02 Dhul-Hijjah 1428 H

Manfaat Menahan Pandangan

posted in Akhlak & Adab |

Manfaat Menahan Pandangan

Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husen Al-Atsariyyah

Mata dan qalbu senantiasa berhubungan. Jika salah satunya baik, maka akan baik pula yang lainnya. Maka menjaga mata merupakan sesuatu yang mesti kita lakukan agar qalbu merasakan banyak manfaat darinya.

Saudariku muslimah… semoga Allah Ta’ala memberkahimu.
Dalam edisi yang lalu, kita telah mengetahui aturan syariat dalam masalah menahan pandangan mata. Berikut ini untuk menambah semangat dalam mengamalkan aturan syariat tersebut, kita nukilkan -secara ringkas- uraian yang diberikan oleh Al-Imam Al-Allamah Al-Hafizh Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Asy-Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr, yang lebih dikenal dengan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullahu Ta’ala, tentang manfaat menahan pandangan mata dalam kitabnya yang sangat bernilai Ad-Da`u wad Dawa`atau Al-Jawabul Kafi liman Sa`ala ‘anid Dawa`isy Syafi.

Pertama: Dengan menahan pandangan mata berarti berpegang dengan perintah Allah Ta’ala yang merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba dalam kehidupannya di dunia dan di akhirat.

Kedua: Menahan pandangan akan mencegah sampainya pengaruh panah beracun ke dalam qalbu1 seorang hamba.

Ketiga: Menahan pandangan akan mewariskan kedekatan seorang hamba dengan Allah Ta’ala dan menyatukan qalbunya agar hanya tertuju kepada Allah Ta’ala. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan memecah belah qalbu dan mencerai-beraikannya.

Keempat: Menguatkan qalbu dan membahagiakannya. Sebaliknya, mengumbar pandangan akan melemahkan qalbu dan membuatnya sedih.

Kelima: Menahan pandangan akan menghasilkan cahaya bagi qalbu/, sebagaimana mengumbar pandangan akan menggelapkan qalbu. Karena itulah setelah Allah Subhana wa Ta’ala memerintahkan ghadhul bashar (menahan pandangan dari sesuatu yang diharamkan untuk melihatnya) dalam surah An-Nur (ayat 31 -red):

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ

Katakanlah (wahai Nabi) kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka…

Allah Ta’ala ikutkan dengan firman-Nya:

اللهُ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ مَثَلُ نُوْرِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ

Allah (Pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar…” (An-Nur: 35), yakni perumpamaan cahaya-Nya pada qalbu seorang hamba yang beriman yang berpegang dengan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Apabila qalbu itu bercahaya, datanglah utusan-utusan kebaikan kepadanya dari segala arah. Sebagaimana bila qalbu itu gelap akan datang kepadanya awan-awan bala` dan kejelekan dari setiap tempat. Segala macam bid‘ah, kesesatan, mengikuti hawa nafsu, menjauhi petunjuk, berpaling dari sebab-sebab kebahagiaan dan menyibukkan diri dengan sebab-sebab kesengsaraan, semua itu akan tersingkap oleh cahaya yang ada di dalam qalbu. Namun bila cahaya itu hilang, jadilah pemilik qalbu tersebut seperti seorang yang buta yang berkeliaran di malam yang gelap gulita.

Keenam: Menahan pandangan akan mewariskan firasat yang benar yang dengannya ia akan membedakan antara yang haq dengan yang batil, antara orang yang jujur dengan yang dusta.
Ibnu Syujja‘ Al-Kirmani Rahimahullahu ta’ala pernah berkata: “Siapa yang memakmurkan zhahirnya dengan mengikuti sunnah dan batinnya dengan terus menerus muraqabah2, dan menahan pandangannya dari perkara-perkara yang diharamkan, menahan jiwanya dari syubhat dan makan dari yang halal, maka firasatnya tidak akan salah.”
Allah Ta’ala memberikan kepada hamba-Nya balasan yang sejenis dengan amalan yang dilakukannya, dan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala, niscaya Allah Ta’ala akan menggantikan dengan yang lebih baik dari sesuatu tersebut.”3 Bila si hamba menahan pandangannya dari perkara yang Allah Ta’ala haramkan maka Allah Ta’ala gantikan dengan memberikan cahaya pada pandangan hatinya. Allah Ta’ala bukakan baginya pintu ilmu dan iman, ma’rifah, firasat yang benar dan tepat, semua ini hanya diperoleh dengan bashirah qalb (penglihatan qalbu).

