membaca sekaligus mengaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.

Pembaca yang budiman, demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk meraih dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu a’lam. Semoga kajian ringkas ini dapat kita terapkan dalam hidup berkeluarga sehingga Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Amiin, Ya Rabbal alamiin.

Sumber: http://www.assalafy.org/artikel.php?kategori=akhlaq=8

54 comments to Tips Membina Rumah Tangga yang Sakînah

  • nanik

    TIPS BAGI CALON SUAMI ISTRI YANG AKAN MENIKAH

    • etika intan sari

      Ass wr.wb, makasih banget atas tips yang udah dikasih di atas tadi. Kirimin lagi dunk, cara-cara menjadi seorang istri yang baik. Makasih sebelumnya. Wass.

      وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

      Ukhtî fillâh, hendaklah kita menghindari untuk menyingkatkan penulisan salâm. Silakan baca tentang Fatwa `Ulamâ’ tentang Penyingkatan Salâm dan Shalawat di kategori Fatwa Ulama, in syâ’ Allâh.

      Alhamdulillâh, senang artikel ini dapat bermanfaat bagi Ukhtî. Silakan click di kategori, in syâ’ Allâh, untuk artikel-artikel yang berkaitan, dan sering-sering berkunjung ke sini untuk up-to-date articles.

      Jazâkillâhu khayran wa bârakallâhu fîki.

      • Heri Mardinata

        assalamualaikum wrahmtullahiwbrakatu

        Sungguh Mulianya Hamba Allah yang menciptakan blog ataupun web ini.
        saya sangat berterima kasih,atas tampilan tips membina rumah tangga sakinah,itupun sudah merupakan kewajiban kita sebagai umat islam memberikan keterangan dan jalan positif untuk menyelesaikan sebuah masalah rumah tangga dan saya sangat berterimakasih kepada sang penulis,semoga sang penulis selalu berada di jalan allah , ammin.

  • blademaster

    Assalaamualaikum,

    Alhamdulillah, artikel bagus. jadi kepingin cepet-cepet akad nikah.

  • qq,,

    Assalamualaikum,mudah-mudahan suamiku mau membaca artikel ini,on terus ya,, Barakallohu fikum

  • rani

    assalamu’alaikum
    bagaimana hukumnya istri meninggalkn rumah karena merasa tidak dioerhatika oleh suami?

    • Anonymous

      Walaikumsalam….. menurut hukum dalam agama Islam Itu hukum nya Nusuj (ga di perbolehkan) kecuali suami tersebut sudah meninggalkan kewajibanya seperti nafkah lahir dan batin maka di perbolehkan bagi seorang istri menuntut haknya. Wassalam… Insan Dhoif.

  • RETNO ARUM SARI

    alhamdulilah,,, akhirnya sya akkan melepaskan masa lajang bula desember 2009 nanti. suami yang setia, taat beribadah, mapan pula yang saya dpatkan. semoga dengan tips membina rumah tangga yag sakinah saya bisa memiliki keluarga yang sakinah amin

  • hadi samodra

    asslm allkm wrwb? dngn adny ini q bsa tau makna hidup berrumah tangga.

  • linda setyawati

    sy mau btanya, rumah tangga kami baik-baik sj. Tetapi ada hal yang membuat hati saya kecewa, suami saya dingin sekali kepada saya. Tak pernah ada ucapan sayang, atau kata-kata mesra. Tapi suami saya tidak berselingkuh atau melakukan perbuatan yang tidak benar. Dia seperti itu karena, dia lahir dan besar dikeluarga yang penuh dengan aturan. Sehingga dia terbiasa dengan sikap dingin semacam itu. Dan tidak terbiasa diperlakukan semacam itu. Yang saya tanyakan, salahkah saya bila menjalin hubungan dengan pacar saya dulu yang lebih sayang dan lebih mesra kepada saya ? karena sebenarnya hubungan itu sudah saya jalani 6 bulan yang lalu dan suami saya tidak tahu ?

