<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Propaganda Emansipasi Wanita</title>
	<atom:link href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/</link>
	<description>Menggapai Kemuliaan Muslimah dengan Bimbingan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 14:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/comment-page-1/#comment-4589</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 01:44:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah_salafiyah/2007/12/12/propaganda-emansipasi-wanita/#comment-4589</guid>
		<description>apa arti dari emansipasi wanita itu sendiri?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa arti dari emansipasi wanita itu sendiri?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fajar</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/comment-page-1/#comment-494</link>
		<dc:creator>fajar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 10:06:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah_salafiyah/2007/12/12/propaganda-emansipasi-wanita/#comment-494</guid>
		<description>download dong tentang emansipasi perempuan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>download dong tentang emansipasi perempuan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akbar</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/comment-page-1/#comment-440</link>
		<dc:creator>akbar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 04:25:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah_salafiyah/2007/12/12/propaganda-emansipasi-wanita/#comment-440</guid>
		<description>oh ya saya juga mau bertanya, kalau memang kaum wanita seharusnya berada dirumah, sebagai isteri dan ibu yang jauh dari kelelahan bekerja dan berbaur dengan pria, apa yang terjadi apabila para suami meninggalkan isteri mereka (bercerai atau meninggal)? apakah mereka tetap harus dirumah dan menjauhi kelelahan dan berbaur dengan pria? kalau memang iya, bagaimana mereka mencari nafkah buat diri sendiri dan anak2 yg menjadi tanggungannya? untuk jawabannya terimaksih, semoga kita semua selalu berada dibawah lindungan Allah S.W.T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oh ya saya juga mau bertanya, kalau memang kaum wanita seharusnya berada dirumah, sebagai isteri dan ibu yang jauh dari kelelahan bekerja dan berbaur dengan pria, apa yang terjadi apabila para suami meninggalkan isteri mereka (bercerai atau meninggal)? apakah mereka tetap harus dirumah dan menjauhi kelelahan dan berbaur dengan pria? kalau memang iya, bagaimana mereka mencari nafkah buat diri sendiri dan anak2 yg menjadi tanggungannya? untuk jawabannya terimaksih, semoga kita semua selalu berada dibawah lindungan Allah S.W.T</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akbar</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/comment-page-1/#comment-439</link>
		<dc:creator>akbar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 04:15:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah_salafiyah/2007/12/12/propaganda-emansipasi-wanita/#comment-439</guid>
		<description>&lt;del datetime=&quot;2008-03-31T19:00:23+00:00&quot;&gt;Ass Wr Wb&lt;/del&gt;
saya sudah mencoba untuk membaca, mencerna dan mengartikan hal2 yang tertulis diatas. Saya seorang Muslim yang jujur saja tidak tahu banyak tentang hal2 ini. mungkin propaganda &#039;kaum2&#039; lain sangat mengena di diri saya karena saya berdomisili di luar Indonesia. yang saya bingungkan disini, mengapa kaum wanita harus &#039;dipingit&#039; dirumah dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum pria. saya cukup mengerti kaum wanita mempunyai &#039;kekuatan&#039; yang bisa menarik kaum pria ke arah kerusakan, tapi mengapa harus kebebasan mereka yang dibatasi? bukannya nafsu kaum pria juga yang harus diusahakan untuk bisa ditahan? okelah sebagai muslim, saya juga mengutuk wanita2 seperti Britney Spears atau Madonna yang memperlakukan kebebasan &#039;semau&#039; mereka, menjadikan diri mereka sebagai komoditi dan mempertontonkan aurat. tetapi saya sendiri sadar, banyak sekali wanita2 lain yang lebih capable dan reliable dari kaum pria, dimana mereka bekerja sebagai profesional dengan kode etik dan manner (berhijab dan bersikap islami) untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua orang. Beberapa wanita sadar bahwa dirinya mampu membawa perubahan yang sangat positif kepada dunia, tetapi sekali lagi, mereka dicap tidak berhak untuk membawa perubahan tersebut. saya disini hanya mengharapkan jawaban, bukan memulai konflik dengan pihak manapun. seperti yang saya utarakan terlebih dahulu, saya tidak tahu banyak. mohon bimbingannya....