Ketujuh: Menahan pandangan akan mewariskan kekokohan, keberanian, dan kekuatan pada qalbu.
Kedelapan: Menahan pandangan akan menutup celah bagi masuknya setan ke dalam qalbu. Karena setan itu masuk bersama pandangan mata, dan akan menembus bersama pandangan tersebut ke dalam qalbu lebih cepat dari masuknya udara ke tempat yang kosong. Lalu setan pun menyusupkan bayangan (lebih jauh) dari apa yang dilihat dan memperindahnya, sehingga gambaran itu menjadi berhala di mana qalbu berdiam di atasnya. Kemudian setan menjanjikannya, membuatnya berangan-angan, dan dinyalakanlah api syahwat di dalam qalbu. Lalu dilemparkanlah kayu bakar maksiat di atasnya. Jadilah qalbu tersebut berada di dalam api yang menyala-nyala, seperti seekor kambing di atas tungku api.

Kesembilan: Menahan pandangan akan mengosongkan qalbu dari memikirkan hal yang haram, sehingga qalbu hanya tersibukkan dengan perkara yang memberikan maslahat.

Kesepuluh: Antara mata dan qalbu itu ada penghubung dan jalan sehingga saling berhubungan satu sama lain. Bila salah satunya baik, maka baik pula yang lain. Dan sebaliknya, bila salah satu rusak maka rusak pula yang lain. Rusaknya qalbu akan merusakkan pandangan, dan rusaknya pandangan akan merusakkan qalbu. Demikian pula sebaliknya, pandangan yang baik akan menjadikan qalbu baik dan qalbu yang baik akan membaikkan pandangan. Jika qalbu telah rusak jadilah ia seperti tempat sampah yang merupakan tempat pembuangan najis, kotoran dan yang berbau busuk. Bila sudah demikian keadaannya, ia tidak bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi pengenalan terhadap Allah Ta’ala, cinta kepada-Nya dan kembali pada-Nya, senang dan gembira bila dekat dengan-Nya. Namun yang menempatinya ketika itu adalah perkara-perkara yang sebaliknya.

Wallahul musta’an.

(lihat kitab Ad-Da`u wad Dawa`, karya Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hal. 277-279)

1 Qalbu bermakna jantung, namun sering di-bahasa Indonesia-kan dengan hati. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang jantung ini:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ

Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila baik daging itu maka baik pula seluruh tubuh dan bila rusak maka rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah segumpal daging itu adalah qalbu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih keduanya)

2 Merasakan pengawasan Allah Ta’ala
3 Diambil dari hadits:
مَنْ تَرَكَ شَيْئًا ِللهِ عَوَّضَهُ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ, diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad (5/363) dan selainnya.

Sumber :http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=317

This entry was posted on Tuesday, December 11th, 2007 at 10:34 pm and is filed under Akhlak & Adab. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

There are currently 3 responses to “Manfaat Menahan Pandangan”

Why not let us know what you think by adding your own comment! Your opinion is as valid as anyone elses, so come on... let us know what you think.

  1. 1 On December 15th, 2007, ATHIROH said:

    ASSALAMUALAIKUM..TETAPI USTAZAH ADA YG BERPENDAPAT BAHAWA MENAHAN PANDANGAN INI MENUNDUKKAN MUKA HINGGA BOLEH TERLANGGAR SESUATU SERTA ADA YANG KATA ITULAH ZUHUD.PERSEKTIF INI PERLU DIUBAH DGN SEGERA.ANA MASIH INGAT KATA-KATA DARIPADA UMAR AK-KHATTAB R.A ZUHUD ITU BUKANNYA MENUNDUKKAN MUKA SHG BOLEH TERLANGGAR

    Reply

    أم محمد الترناتية reply on December 24th, 2007:

    Wa `alaykissalâm wa rahmatullâhi wa barakâtuhu yâ ukhtî fillâh,

    In syâ Allâh ukhtî bi khayrin.