    • abdul

      jelas anda salah besar
      kesetiaan jangan dibalas dengan penghianatan.
      jika anda menghianati suami anda sekarang, niscaya suami anda yg akan datang akan menghianati anda.
      Wallahu a’lam

  • frans

    saya mw brtnya pa dlam rmh tngga slalu ada hkum krma/trhdp psangannya?krna rmah tngga saya slalu dlam mslah,dan slalu brbeda pndpt?sdngkan sya slalu menasehti istri sya,tpi yng sya dpt slalu prlwanan?jdi sya hrus gmana gar rmh tngga sya sakinh.

    • abdul

      bukan berari tidak dapat diselesaikan.
      akan tetapi semua masalah itu berawal dari diri kita sendiri. semoga bisa menjadi pelajaran.
      Wallahu A’lam

  • via

    wahai saudariku ukhti linda, ijinkan saya memberi masukan kepadamu. sungguh, saya hanya mencoba mengingatkan, karena engkau saudariku dan karena aku sayang padamu.
    Tidak benar dan suatu kesalahan besar jika ukhti linda menjalin hubungan dengan pacar yang dulu. itu sebuah penghianatan seorang istri kepada suaminya, juga merupakan bentuk penghianatan kepada Alloh Ta’ala.
    saudariku yang terkasih, apa yang kau lakukan dengan menjalin hubungan dengan lelaki lain bukan mahrahmnu (mantan pacar), adalah hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. sungguh, tidak akan ada kerahmatan, kesakinahan dan keberkahan didalamnya, meski lelaki itu mesra dan sayang padamu. sungguh, hanya akan ada kemungkaran jika diteruskan dan berlarut-larut.
    saudariku, segera bertaubat itu jalan terbaik. putuskan hubungan dengan lelaki yg katamu sayang padamu (karena sungguh ini musibah, godaan dri syaithan).
    saudariku, ingatlah semua kebaikan suamimu. ia adalah pemimpinmu, ayah dari anak2mu. jika ia kurang mesra, komunikasikanlah hal ini kepada dia. bicaralah dari hati ke hati. tetaplah bersikap lemah lembut dan berusaha memberi pengertian padanya tentang semua keinginanmu. insya Alloh dengan petunjuk Alloh ta’ala, suamimu akan belajar untuk lebih bisa mengekspresikan rasa sayangnya padamu. mungkin saja kau tak pernah tahu, bahwa suamimu sering mendoakanmu dalam shalat-shalat nya.
    saya turut mendoakanmu, dan maafkanlah saya jika ada kata2 yang kurang berkenan di hatimu. afwan ya ukhti..
    wallahu’alam.
    semoga alloh memberikan kerahmatan pada kami semua. barakallahufiikum.

  • Sania

    Teriring salam untukmu wahai saudariku … Wajahmu belum pernah menatap diriku, tapi aku yakin kata hati kita sering bersua .. Karena hati kita bersemikan iman kepada Rabb semesta alam. Diriku tahu “tak kenal maka tak sayang”, akan tetapi sungguh aku telah terlanjur menyayangimu sebelum mengenalmu … Karena tali imanlah yg mengikat kasih diantara kita saudariku ..

  • ummu lutfi

    artikelnya bagus banget

  • Safaraz

    Alhamdulillah ana sgt bersyukur se x bs d bri ksmptan untuk membaca artikel ini,mudah2an bermanfaat tuk kt smua,khususny zauji agar sll d beri hidayah oleh allah swt,tuk zauji, ak mhon jd lah suami dn ayah to imam yg baik,dan ingat ak mntup aurat krn ni perintah allah,jd ak mhon ridhoi ak..amin