&lt;blockquote&gt;

Wa &#039;alaykumussalâm wa rahmatullâhi wa barakâtuhu.

Mungkin artikel-artikel berikut dapat membantu menjawab permasalahan ini, in syâ&#039; Allâh: &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/10/ikhtilath-dan-bahayanya&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ikhtilath dan Bahayanya&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/31/islam-mengajarkan-keadilan-bukan-persamaan-dalam-segala-hal&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=615&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Berita Kenabian Atas Kepemimpinan Wanita&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=616&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Emansipasi, Propaganda Untuk Meruntuhkan Aqidah&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=477&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Apa Lagi yang Engkau Tuntut Wahai Wanita?&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/30/emansipasi-wanita-propaganda-musuh-musuh-islam&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Emansipasi Wanita, Propaganda Musuh-musuh Islam&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/29/emansipasi-atau-deislamisasi&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Emansipasi atau Deislamisasi?&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/31/menyoal-kiprah-muslimah&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Menyoal Kiprah Muslimah&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/28/wanita-kurang-agamanya&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wanita Kurang Agamanya&lt;/a&gt;?.

Sebagai tambahan, silakan baca juga tentang &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2007/12/18/fatwa-penyingkatan-salam-shalawat&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Fatwa `Ulamâ’ tentang Penyingkatan Salâm dan Shalawat&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/01/18/faedah-shalawat-dan-hukum-menyingkat-tulisan-shalawat&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Faedah Shalawat untuk Nabî Shallallâhu `Alayhi wa Sallam &amp; Hukum Menyingkat Tulisan Shalawat&lt;/a&gt;, in syâ’ Allâh.

Disebutkan dalam &lt;strong&gt;Buletin Da&#039;wah Al-Walâ’ wal-Barâ’&lt;/strong&gt;:

“Janganlah kita menyingkat lafazh suatu do&#039;a baik do&#039;a salâm, shalawat ataupun yang lainnya. Karena menyingkat lafazh do&#039;a (seperti assalâmu &#039;alaykum disingkat ass., dan lain-lain) adalah perbuatan orang yang pelit dalam mendo&#039;akan orang lain, juga lafazh singkatan tersebut tidak bisa dipahami maknanya dan tidak bisa disebut sebagai do&#039;a serta perbuatan ini tidak ada contohnya dari Rasûlullâh shallallâhu &#039;alayhi wa sallam maupun Salafush Shâlih.” (&lt;strong&gt;Buletin Da&#039;wah Al-Walâ’ wal-Barâ’&lt;/strong&gt;).