    Alhamdulillâh wa jazâkillâhu khayran sudah berkunjung ke akhwat.web.id. `Afwan ukhtî, saya kurang memahami kata-kata ukhtî. Ahsan mohon gunakan Bahasa Indonesia, atau jika tidak bisa then English. If you could try explaining it in English then perhaps I’d be able to understand it better in shâ’ Allâh as it’s kind of difficult for me to keep up with your level of Bahasa Melayu, and saya tidak paham Bahasa Melayu either. Hoping you understand in shâ’ Allâh.

    Silakan gabung juga dengan Milis Akhawât di AkhawatusSalafiyyah in syâ’ Allâh.

    Jazâkillâhu khayran wa bârakallâhu fîki.

    Umm Muhammad

    Reply

  2. 2 On March 31st, 2010, ummu hani said:

    ass.wr.wb
    mohon sarannya, bagaimana dengan suami saya yang pekerjaannya bisa berhadapan dengan perempuan yang berpakaian mini-mini. apakah dosa?

    Reply

Leave a Reply

  • Komentar

    • sari: alhamdulillah ana menemukan web yang ana...
    • admin: Disini ma'had salafy. semua santriwati j...
    • sandy: Assalamu'alaikum warohmatullahi wabaroka...
    • Khumaira: Insya ALLAH, syukron atas info'a..ana sa...
    • ummu nabila: jazakillah khair ummu, artikelnya penyej...
    • purnia el nadir: Aku sangat kagum dengan kemulian wanita ...
    • arsy rosian: saya suka dengan smua penjellasan penjel...
    • arman: BISMILLAH....ASSALAMU'ALAIKUM..Al'afwu a...
    • admin: Insya Allah Madrasah Mu'allimat ini memb...
    • alhajary: terima kasih ..?
    • Khumaira: Afwan kalo boleh tau batas pendaftaran s...
    • admin: wa'alaykumussalaam warahmatullah, Madras...
    • suhery: sukron akhii..ijin copy
    • farida: Ass.mohon sedikit saran dari ustat ttg a...
    • kashaf mujahadah: subhanallah.. allahuakhbar.. !! sungguh ...
    • : syukran atas penjelasnnya .. karena deng...
    • Abumuhammad525@gmail.com: Sungguh... Benar-benar bermanfaat bange...
    • Khumaira: Assalamualaikum warohmatulloh.. ana mau...
    • Khumaira: Assalamualaikum Warohmatulloh.. Ana sud...
    • admin: Alhamdulillah, silahkan yang lebih beril...
  • Pencarian


  • --Mutiara Ilmu--

    Pelajarilah Ilmu, karena mempelajarinya karena Allah adalah khasyah, Menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah Tasbih, mencarinya adalah Jihad, Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah Shadaqah, menyerahkan kepada ahlinya adalah Taqarrub. Ilmu adalah teman dekat dalam kesendirian dan sahabat dalam kesunyian.
    - Muadz bin Jabal radhiyallahu'anhu
    • Arsip Bulan Ini

    • May 2012
      M T W T F S S
      « Apr    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
    • Arsip Bulanan





    Akhwat Muslimah Salafiyah
    Majalah AKHWAT -Jurnal Muslimah dan Keluarga Sakinah-
    SALAFY WEBSITE START PAGE










    corel 2000

    corel 2000 serial

    cs5 serialz

    cs5 serialz free

    serial winzip 11

    serial winzip 11 key

    corel dvd moviefactory 6

    corel dvd moviefactory 6 downloads

    serial corel draw 11

    serial corel draw 11 serials

    free corel photoshop download

    free corel photoshop download keygen

    free winrar download for xp

    download winrar for xp for free

    winrar 3 download

    winrar 3 download freedownload

    download winrar free windows 7

    download winrar free windows 7 crack

    free corel downloads

    free corel downloads cracked