  • kania

    izin share ya ustad…

  • dendi

    terimakasih atas ilmunya

  • Umi

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Saya 24 tahun, baru menikah selama 10 bulan. Beberapa hari ini saya terusik oleh pikiran yg mungkin sifatnya su’udzon atau apalah namanya tentang suami saya. Dulu saya prnh mendapati chat suami dg seorang wanita dan dari bahasanya, mnrt saya bahasa suami saya itu sok akrab dan sok perhatian sekali walaupun saya tahu mreka tdk ada hub apa2 dan suami sdh menyatakan kalau tdk akan menyakiti hati saya. Dari hal tsb saya jd sering curi2 baca chat suami, dan trnyt hal itu memang dilakukan kpd tmn chatting yg wanita. Pada dasarnya sifat suami saya itu baik sekali, ga enakan, dan sgt lembut kpd wanita. Sifat itu membuat saya senang namun jg jd bumerang bagi saya. Bagaimana tanggapan Anda thdp hal seperti ini, apa yg harus saya lakukan? Apakah saya harus menyampaikan kpd suami ttg unek2 saya ini? Terima kasih, mohon dg sangat tanggapan dan masukan dr Anda.

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  • M.Tadjuddin.noor

    Tulisan ini bagus sekali utk diteruskan kpd teman2 atau saudaraku yg muslim, mohon saya diizinkan utk share kpd teman2, Tks sebelmnya.

  • firdaus okinawa

    terima kasih atas tipsnya di atas mudah2an bermanfaat buat saya dan istri saya…

  • kamaludin

    assalamu’alaikum.Ww.Wb.
    afwan wahai saudaraku, ana minta izin copy halaman ini. jazakallahu khoir

  • Sinta

    Assalamu’alaikum ustad

    Langsung saja saya juga mempunyai permasalahan persis seperti ukhti Umi diatas. saya sudah pernah menyampaikan unek2 saya,tapi setelah sekian waktu berlalu dia mengulangi kembali sikap tersebut (meskipun hanya chat).
    Mohon masukan yang terbaik bagi kami. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum

    • admin

      Kami menasehati kepada para suami untuk bertakwa kepada Allah, takut dari melalaikan kewajibannya dan takut dari melanggar hukum-hukum-Nya. Hendaknya menjaga diri dari fitnah dan syaitan yang sangat bersemangat untuk merusak hubungan antara suami dan istri. wallahu a’lam.

  • verlys

    Assalamualaikum…
    Saya perlu masukan….. Suami saya kerjanya sering keluar kota, suatu ketika pulang, dan kebetulan di hp nya ada sms,jg telpon, suami saya sedang tidur,jadi saya yang terima,ternyata suara perempuan,tp langsung dimatikan saat saya memberi salam. Saat saya baca smsnya,mesra sekali. Saat saya bertanya kepada suami saya dia malah marah2 katanya jangan ngurusi urusannya. Saya sakit hati sekali dg ucapannya, selain itu saya jg curiga ada wanita lain. Suami saya tidak bisa diajak komunikasi dg baik, apa yang seharusnya saya lakukan???

  • Mas To

    Assalamu’alaikum…
    Dlm bina kluarga aq brusaha ciptain yg sakinah,Tp ada mslah…Tante dr istriku sering x buat teror n kuasai mertuaku(mertua takluk) yg pd intinya mo rusak hub. Kluargaq sdg istriku tau&berbakti pd aq,suatu ktika teror trjdi buat aq gerah drpd aq layani lbih baik anak(usia 2th) n istri aq ajk pulang krmh 0rtuku netap _+ 1th. Stlh itu aq merasa ksihan kemertua pisah ma anak&cucunya,suatu ktika istri&anak aq ajak besuk smbtan mertua baik stlh itu hub. Jd baik akan ttp selang bbrp wkt tante istriku&anaknya tdk tinggal diam buat teror lg anakku pd wkt aq tinggal dirmh mertua diajari g bner diantaranya: ayah biar mati,cari ayah lagi(anak usia 3th lo???,) dll….Trs sbaiknya gmn??Klo aq ngalah habis2an&diperbudak.Trim’s
    wassalamu’alaikum..