Jazâkumullâhu khayran wa bârakallâhu fîkum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><del datetime="2008-03-31T19:00:23+00:00">Ass Wr Wb</del><br />
saya sudah mencoba untuk membaca, mencerna dan mengartikan hal2 yang tertulis diatas. Saya seorang Muslim yang jujur saja tidak tahu banyak tentang hal2 ini. mungkin propaganda &#8216;kaum2&#8242; lain sangat mengena di diri saya karena saya berdomisili di luar Indonesia. yang saya bingungkan disini, mengapa kaum wanita harus &#8216;dipingit&#8217; dirumah dan tidak mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum pria. saya cukup mengerti kaum wanita mempunyai &#8216;kekuatan&#8217; yang bisa menarik kaum pria ke arah kerusakan, tapi mengapa harus kebebasan mereka yang dibatasi? bukannya nafsu kaum pria juga yang harus diusahakan untuk bisa ditahan? okelah sebagai muslim, saya juga mengutuk wanita2 seperti Britney Spears atau Madonna yang memperlakukan kebebasan &#8216;semau&#8217; mereka, menjadikan diri mereka sebagai komoditi dan mempertontonkan aurat. tetapi saya sendiri sadar, banyak sekali wanita2 lain yang lebih capable dan reliable dari kaum pria, dimana mereka bekerja sebagai profesional dengan kode etik dan manner (berhijab dan bersikap islami) untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua orang. Beberapa wanita sadar bahwa dirinya mampu membawa perubahan yang sangat positif kepada dunia, tetapi sekali lagi, mereka dicap tidak berhak untuk membawa perubahan tersebut. saya disini hanya mengharapkan jawaban, bukan memulai konflik dengan pihak manapun. seperti yang saya utarakan terlebih dahulu, saya tidak tahu banyak. mohon bimbingannya&#8230;.</p>
<blockquote>
<p>Wa &#8216;alaykumussalâm wa rahmatullâhi wa barakâtuhu.</p>
<p>Mungkin artikel-artikel berikut dapat membantu menjawab permasalahan ini, in syâ&#8217; Allâh: <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/10/ikhtilath-dan-bahayanya" rel="nofollow">Ikhtilath dan Bahayanya</a>, <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/31/islam-mengajarkan-keadilan-bukan-persamaan-dalam-segala-hal" rel="nofollow">Islam Mengajarkan Keadilan, Bukan Persamaan dalam Segala Hal</a>, <a href="http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=615" rel="nofollow">Berita Kenabian Atas Kepemimpinan Wanita</a>, <a href="http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=616" rel="nofollow">Emansipasi, Propaganda Untuk Meruntuhkan Aqidah</a>, <a href="http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=477" rel="nofollow">Apa Lagi yang Engkau Tuntut Wahai Wanita?</a>, <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/30/emansipasi-wanita-propaganda-musuh-musuh-islam" rel="nofollow">Emansipasi Wanita, Propaganda Musuh-musuh Islam</a>, <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/29/emansipasi-atau-deislamisasi" rel="nofollow">Emansipasi atau Deislamisasi?</a>, <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/31/menyoal-kiprah-muslimah" rel="nofollow">Menyoal Kiprah Muslimah</a>, dan <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/03/28/wanita-kurang-agamanya" rel="nofollow">Wanita Kurang Agamanya</a>?.</p>
<p>Sebagai tambahan, silakan baca juga tentang <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2007/12/18/fatwa-penyingkatan-salam-shalawat" rel="nofollow">Fatwa `Ulamâ’ tentang Penyingkatan Salâm dan Shalawat</a> dan <a href="http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/2008/01/18/faedah-shalawat-dan-hukum-menyingkat-tulisan-shalawat" rel="nofollow">Faedah Shalawat untuk Nabî Shallallâhu `Alayhi wa Sallam &#038; Hukum Menyingkat Tulisan Shalawat</a>, in syâ’ Allâh.</p>
<p>Disebutkan dalam <strong>Buletin Da&#8217;wah Al-Walâ’ wal-Barâ’</strong>:</p>
<p>“Janganlah kita menyingkat lafazh suatu do&#8217;a baik do&#8217;a salâm, shalawat ataupun yang lainnya. Karena menyingkat lafazh do&#8217;a (seperti assalâmu &#8216;alaykum disingkat ass., dan lain-lain) adalah perbuatan orang yang pelit dalam mendo&#8217;akan orang lain, juga lafazh singkatan tersebut tidak bisa dipahami maknanya dan tidak bisa disebut sebagai do&#8217;a serta perbuatan ini tidak ada contohnya dari Rasûlullâh shallallâhu &#8216;alayhi wa sallam maupun Salafush Shâlih.” (<strong>Buletin Da&#8217;wah Al-Walâ’ wal-Barâ’</strong>).</p>
<p>Jazâkumullâhu khayran wa bârakallâhu fîkum.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irjik</title>
		<link>http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/akhlak-adab/propaganda-emansipasi-wanita/comment-page-1/#comment-323</link>
		<dc:creator>irjik</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 09:52:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://akhwat.web.id/muslimah_salafiyah/2007/12/12/propaganda-emansipasi-wanita/#comment-323</guid>
		<description>tanks you. hal-hal diatas harusnya diperhatikan oleh para kaum wanita dewasa . budaya semakin kabur dibalik awan kemajuan jaman yang membebaskan segala keinginan individual</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tanks you. hal-hal diatas harusnya diperhatikan oleh para kaum wanita dewasa . budaya semakin kabur dibalik awan kemajuan jaman yang membebaskan segala keinginan individual</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