  • Sukron

    Assalamualikum

    Ingin masukan dan nasihat besar buat semuanya mohon bantuanya. Saya sudah menikah dan saat ini saya berkerja di perusahaan Telekomunikasi di Palembang,istri saya berkerja di PNS Pemda kabupaten Lahat.Saat ini kami berdua ketemuan hanya sabtu minggu karena jarak tempuh Palembang- Lahat itu 6 Jam lumayan jauh,Jujur saat ini saya tidak sanggup untuk berjauhan dengan istri,tambah lagi Istri saya ada tanda kehamilan,rasa nya hidup ku tak sanggup untuk berjauhan,Jika saya di tinggal lahat apa yang harus saya kerjakan disana kabupaten sulit untuk mendapatkan rezeki sedangkan saya harus menafkahi istri ku,Prinsip saya dan keingina besar saya ingin sekali bersatu dan menjalankan rumah tangga dengan sakinah,Tak guna harta raya tapi juah dengan istri dan tak menikmati hidup berumah tangga.

    Mohon Bantuanya apa yang harus saya lakukan?
    Berdosakah saya meninggalkan istri saya?

  • farida

    Ass.mohon sedikit saran dari ustat ttg apa yang saya rasakan skrg ini,,,sy s’org wanita yang baru menikah sebulan yang lalu tp dari mulai pernikahan hingga skrg hatiq rasanya galau,krn suamiq bawaannya pendiam dan tertutup,,,,saya kadang jd merasa kalau tidak pernah di anggap jadi istrinya,krn hal appun yang di lakukannya tidak pernah di bicarakan…Saya mesti gimana hadapi sikap dingin dan diamnya suamiku.
    saya rasa untuk sementara ini dulu yang saya butuh sedikit saran dan masukan dari ustatd.
    sekian dan terima kasih.
    wss

  • oviena

    Assalamualaikum, ustd mohon saran bagi saya, suami saya suka melihat gambar cewek2 fulgar, dia juga suka chatting sama cewek2 lain, terkadang saya merasa gag terima karena saya merasa diabaikan, dia bilang cuma iseng didunia maya, tp saya khawatir kalau keisengannya itu menjadikan dia lupa diri dan merealisasikannya. Setiap kali saya nasehati dia selalu bilang iseng, dan kekhawatiran saya tidak beralasan.tapi sungguh dari dalam hati kecil saya benar2 tdk suka dengan sifatnya yang seperti itu, apakah saya termasuk terlalu cemburu pada suami saya ustd, dan apa yg sebaiknya saya lakukan?mohon nasehatnya

    ADMIN:
    Wa’alaykumussalaam warahmatullah. yang demikian jelas keharamannya, tidak boleh melanggar yang Allah haramkan sekalipun dengan alasan iseng. Kecemburuan anti adalah benar bahkan anti harus cemburu akan hal itu, kemudian menasehatinya dengan cara yg terbaik, serta senantiasa berdoa kepada Allah

  • yan

    Ass..pak ustad ada beberapa pertanyaan dibenak saya yang selama ini selalu mengusik saya, saya sudah menikah selama 3 tahun dan saya memiliki seorang putra yang berumur 2 tahun. Dia sangat saya sayangi. Tetapi setelah putra saya lahir banyak sekali perubahan didalam hidup rumah tangga saya. Istri yang dulu saya harapkan dapat membuat tenang hati dan hidup saya ternyata menambah peliknya hidup saya. Terkadang emosi yang meledak-ledak yang terkadang melukai dirinya sendiri, dan itu membuat saya sangat kawatir. Hampir setiap hari pertengkaran demi pertengkaran terjadi, kata-kata yang kurang baik sering terlontar diucapkan kepada saya. Sering juga saya menasihati, sekarang dia menerima tetapi lain waktu dilanggarnya. Saya merasa itu menambah beban saya, kalau sudah emosi dan kita masih bertengkar saya tidak dihiraukan apapun itu walaupun saya kondisi sakit..apa yang harus saya perbuat? apakah ini kesalahan hidup saya yang pernah saya perbuat dulu? mohon saran dari pak ustad…terimakasih..Wassalamualaikum Wr,Wb.

  • AGUNG

    ass.wr.wb saya mau tanya nie apabila seorang istri yang diberi tahu ama suaminya dengan baik tetapi seorang istri tidak menjalankannya gmn ???? padahal semua yang saya ucapkan ke dia dengan tujuan agar dimasa depannya dia tau dan tidak diremehkan orang trus sikap saya sebagai seorang suami harus gmn ??? trims wass.wr.wb

  • Asriatni Jalil

    Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, makasih yach dengan adanya artikel ini mudah2an bisa bermakna buat keluarga saya. Amin. . .

  • aaa

    bagaimanakah hukumnya bila suami tidak menafkahi tetapi istri yang bekerja ???

    Admin:
    Suami tidak boleh lalai dalam menafkahi keluarga, karena menafkahi keluarga adalah kewajiban suami.

  • ISWANTO

    ass.wr.wb, SAYA mau tanya,gimana kalau kita nikah muda,apa sisi negatif dan positif nya,terima kasih.wass.wr.wb

    Admin: Ada banyak kebaikan menikah muda, sebagiannya pernah dibahas di Majalah AKHWAT Shalihah edisi 12,13,14

  • Heri Mardinata

    assalamualaikum wr wb
    terimakasih tips nya………….
    walau saya belum menikah saya merasakan punya modal besar untuk menghadapi masa depan karena telah membacanya,
    insya allah jika saya jadi suami dari istri saya tanggung jawab ini saya pegang dan saya jalankan.

    ammmin

    wasalamualaikum

  • adi masudi

    assalamualaikum,wr wb.insya allah saya akan menjalankan artikel anda.smoga dgn ada nya artikel ini kluarga saya akan menjadi kluarga yg sakinah mawaddah warohmah.amin yerob…?

  • ajik

    assalamualaikum,
    mohon saran ustd,saya dah berkeluarga +- 4,5 tahun dah di karuniani anak 1,akan tetapi setelah punya anak hub kami kurang mesra di banding blum punya anak di saat di ranjang,sering pas minta hub badan dia menolak,alasanya kadang capek,ngantuk,besuk pagi(padahal trus duluan keburur ke pasar),gak mau mandi sebelum sholat subuh katne dingin,kadang sering aku jadi marah dak aruh sapa sampe beberapa hari.semenjak punya anak paling dlm 1 bulan cuman 2-4kali itu aja dengan paksaan.sering saya nasehate setelah di nasehati mesra lgi tapi cuman beberapa hari saja.tpi saya yakin sama istri saya kalo dia dak ada hub dengan or laen soale kita kerja di 1 tempat,kita buka toko, hp juga sering saya pegang,yang saya tanyakan:
    1 .pada saat saya sudah terlanjur kepingin saya melakukan onani itu hukumya apa?
    2. misal istri menolak pas saya minta itu dosa gak?
    3. minta saran biar bisa mesra lagi.
    wassalamualaikum.

    • admin

      wa’alaykumussalaam warahmatullah

      Istri wajib menaati ajakan suami untuk berhubungan suami istri -selama tidak ada penghalang- (misal haidh, dll), kewajiban ini sangat besar dan termasuk dosa besar jika istri menolak tanpa udzur karena itu ancamannya adalah laknat dari malaikat, Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur (untuk melakukan hubungan suami istri) namun tidak mau mendatanginya sampai suami itu dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknat istri itu hingga shubuh.” (HR Muttafaq ‘Alaihi). Maka itu sebaiknya dinasehati dengan baik, dan selanjutnya ada tahapan cara suami menangani istri yang nusyuz seperti ini, Allah berfirman yg artinya: “Para wanita yang kalian khawatirkan nusyuz-nya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, serta pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar” (QS an-Nisa’ [4]: 34).
      Tahapannya: 1. menasehati dengan baik, 2. jika tidak mempan maka pisahkan ranjang, 3. jika tidak mempan maka pukul dgn pukulan yang tidak membekas dan tidak di wajah, jika tidak mempan maka bisa berlanjut pada talak. Sebaiknya pelajari lebih lanjut referensi mengenai penanganan istri nusyuz di sumber2 yg lain.

      1. Sebagian besar ulama mengharamkan onani, maka tidak boleh mengambil sesuatu yang haram sebagai jalan keluar dari permasalahan yang mana dalam permasalahan itu masih ada jalan keluar yang syar’i serta bukan kondisi darurat. Jalan keluarnya adalah menangani nusyuz itu, atau bisa juga menikah lagi dengan istri ke dua atau ketiga (jika mampu dan bisa adil)

      2. Sebagian ulama memasukkan itu kedalam kategori dosa besar karena dalam hadits tadi bahwa ancaman/dosa dari perbuatan itu adalah mendapat laknat dari malaikat, laknat maksudnya adalah dijauhkan dari rahmat Allah, padahal biasanya laknat itu tidak boleh ditujukan bagi muslim dan laknat itu biasanya ditujukan kepada orang kafir, sehingga dalil di atas tadi membawakan faedah besarnya dosa perbuatan si istri sampai-sampai diancam dengan laknat.

      3. Sebaiknya Anda juga mengintrospeksi diri, karena perbuatan maksiat si suami juga akan memberi pengaruh kepada keluarga kita baik istri maupun anak. Sebagian generasi salaf berkata: “Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku dan hewan tungganganku.” dan siapa tau ada kekurangan dalam tanggungjawab Anda juga dalam memenuhi hak istri, kurangnya komunikasi yang bisa mendekatkan hubungan suami istri, atau mungkin ada sifat-sifat Anda yang tercela atau menyakiti istri tanpa anda sadari sebelumnya. Sambil anda memperbaiki diri maka anda nasehati istri dengan baik, diingatkan dan diajak untuk berislam dengan baik, mendekatkan diri kepada Allah, niscaya jika suami dan istri dekat dengan Allah dan takut kepada Allah maka mereka akan berusaha memenuhi hak dan tanggungjawba masing-masing secara maksimal, karena mereka yang dekat/cinta dengan Allah akan mengharap pertemuan dengan Allah kelak di surgaNya, dan Allah dengan rahmat-Nya memasukkan ke dalam surga orang-orang yang beramal shalih. menjaga hubungan suami istri sesuai tuntunan islam, menghindari perkara-perkara yang dilarang dalam hubungan anatra suami istri, itu semua adalah trmasuk amalan shalih.
      Akan tetapi jika semua cara baik baik telah ditempuh tidak juga bisa memperbaiki si istri maka Islam memang telah mengajarkan langkah-;angkah lebih lanjut sebagaimana dalam ayat tadi dan itu ada penjelasannya dari para ulama. walaupun langkah akhir berupa ketegasan atau mengarah pada perpisahan itu adalah hal yang tidak kita inginkan bersama, namun itu mungkin saja yang lebih baik ditempuh daripada malah terjadi hal-hal yang lebih buruk jika tidak. Wallohu a’lam.

  • erwan

    assalamualaikum wr.wb
    trima ksih atas smua ilmu yg brmanfaat di blok ini
    saya ingin brtanya smua kwajiban swami dan kwajiban istri jg hukuman jk dilanggar atas kwjiban trsebut terima ksih
    wassalamualaikum wr.wb

  • Semoga kita bisa selalu membentuk keluarga yang sakinah, selamat dunia dan akhirat….

  • msy.mardiah afriani

    sangat terkesan sekali dengan penerangan nya, semoga dapat bermanfaat untuk saya kelak .

  • pian

    sakinah itu bukan berarti rumah tangganya lurus-lurus saja tidak ada masalah, tapi bagaimana cara menyelesaikan masalah rumah tangga dengan bijak sesuai contoh rosululloh Saw.

  • Susi susilawati

    Sangat bermanfaat ^_^ terimakasih

  • andy

    assalamu’alaikum wrwb….mhn penjelasan dari pertanyaan mas ajik donk…!! terima kasih

    Wa’alaykumussalaam warahmatullah.
    sudah kami coba menjelaskan

  • muhammad isnan t.

    assaLamu’alaikum…….
    saya juga pingin nantinya mempunyai keluarga yg sakinah mwaddah waroohmah…….
    untuk itu sya juga ingin bertanya bgaimana langkah awal untuk memilih pasangan untuk dijadikan pendamping dalam kluarga saya nanti………….

  • Hamba Allah

    Assalamualaykum

    Saya baru aja buka website ini. Saya melihat isinya sangat bermanfaat.
    Maaf, mungkin pertanyaan saya tidak ada hubungannya dengan materi yang dibahas, langsung aja to the point, “Apakah ada jalan buat saya menyalurkan INFAQ RUTIN sekedarnya untuk pendanaan website ini?” kalo bisa, mohon dijawab via email. Tks

  • icha

    Assalamualakum , Jazakillah khoiron katsiron ukhti atas nasihatnya . semoga ilmunya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2 kita, Aamiin ..

  • ardani

    assalamualaikum: saya sudah menikah 2 tahun lebih selama saya menikah pekerjaan rumah yang mestix di kerjakan istri saya malah saya yang kerjakan dan saya sudah berapa kali mengingatkan tapi juga tidak berubah. malah pernah ketika saya marahan istri saya sering mengatakan cerai dan saya di usir dari rumah.apa yang mesti saya lakukan sehingga saya bisaya membina rumah tangga saya.

  • Ryani

    Selamat siang,,,
    Sya ingin meminta saran/pendapat ketika keluarga suami ikut turun tangan dalam rumah tangga kami apa itu pantas???apa bila saya mengambil keputusan keluar dari rumah yang di tempati skrg kemudian kami ngontrak apa itu salah???

    Admin:
    Urusan Rumah tangga memiliki batasan yaitu pihak yg berwenang memutuskan urusan intern rumah tangga dalam hal ini suami dan istri, karena rumah tangga itu milik mereka. siapapun pihak luar tidak boleh ikut campur, namun sebatas memberi masukan dan nasehat.

  • Rini

    Assalamuallaikum…Saya sudah hampir 12tahun berumah tangga, tapi kami belum dikarunia seorang, kemudian suami tidak menunjukan tugasnya sebagai imam(tidak sholat,dan memberi bimbingan kepada saya sbg istri). selama ini yang saya lakukan hanya bersabar, berdoa kpd Allah agar diberi hidayah. tetapi terakhir belakangan ini timbul perasaan jenuh sebagai manusia saya mendambakan keluarga yang utuh, punya keturunan, minimal suami saya bisa bersama sama mencari keberkahan Allah, mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. Mohon saran dari anda.Terima Kasih.

    • Wa’alaykumussalaam warahmatullah,
      Pertama, senantiasa berdoa kepada Allah untuk memberikan hidayah dan taufik kepada ibu dan suami, juga karunia anak.
      Kedua, tetap berusaha istiqomah menunaikan hak-hak suami sebagaimana yang dituntunkan Islam, dan memohon kepada Allah agar dengan amalan shalih itu dapat menjadi washilah kepada hidayah dan kebaikan keluarga.
      ketiga, berusaha menasehati suami dengan cara yang paling baik, di antaranya dengan keteladanan yaitu meningkatkan amalan diri kita sendiri yang dengannya semoga suami terketuk hatinya untuk berintrospeksi, bisa juga dengan menasehati secara lisan kepada suami dengan cara yang baik dan tepat, atau menasehati suami melalui orang-orang yang diseganinya atau mau didengarkannya misalnya orang tua atau kerabatnya atau tokoh masyarakat/agama setempat.
      Keempat, tempuh sebab-sebab kauniah yang secara medis atau terapis disarankan oleh para ahlinya untuk memudahkan kesuburan atau mengurangi penghalang kesuburan memperoleh anak.
      Dan mungkin ada cara-cara lainnya yang bisa ditempuh. jika memang sudah berbagai cara ditempuh maka bisa berkonsultasi dgn ustadz/ustadzah terdekat atau tokoh agama untuk penyelesaian lebih lanjut. Perceraian hal yang dibolehkan tapi memang dibenci, namun kadang bisa menjadi jalan keluar yang lebih baik daripada keadaan yang semakin memburuk. Wallohu a’lam.

Leave a Reply

  

  

  


+ 9 = fifteen

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>